Iklan
LATEST TWEET

Larangan Ojek Online Cepat Dicabut, Kemenhub Nyatakan Beralih dari Formasi 3-3-1

December 18, 2015       Ekonomi & Bisnis, Politik, z_Hot Stuff      
Kebijakan Kementerian Perhubungan untuk melarang jasa transportasi berbasis daring memicu kontroversi dan kritik dari masyarakat. Tidak lama kemudian, perintah dari Presiden Joko Widodo membuat Kemhub mencabut kembali keputusan itu. Pihak Kemhub sendiri mengakui bahwa itu merupakan bagian dari peralihan strategi formasi 3-3-1 menuju 1-1. (photo courtesy bisnisojek.com)

Kebijakan Kementerian Perhubungan untuk melarang jasa transportasi berbasis daring memicu kontroversi dan kritik dari masyarakat. Tidak lama kemudian, perintah dari Presiden Joko Widodo membuat Kemenhub mencabut kembali keputusan itu. Pihak Kemenhub sendiri mengakui bahwa itu merupakan bagian dari peralihan strategi formasi 3-3-1 menuju 1-1. (photo courtesy bisnisojek.com)

JAKARTA, POS RONDA – Keputusan pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk melarang beroperasinya layanan transportasi daring dan menariknya kembali dalam waktu singkat setelah munculnya perintah pencabutan dari Presiden Joko Widodo mengundang tanggapan beragam dari masyarakat.

Warga masyarakat yang sebelumnya mengecam larangan tersebut dan membela metode transportasi daring seperti Go-Jek, Grab-Bike, dan Uber, kini mengaku lega dengan dicabutnya keputusan itu. Namun, di sisi lain mereka juga mengaku tergelitik melihat cepatnya pemerintah berubah pendirian dan terkesan tidak memiliki koordinasi.

“Saya awalnya panik, takut nggak bisa narik lagi. Cuma saya inget, pemerintah ‘kan gitu orangnya. Hari ini ngomong apa, minggu depan udah dibantah. Jadi saya ya santai saja. Ternyata bener ‘kan?” ujar Aryono, seorang pengemudi Go-Jek yang sedang mangkal di Jalan Cilandak KKO, Jakarta Selatan.

Pendapat serupa juga dikemukakan oleh Rina. Pekerja kantoran di yang biasa menggunakan jasa Uber ini mengaku hanya dapat tertawa melihat pemerintah yang cepat mengubah keputusan. “Ini rekor. Biasanya kan tiga hari dibikin rame sama menteri A, tiga hari dibantah menteri B atau presiden sendiri, kemudian satu hari isunya hilang. Pakai formasi 3-3-1. Efektif banget sih buat menutup isu lain. Tapi kali ini rekor, belum 24 jam sudah dicabut. Mungkin salah koordinasi, hahaha.”

Staf Khusus Kemenhub Erdy Zulaifin mengonfirmasi bahwa telah terjadi perubahan strategi dalam pengelolaan isu oleh pemerintah. Saat dihubungi oleh POS RONDA siang ini (18/12), Erdy mengatakan bahwa formasi 3-3-1 sudah dikenal luas oleh lawan main, sehingga diperlukan inovasi strategi baru untuk penguasaan lapangan.

Sebelumnya, dalam formasi 3-3-1, bola isu biasanya dimainkan melalui umpan lambung dari kiper kepada para pemain untuk diolah dan didistribusikan lewat bola-bola pendek. Baru setelah itu, umpan lambung dimainkan lagi untuk dikembalikan melalui bola-bola pendek sebagai pembuka tembakan ke gawang.

“Strategi kita biasanya seperti main sepakbola setengah lapangan pakai satu gawang. Kita umpan isu, goreng-goreng sendiri pakai bola pendek, kemudian baru dikembalikan lagi ke gawang. Cuma kalau begitu terus monoton jadinya. Ibarat manajer bola, harus ada strategi baru supaya nggak bisa diantisipasi lawan. Oleh karena itu kita pakai formasi baru, 1-1. Sehari tendang isu, langsung dibatalin, dibalikin lagi ke gawang.” jelasnya.

Saat ditanya mengenai kemungkinan tidak adanya koordinasi dari pihak pemerintah dalam mengeluarkan kebijakan, Erdy membantah hal tersebut dengan mengatakan bahwa keputusan pelarangan tersebut awalnya telah ditelaah oleh Menteri Jonan dengan seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.

“Pak Jonan tidak akan sembarangan mengeluarkan keputusan. Saya ceritakan dulu, kemarin itu kita rapat sampai malam. Waktu kita bahas soal ojek online, Pak Menteri keluar ruangan dulu karena ada breaking news soal klub bola Chelsea. Seingat saya beliau memang penggemar. Begitu masuk ruangan lagi wajahnya memang agak kesal, lalu sempat menggumam ‘Mourinho dipecat’. Waktu kita ajukan isu ojek online, langsung beliau bilang dilarang saja. Tidak pakai debat sama sekali. Efektif sekali beliau ini, hebat. Saya yakin sudah dipikirkan seksama. Tentunya keputusan keluar lebih cepat lebih baik, kan?” ucap Erdy sembari mengakhiri percakapan. (SMG)

 

===

 

DISCLAIMER

Iklan

Shaka

Other posts by

One Respond

  • Berita Terkini Hari Ini Sindonews

    on March 23, 2016, 04:35:51

    Sekarang permasalahan ini mengemuka kembali, seiring dengan tuntutan yang datang dari pengemudi kendaraan umum konvensional. Semoga segera ditemukan jalan terbaiknya untuk mengatasi masalah ini

    Reply to Berita


FOLLOW US

ARTIKEL LAWAS