Iklan
LATEST TWEET

Terinspirasi Brexit, Aktivis Bekasi Ajukan Bexit Untuk Keluar Dari Jabodetabek

June 27, 2016       Megapolitan, Politik, z_Hot Stuff      
Bekasi Exit. Terinsiprasi dari peristiwa dan referendum Brexit di mana Inggris Raya memutuskan untuk keluar dari Uni Eropa, para aktivis Partai Gerakan Galaktik Bekasi (Gergasi) kini meminta diadakannya referendum Bekasi Exit atau Bexit, untuk menentukan apakah Bekasi tetap ada di wilayah Jabodetabek atau keluar. (photo courtesy gambar-rumah.com)

Bekasi Exit. Terinsiprasi dari peristiwa dan referendum Brexit di mana Inggris Raya memutuskan untuk keluar dari Uni Eropa, para aktivis Partai Gerakan Galaktik Bekasi (Gergasi) kini meminta diadakannya referendum Bekasi Exit atau Bexit, untuk menentukan apakah Bekasi tetap ada di wilayah Jabodetabek atau keluar. (photo courtesy gambar-rumah.com)

BEKASI, POS RONDA – Terinspirasi oleh langkah masyarakat Inggris Raya yang memilih untuk keluar dari Uni Eropa dalam referendum beberapa hari yang lalu, sekelompok aktivis politik mengajukan kemungkinan referendum bagi Bekasi untuk keluar dari kelompok Jabodetabek.

Pernyataan ini dikemukakan oleh Yoyon Mardika, ketua umum Partai Gerakan Galaktik Bekasi (Gergasi), sebuah partai lokal asal Bekasi yang memiliki tujuan awal untuk melegitimasi posisi Bekasi sebagai sebuah planet yang mandiri.

“Sebagai sebuah wilayah, kami banyak dirugikan saat diasosiasikan dengan keseluruhan Jabodetabek. Dari segi ekonomi, banyak penduduk kami yang dicuri, pergi ke Jakarta untuk bekerja dan bukannya membangun perekonomian Bekasi. Yang terjadi justru sebagian orang Jabodetabek pergi ke Bekasi untuk bekerja. Jadi kami mengalami kerugian ganda, orang Bekasi bekerja di Jabodetabek sementara orang Jabodetabek mulai masuk mencuri lapangan kerja di Bekasi. Seharusnya, Bekasi milik Bekasi. Kita akan pisahkan Bekasi dari Jabodetabek, mengembalikan lapangan kerja di Bekasi untuk orang Bekasi. Lewat Bexit, we will make Bekasi great again!” seru Yoyon dalam konferensi pers di kantor Gergasi, pagi ini (27/6)

Ia juga mengatakan bahwa pihaknya sangat mengkhawatirkan masuknya warga non-Bekasi yang nantinya akan secara perlahan menguasai Bekasi. Hal ini merujuk kepada pernyataan sebagian warga Bogor yang ingin pindah status kependudukan menjadi warga Bekasi.

Yoyon mengatakan bahwa bertumbuhnya Bekasi tentu saja menjadi daya tarik yang besar bagi warga luar Bekasi untuk datang dan mencari peruntungan serta tempat tinggal. Namun, menurutnya, prioritas utama untuk tempat tinggal dan pekerjaan – termasuk fasilitas kesehatan dan pendidikan – di Bekasi haruslah diberikan kepada orang Bekasi.

“Sebagai warga Bekasi kami sudah membayar pajak kepada daerah, maka wajar jika kami meminta prioritas sebagai warga asli Bekasi dibandingkan dengan warga pendatang dari wilayah lain. Untuk memastikan hak tersebut terlindungi secara hukum, maka kami meminta diadakannya referendum bagi warga Bekasi untuk tidak lagi diasosiasikan dengan Jabodetabek,” tegasnya.

Usaha Gergasi ini kemungkinan besar tidak mudah untuk menjadi kenyataan, karena perjalanan untuk melakukan referendum membutuhkan proses yang panjang. Untuk mengatasi hal ini, Yoyon dan Gergasi mengatakan telah membentuk tim khusus yang menerbitkan petisi Bexit serta pengumpulan dukungan dengan target 1 juta kartu identitas. Apabila target tercapai, maka petisi ini akan diajukan kepada DPRD Kota dan Kabupaten Bekasi untuk dibahas dan dilanjutkan menjadi program referendum.

Rencana Gergasi ini tidak mendapatkan dukungan dari Konfederasi Rakyat Bekasi (KORBEK), yang mengatakan bahwa keinginan untuk mengeluarkan Bekasi dari Jabodetabek adalah ide yang absurd dan tidak memiliki dampak positif.

Ketua KORBEK, Fazrul Khomaruddin, pada dasarnya menyepakati niat bahwa Bekasi harus bisa mandiri dan memiliki perekonomian yang kuat, namun dengan tidak mengorbankan posisinya di Jabodetabek. Memberikan pendapatnya kepada POS RONDA melalui aplikasi pesan jejaring sosial siang ini, Fazrul justru mengedepankan kesatuan ekonomi antara wilayah-wilayah di Jabodetabek.

“Jabodetabek itu pada dasarnya satu kesatuan dan saling bergantung. Pergerakan barang dan jasa antara Bekasi dan wilayah Jabodetabek lainnya kini adalah hal yang biasa dan justru natural, sesuai dengan evolusi pertumbuhan ekonomi terutama di era ekonomi inklusif seperti saat ini. Bekasi justru akan lebih kuat bila tetap berada di lingkungan Jabodetabek dibandingkan menjauhkan diri,” ujar Fazrul. (SMG)

 

===

 

DISCLAIMER

Iklan

Shaka

Other posts by

19 Responses

  • A. Alamudi

    on June 28, 2016, 03:41:27

    Kalau Bekasi berhasil dg rencana Beksit-nya, maka saya akan segera pulang ke Makassar, mendirikan Republik Makassar. Dan untuk menarik investor saya akan kenakan biaya visa semurah mungkin, cukup seharga satu mangkok coto Makassar. AYO, ADVANCE BEKSIT, WE WILL FOLLOW YOU. He he he he. Salam.

    Reply to A.
  • Rojo Solo

    on June 28, 2016, 06:11:09

    RSM : republik solo merdeka

    Reply to Rojo
  • Repds

    on June 28, 2016, 07:26:49

    Gih buat semoga ga bikin macet jalarta lagi hahaha

    Reply to Repds
  • A.Santoso

    on June 28, 2016, 10:27:34

    Yah… yg diliat cmn ketertarikan pendatang thd Bekasi… dia lupa kalo orang yg tinggal di Bekasi kebanyakan nyari duitnya ke Jakarta…😂

    Reply to A.Santoso
    • Nyan Cat

      on June 28, 2016, 11:56:03

      Yah..dia lupa kalo ini satire

      Reply to Nyan
  • e-do

    on June 28, 2016, 16:21:42

    Ini salah satu ide yang menurut saya aneh dan mengada-ngada! saya warga bekasi timur jatimulya sangat ga se7 sama ide ini. Ini 1 contoh perpecahan yang ga perlu dan saya sebagai warga bekasi gapernah tau apa itu partai gergasi. partai baru mulai debut ko nunjukin sikap saling pecah belah???

    Reply to e-do
    • joni jontor

      on June 29, 2016, 00:53:51

      satire mas, kalem

      Reply to joni
  • Jojo

    on June 29, 2016, 01:31:15

    Waw gw kira slama ini bekasi uda beda planet.

    Reply to Jojo
  • Ariyudha

    on June 29, 2016, 01:43:19

    Ngacooo aja gagasannya, bukannya mempermudah malah bikin mempersulit…

    Reply to Ariyudha
  • Adjuy

    on June 29, 2016, 03:38:17

    Mendingan bexit keluar dari Jabar aja. Gubernur jabar aja mungkin lupa ada kota Bekasi di wilayah Jabar. Wkwkwkwk

    Reply to Adjuy
  • Curut

    on June 29, 2016, 05:03:50

    Ini artikel satir..kok y ad yg g pinter komennya hhk

    Reply to Curut
  • suroyo

    on June 29, 2016, 07:08:59

    Latah ni…. Yee..? Wkwkwkwk

    Reply to suroyo
  • suroyo

    on June 29, 2016, 07:09:59

    Latah ni.

    Ye?

    Reply to suroyo
  • temen ahok

    on June 29, 2016, 14:31:13

    mungkin udah cape dikirimin sampah terus sama warge jakarte… ane sih sebagai temen ahok setuju aja.. tar sampahnya dialihin ke daerah jonggol.. haha..

    Reply to temen
  • Novri

    on June 30, 2016, 11:22:29

    Hidup BEKXIT jangan JABODETABEK doang sekalian dari JAWA BARAT keenakan yg dibandung pajak dari Bekasi besar…

    Reply to Novri
  • Darah Tinggi

    on July 1, 2016, 13:15:16

    Bekasi ga tau diri!! kalo ada urusan bexit bexit gini ntar dollar naek lagi dong, euro, yen, aud ikut naek semua… rupiah jeblok…

    Bekasi kurang ajar!!

    Reply to Darah
  • lojangta

    on July 5, 2016, 00:37:39

    Oiii… sebelum baca posronda baca disclaimer, masih banyak juga yg kurang piknik,

    Reply to lojangta
  • ovan

    on July 11, 2016, 16:26:12

    Keren juga idenya in web, kita jadi bisa tau karakter orang kalo baca baru sedikit sudah pake emosi.
    gak paham kalo ini satir, gak baca disclaimer, langsung terprovokasi judul wkwkwkwkwkwkwk…..

    Reply to ovan
  • Nova Kurniawan Wijayanto

    on September 27, 2016, 00:46:35

    Hmm. Kenapa ga sekalian keluar dari bumi? Sepertinya bekasi sudah bisa jadi planet yang mandiri, eh.. galaksi yang mandiri maksudnya.

    Kemudian setelah settle dan mampu membangun peradaban baru, bekasi sebaiknya menginvasi bumi. Biar tahu rasa orang2 yang selama ini mengejek bekasi.

    Bekasi will become the most wicked galaxy in space!!

    Reply to Nova


FOLLOW US

ARTIKEL LAWAS