Iklan
LATEST TWEET

Indonesia Darurat Galau dan Baper, Puluhan Ribu Orang Siap Ramaikan ‘Aksi 142 Bela Jomblo’

February 12, 2017       Megapolitan, Sosial, z_Hot Stuff      
Aksi Gerakan Anti Galau dan Baper (GERANGLAPER) pada tanggal 1 Mei 2016 lalu. GERANGLAPER akan menggelar aksi serupa berbarengan dengan Hari Valentine tahun 2017 melalui Aksi 142 Bela Jomblo. Melalui aksi ini diharapkan pemerintah dan masyarakat lebih sadar mengenai kondisi darurat galau dan baper yang terjadi di Indonesia (photo courtesy jombloo.co)

Aksi Gerakan Anti Galau dan Baper (GERANGLAPER) pada tanggal 1 Mei 2016 lalu. GERANGLAPER akan menggelar aksi serupa berbarengan dengan Hari Valentine tahun 2017 melalui Aksi 142 Bela Jomblo. Melalui aksi ini diharapkan pemerintah dan masyarakat lebih sadar mengenai kondisi darurat galau dan baper yang terjadi di Indonesia (photo courtesy jombloo.co)

JAKARTA, POS RONDA – Puluhan ribu orang menyatakan siap untuk meramaikan aksi turun ke jalan di Jakarta pada peringatan Hari Valentine, tanggal 14 Februari 2017. Aksi ini, yang diberi nama ‘Aksi 142 Bela Jomblo’, bertujuan untuk memperjuangkan nasib dan kehidupan asmara para pemuda-pemudi di Indonesia. Hal ini disampaikan oleh Wongso Sulondo, juru bicara dari Gerakan Anti Galau dan Baper (GERANGLAPER) selaku panitia utama aksi tersebut, dalam konferensi pers di kantor pengurus organisasi tersebut di Jakarta Timur.

Menurut Wongso, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kepolisian dan beberapa ormas untuk membantu mengamankan kelancaran acara. Ia juga menekankan dalam koordinasi Kepolisian dan ormas untuk membantu aksi ini penuh dengan semangat.

“Mungkin karena personil dan anggotanya juga banyak yang jomblo, jadi aksi ini benar-benar menyentuh kehidupan nyata mereka sehari-hari. Tanpa banyak bicara dan ataupun janji-janji, aksi ini mampu mempersatukan mereka yang biasanya berseberangan di bawah ruang panji kehidupan asmara,” ujar Wongso optimis.

Dalam jadwalnya besok, para peserta akan berkumpul di Bundaran Hotel Indonesia pada pukul 10.00 pagi. Setelah itu, akan diadakan long march menuju gedung Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Para peserta akan mengadakan orasi dan mengadukan nasib asmara mereka sebagai pemuda-pemudi kepada Menpora. Selain itu, para peserta juga akan menggelar serangkaian acara kesenian untuk meramaikan aksi. Acara akan berakhir pada pukul 16.00, dengan para peserta melakukan long march individual ke rumah gebetan atau pujaan hati masing-masing.

Mengenai pengaduan nasib tersebut, GERANGLAPER tidak meminta Kemenpora memfasilitasi mereka sebagai biro jodoh, namun meminta agar pemerintah memperbanyak kesempatan kerja dengan jam kerja yang layak, pengembangan diri, serta interaksi sosial bagi kaum muda agar para pemuda-pemudi bisa lebih memberdayakan diri dan dapat berinteraksi secara alamiah melalui kegiatan-kegiatan sosial yang positif.

“Perlu dicatat kami tidak meminta pemerintah menjadi biro jodoh. Buat apa punya pacar tapi kita menganggur atau antisosial? Kami minta lebih banyak kesempatan untuk mengembangkan diri agar lebih percaya diri dan mandiri dalam mencari jati diri dan menentukan pasangan,” lanjut Wongso.

Melalui aksi ini, GERANGLAPER juga ingin memperjuangkan agar tingkat galau dan baper nasional terutama di kalangan pemuda-pemudi bisa berkurang. Menurut data dan catatan GERANGLAPER, Indonesia telah berada dalam kondisi darurat galau, di mana kegalauan telah menghinggapi lebih dari 55% populasi di Indonesia, dengan hampir setengahnya adalah penduduk usia di bawah 28 tahun.

Kondisi ini diperparah dengan semakin banyaknya figur publik yang seharusnya menjadi teladan, seperti pejabat pemerintah, politisi, pemuka ormas, dan selebriti, yang mempublikasikan kegalauannya kepada publik melalui sosial media.

“Anak muda membutuhkan living significant others yang bisa menjadi teladan. Tapi dalam kondisi seperti ini, orang-orang yang patut diteladani justru menjadi trendsetter sikap galau. Contohnya, para politisi, disentil sedikit saja langsung galau, baper, dan curhat di akun sosmednya. Pengikutnya juga ikut-ikutan baper. Akhirnya kelompok galau berantem dengan kelompok baper. Mau jadi apa kalau begini? Kita ingin tingkat kegalauan dan baper Indonesia ditekan semaksimal mungkin. Bangsa yang galau dan baper permanen tidak mungkin mengalami kemajuan berarti dalam kedewasaan sikap,” tegasnya.

Fungsi terakhir dari aksi ini adalah meminta agar para pemuda yang telah berusia lebih dari 17 tahun dan telah terdaftar sebagai calon pemilih untuk ikut serta dalam pemilihan kepala daerah masing-masing yang serentak dilakukan di 101 wilayah di seluruh Indonesia. Wongso meminta agar para pemuda tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut, karena suara para pemuda menentukan bisa menentukan arah kemajuan bangsa di masa depan. (SMG)

 

===

 

DISCLAIMER

Iklan

Shaka

Other posts by


FOLLOW US

ARTIKEL LAWAS