Iklan
LATEST TWEET

Maksimalkan Profit, Pengamat Sarankan Pertamina Produksi Minyak Telon dan Sinyongnyong

September 18, 2015       Ekonomi & Bisnis, z_Featured      

Mock-up produk minyak telon dan sinyongnyong dari Pertamina yang disiapkan oleh Asosiasi Pengamat dan Analis Petroleum Indonesia (APAPI). Asosiasi ini menyarankan agar Pertamina mulai merambah produksi minyak tradisional agar mampu memaksimalkan keuntungan. (pictures edited by POS RONDA)

JAKARTA, POS RONDA – Para pengamat perminyakan yang tergabung dalam Asosiasi Pengamat dan Analis Petroleum Indonesia (APAPI) secara resmi menyarankan agar PT Pertamina memproduksi dan memasarkan produk minyak tradisional seperti minyak telon dan sinyongnyong.

Hal ini disampaikan oleh ketua APAPI Entong Waluyo dalam seminar bertajuk Pertamina dan Warisan Lokal yang dilangsungkan di Jakarta kemarin (17/9). Usulan tersebut dimaksudkan agar BUMN yang bergerak di bidang perminyakan dan gas alam tersebut bisa mendapatkan keuntungan yang stabil.

Usulan ini juga terkait dengan pernyataan beberapa waktu lalu bahwa Pertamina mengalami kerugian hingga Rp 14 triliun dari penjualan bahan bakar, sehingga membuat pemerintah melalui Kementerian ESDM meminta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk mengaudit BUMN itu.

“Pertamina adalah kasus unik dalam dunia oil and gas. Di saat harga minyak dunia menurun tajam, Pertamina tetap tidak bisa menurunkan harga secara drastis karena merugi. Oleh karena itu kami mengumpulkan saran dari segenap kolega untuk memberi masukan kepada manajemen Pertamina dan pemerintah. Akhirnya kami sampai pada kesimpulan di mana Pertamina harus mulai memproduksi minyak telon dan minyak sinyongnyong,” ujar Entong.

Produksi minyak tradisional ini penting demi membentuk kelancaran perputaran arus uang Pertamina. Selama ini, APAPI menilai kondisi keuangan dan pelayanan Pertamina selalu terkekang oleh harga minyak yang mereka dapatkan dan jual. Ditambah lagi, meski kebenarannya masih perlu dipastikan, terdapatnya mafia minyak baik di luar maupun dalam negeri memperparah kondisi ini.

Entong bahkan menyebutnya sebagai poltergeist hands. “Kita selalu belajar bahwa dalam pasar bebas terdapat invisible hands, yang akan menyesuaikankondisi pasar dengan sendirinya termasuk soal harga. Tapi kita bisa melihat bahwa tidak ada invisible hands dalam kasus Pertamina. Yang ada adalah poltergeist hands, sama-sama tidak kelihatan tapi membuat runyam sana-sini.”

Oleh karena itu, pendirian fasilitas produksi minyak telon dan sinyongnyong dipercaya APAPI sebagai jalan keluar bagi Pertamina untuk memperdalam penetrasi pasar dan memaksimalkan keuntungan. Entong merujuk kepada beberapa perusahaan kompetitor yang bermain di ranah produk minyak tradisional, yang menurutnya hampir selalu mampu mencetak keuntungan setiap tahunnya.

Kedua produk tersebut umumnya memiliki permintaan yang tinggi di masyarakat. Meskipun jumlah pemain di bidang tersebut sudah cukup banyak, ia memastikan bahwa Pertamina tidak akan kesulitan untuk masuk dan beradaptasi melalui jaringan dan asetnya di seluruh Indonesia.

“Minyak itu tidak akan ada habisnya. Di seluruh kota dan desa di Indonesia, permintaannya selalu tinggi dari dulu hingga kini. Bila Pertamina bisa menggunakan jaringan dan asetnya untuk pemasaran, loyal customer bisa diraih. Produsen minyak telon saja bisa untung, masa Pertamina yang bermain di bensin dan bahan bakar mengaku rugi? Malu jadinya. Lebih baik Pertamina ikut merambah pasar minyak telon dan sinyongnyong agar punya pengalaman bagaimana rasanya untung dengan sehat,” papar Entong lebih jauh.

Pihak APAPI mengaku siap apabila tenaga mereka dibutuhkan pemerintah ataupun Pertamina untuk menyusun strategi mengenai usulan ini. Meski demikian, hingga artikel ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Pertamina atas usulan APAPI tersebut. (SMG)

 

===

 

DISCLAIMER

Iklan

Shaka

Other posts by

3 Responses

  • aiko

    on September 21, 2015, 21:08:11

    Vangke.. gue bacanya serius tapi juga ngakak…. asli kocak wkwkwkwkwk

    Reply to aiko
  • Z

    on December 2, 2015, 21:15:59

    Ini lucu bener… 😀

    Aduh, tulisan di internet kok semuanya dianggap benar. Makanya, perlu wawasan yang luas dan logis yang mantap biar ngga gampang di provokasi oleh berita ngga jelas di internet.

    Hadeeh, cape deeh…

    Reply to Z
  • Ryan Jonathan

    on February 18, 2016, 04:58:36

    Nanti pas dicoba harap maklum ya kalo bau bensin. wkwkkwkwkwk…

    Reply to Ryan


FOLLOW US

ARTIKEL LAWAS