Iklan
LATEST TWEET

Ingin Pulihkan Nama Baik, Asosiasi Dukun Pengganda Uang Siap Bantu Pemerintah Bayar Cicilan Utang Negara

October 28, 2016       Ekonomi & Bisnis, Politik, z_Hot Stuff      
Menyikapi pernyataan Wapres mengenai jumlah cicilan hutang negara, Asosiasi Dukun Pengganda Uang Nusantara (ADPUN) menawarkan bantuan kepada pemerintah untuk menggandakan uang di anggaran negara tahun 2017 agar APBN menjadi surplus. (photo courtesy kabarjambi.net)

Menyikapi pernyataan Wapres mengenai jumlah cicilan hutang negara, Asosiasi Dukun Pengganda Uang Nusantara (ADPUN) menawarkan bantuan kepada pemerintah untuk menggandakan uang di anggaran negara tahun 2017 agar APBN menjadi surplus. (photo courtesy kabarjambi.net)

 

JAKARTA, POS RONDA – Guna memulihkan nama baik profesi, belasan dukun yang tergabung dalam Asosiasi Dukun Pengganda Uang Nusantara (ADPUN) menyatakan siap untuk membantu pemerintah Republik Indonesia untuk dalam membayar cicilan hutang negara. Sikap ini dikemukakan oleh perwakilan ADPU, Ki Salam Ngepet, sesaat setelah Wakil Presiden Jusuf Kalla menyebutkan bahwa cicilan dan pokok hutang negara yang harus dibayar tahun depan mencapai Rp 500 triliun.

Anggaran Pendapatan dan Pembelanjaan Negara (APBN) untuk tahun 2017 sendiri diperkirakan akan mengalami defisit sebesar  Rp 330 triliun atau 2,41 persen terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB). Defisit ini terjadi dikarenakan naiknya biaya subsidi bagi kebutuhan masyarakat seperti kesehatan dan pendidikan.

“Kami tidak bisa tinggal diam melihat kondisi ini. Oleh karena itu, ADPUN siap membantu pemerintah. Dengan menggandakan uang untuk anggaran, pasti dengan seketika APBN kita akan surplus. Negara terlalu mengandalkan sumber pemasukan dari luar pemerintah, dengan obligasi, hutang luar negeri, ataupun amnesti pajak. Dengan penggandaan uang, kebijakan-kebijakan itu tidak perlu dilakukan lagi.” ujar Ki Salam kepada para wartawan dalam konferensi pers kemarin malam (27/10) di Jakarta.

Ki Salam juga mengatakan bahwa ini adalah panggilan alamiah bagi kemampuan para koleganya. “Keahlian kami adalah masalah uang. Anda kurang uang? Kami gandakan. Jadi kesiapan ADPUN untuk membantu pemerintah di bidang anggaran adalah hal yang alami, sesuai dengan kemampuan kami. Selain itu, ini adalah bentuk tanggung jawab kami kepada publik setelah apa yang terjadi.”

Reputasi profesi pengganda uang mengalami keterpurukan beberapa waktu terakhir akibat polemik yang melibatkan kolega mereka, Dimas Kanjeng Taat Pribadi, Guru Besar Padepokan Kanjeng yang ditahan oleh pihak kepolisian terkait dengan kasus penipuan yang terkait dengan aktivitas penggandaan uang. Niat ADPUN untuk membantu pemerintah juga memiliki motif untuk mengembalikan nama baik dan sejumlah klien yang hilang akibat kasus  tersebut.

Terkait dengan kondisi itu, Ki Salam mengingatkan masyarakat bahwa Dimas Kanjeng bukanlah ‘kualitas yang terbaik di antara mereka’ dan ADPUN siap untuk bekerja sama dengan yang terbaik dalam menggandakan uang.

“Mengingat ini menyangkut keuangan negara, maka kami akan bersikap transparan. Tentunya selama ini banyak orang yang bertanya dari mana datangnya uang yang kami gandakan, terutama nanti untuk membantu APBN supaya surplus. Melalui kesempatan ini, kami dengan bangga mengumumkan telah menandatangani kerjasama dengan penguasa Dimensi Kegelapan, Dormammu. Uang negara nanti akan kami gandakan dengan meminjam kekuatan kosmik dari Dimensi Kegelapan,” paparnya.

ADPUN juga mendorong agar pemerintah segera mengadakan pertemuan dengan Dormammu tanpa perantara, sehingga kerja sama yang akan terjalin antara kedua pihak bisa lebih maksimal. Menurut Ki Salam, kemampuan Dormammu dan Dimensi Kegelapan yang abadi serta tidak mengenal batasan dan waktu dapat membantu pemerintah untuk mengerjakan proyek-proyek multiyears (tahun jamak) baik dari segi pendanaan dan tenggat waktu.

Ia juga menambahkan bahwa konsep inflasi tidak berlaku di Dimensi Kegelapan, sehingga negara tidak perlu khawatir dalam menggandakan uang sebanyak-banyaknya. Dalam waktu dekat, perwakilan ADPUN mengaku akan segera menghadap Presiden Joko Widodo dan Wapres Kalla untuk menawarkan bantuan dan kerja sama ini.

Penyihir kenamaan Dr. Stephen Strange, kritikus terbesar Dormammu dan Dimensi Kegelapan. Strange menegaskan bahwa upaya ADPUN untuk menjalin kerjasama dengan Dormammu merupakan langkah yang keliru karena justru akan merugikan Indonesia dalam jangka panjang. (photo courtesy superherohype.com)

Penyihir kenamaan Dr. Stephen Strange, kritikus terbesar Dormammu dan Dimensi Kegelapan. Strange menegaskan bahwa upaya ADPUN untuk menjalin kerjasama dengan Dormammu merupakan langkah yang keliru karena justru akan merugikan Indonesia dalam jangka panjang. (photo courtesy superherohype.com)

Meski belum ada tanggapan apapun dari pemerintah, rencana ADPUN telah mendapatkan kritik dari mancanegara. Penyihir kenamaan Dr. Stephen Strange – lebih dikenal sebagai Doctor Strange – menyatakan bahwa perjanjian dengan Dormammu dan Dimensi Kegelapan justru akan merugikan Indonesia karena program pemerintah hanya akan berjalan di tempat tanpa adanya aliran waktu.

“Itu ide yang sangat buruk. Mereka tidak mengetahui apapun soal keuangan, apalagi Dormammu dan Dimensi Kegelapan, tapi berlagak menjadi pemberi solusi di bidang ekonomi. Sangat menggelikan, namun jauh lebih berbahaya apabila pemerintah Indonesia menerima usul mereka,” ujar Strange melalui tubuh astralnya kepada POS RONDA pagi ini (28/10).

Strange – yang mengaku pernah berurusan dengan Dormammu – mengatakan bahwa membuat perjanjian atau kesepakatan dengan Dimensi Kegelapan tidak semudah yang dibayangkan. Perlu kekuatan kosmik yang besar untuk bisa menjaga keseimbangan antara  dua dimensi.

Ia menilai bahwa para dukun di ADPUN tidak memiliki kekuatan yang dibutuhkan, dan meminta agar usulan kerjasama dengan Dormammu dibatalkan atau ditolak oleh pemerintah Indonesia. (SMG)

 

===

 

DISCLAIMER

Iklan

Shaka

Other posts by


FOLLOW US

ARTIKEL LAWAS