Iklan
LATEST TWEET

Jago Akting, Sejumlah Politisi Indonesia Masuk Nominasi Golden Globe

November 20, 2015       Hiburan & Seni, Internasional, Politik, z_Hot Stuff      
Penghargaan Golden Globe akan mencetak sejarah dengan pembentukan kategori baru, yaitu "best politician in the arts of acting". Indonesia mendapat kehormatan karena para politisinya seperti Setya Novanto, Fadli Zon, Sudirman Said, dan Luhut Binsar Panjaitan diperkirakan menjadi nominator-nominator pertama dari kategori tersebut, (photo courtesy pmcvariety.com)

Penghargaan Golden Globe akan mencetak sejarah dengan pembentukan kategori baru, yaitu “best politician in the arts of acting”. Indonesia mendapat kehormatan karena para politisinya seperti Setya Novanto, Fadli Zon, Sudirman Said, dan Luhut Binsar Panjaitan diperkirakan menjadi nominator-nominator pertama dari kategori tersebut, (photo courtesy pmcvariety.com)

WEST HOLLYWOOD, POS RONDA – Sejumlah politisi Indonesia diperkirakan akan masuk ke dalam jajaran nominasi pemenang piala Golden Globe, yang perhelatannya akan digelar pada bulan Januari 2016. Informasi ini dikemukakan oleh Romeo Winston, salah satu juri dalam acara penghargaan terhadap para praktisi dunia seni peran, film, dan televisi tersebut.

“Sepanjang tahun ini, secara khusus kami telah mengamati perkembangan politik di Indonesia sebagai salah satu rekan terdekat bangsa Amerika dan juga negara demokrasi yang besar. Kami sangat kagum terhadap para politisi Indonesia, yang ternyata tidak kalah piawai dibandingkan para aktor dan aktris di Hollywood,” ujarnya dalam pernyataan pers di markas Hollywood Foreign Press Association (HFPA), di West Hollywood, California, kemarin (17/11).

Pengamatan tersebut tidak main-main. Winston mengatakan bahwa HFPA membentuk sebuah tim kecil yang khusus memonitor gerak-gerik para politisi dalam menyikapi sebuah isu politis. Tanpa mempublikasikan indikator penilaiannya, Winston menyebutkan beberapa politisi Indonesia yang akan menjadi nominasi.

Para politisi yang berpeluang besar untuk menjadi pemenang di antaranya adalah Ketua Umum DPR-RI Setya Novanto, Ketua DPR-RI Fadli Zon, Menteri ESDM Sudirman Said, dan Menkopolhukam Luhut Binsar Pandjaitan. Winston menekankan pada keahlian mereka mengatur luapan emosi, mengalihkan perhatian, menghindar dari masalah, memilih kata dan kalimat, serta memainkan peran sebagai korban.

Ia mengakui bahwa kans terbesar dipegang oleh Setya, Fadli, dan Luhut. “Ketiganya begitu aktif dalam pantauan kami. Mr. Pandjaitan, misalnya, selalu muncul hampir dalam setiap isu politik. Ia dengan apik memainkan karakter sebagai antagonistic mastermind atau puppeteer. Tapi alur cerita paling menarik adalah interaksi Mr. Novanto, Mr. Zon, dan Mr. Said baru-baru ini. Cara mereka saling menuding dan mengelak benar-benar luar biasa, dan menurut saya sangat layak memenangkan Golden Globe dan Academy Awards. Tentunya, bagi publik Amerika Serikat, Mr. Novanto dan Mr. Zon sudah lebih dikenal karena kedekatannya saat beradu akting dengan Donald Trump. Jadi peluang mereka lebih besar.”

Untuk mengakomodasi para politisi tersebut, HFPA akan membuat kategori baru dalam penghargaan Golden Globe yang dinamakan “best politician in arts of acting” atau politisi terbaik dalam seni peran. Para politisi Indonesia mendapat kehormatan menjadi nominasi pertama dalam kategori ini.

“Kehormatan ini kami berikan kepada Indonesia. Kami tidak dapat mengambil para politisi dari negeri sendiri (Amerika Serikat – red.) karena di sini sedang ramai-ramainya pemilihan kandidat dari masing-masing partai. Kami tidak mau dituding berat sebelah, oleh karena itu kami memilih Indonesia sebagai pihak yang netral. Tapi kami tidak menyesali pilihan ini, karena Indonesia benar-benar tambang politisi yang handal dalam bermain peran,” tambahnya lebih lanjut.

Penghargaan Golden Globe merupakan acara yang diselenggarakan oleh HFPA untuk sebagai bentuk pengakuan terhadap para pekerja di bidang seni, film, dan televisi. Pertama kali diselenggarakan pada tahun 1961, kini setiap tahunnya perhelatan itu diadakan di Beverly Hilton Hotel di Beverly Hills, Kalifornia. Penambahan kategori khusus seni peran politisi merupakan tonggak baru dalam penghargaan Golden Globe, dan merupakan penghargaan besar karena politisi Indonesia menjadi nominator-nominator pertama kategori tersebut dalam sejarah pagelaran itu. (SMG)

 

====

 

DISCLAIMER

 

 

Iklan

Shaka

Other posts by

2 Responses


FOLLOW US

ARTIKEL LAWAS