Iklan
LATEST TWEET

Inovasi Terbaru Pemerintah, Stafsus: “Roket Ekonomi Akan Diarahkan ke Pusat Bumi, Pertama Dalam Sejarah Bangsa!”

August 19, 2015       Ekonomi, z_Hot Stuff      
Ilustrasi peluncuran roket yang diarahkan menuju pusat bumi.

Ilustrasi peluncuran roket yang diarahkan menuju pusat bumi.

JAKARTA, POS RONDA – Pemerintah Republik Indonesia akan melakukan inovasi baru dalam meluncurkan roket ekonomi, dengan sasaran menuju pusat bumi. Hal ini disampaikan oleh Staf Khusus (Stafsus) Kepresidenan di bidang inovasi dan mental ekonomi, Maulana Modhiar.

Berdasarkan pernyataan Maulana dalam konferensi pers di Istana Negara kemarin (18/8), rencana pemerintah tersebut merupakan modifikasi dari rancang bangun awal yang didesain oleh Presiden Joko Widodo. Beberapa waktu lalu, presiden sempat mengatakan bahwa pada bulan September, ekonomi Indonesia akan mulai meroket naik setelah sempat lesu beberapa bulan terakhir.

“Jadi seperti yang sudah kita perkirakan bahwa pertumbuhan ekonomi pada semester I-2015 kira-kira 4,7 persen ini harapannya mentok. Bergeraknya biasanya baru di Juni 2015 atau Juli 2015. Mulai agak meroket September-Oktober 2015. Nah, pada November angkanya itu bisa begini,” ujar presiden pada tanggal 5 Agustus lalu, seraya menjulurkan tangannya naik ke langit seperti dikutip oleh metrotvnews.com.

Dalam perkembangan selanjutnya, menurut Maulana, muncul ide baru dari presiden dan para stafsus kepresidenan untuk mencoba inovasi yang lebih mutakhir, yakni dengan mengarahkan roket ekonomi tersebut ke pusat bumi.

“Setelah pertimbangan lebih lanjut, kami dan Bapak Presiden menilai bahwa arah roket ekonomi ke atas merupakan sasaran yang terlalu mainstream. Kami mencoba berpikir out of the box, dan sampai pada kesimpulan bahwa roket ekonomi sebaiknya ditujukan ke bawah, arah pusat bumi. Ini harus dilakukan karena ekonomi kita harus lebih grounded dan membumi. Lagipula ini bagian dari inovasi pemerintah dan revolusi mental, kita harus mengubah pola pikir, bahwa tidak selamanya roket harus ke atas, tapi juga bisa meluncur ke bawah,” paparnya dalam acara tersebut.

Selain menjadi perwujudan inovasi, Maulana juga mengatakan bahwa roket ekonomi yang sejak awal ditujukan menyasar pusat bumi merupakan pencapaian tersendiri dalam sejarah nasional. “Belum pernah dilakukan, selama 70 tahun Indonesia merdeka, roket ekonomi yang diarahkan ke pusat bumi dengan kesengajaan. Ini yang pertama dalam sejarah bangsa, bukti keberhasilan inovasi dan revolusi mental melalui pemerintahan Bapak Presiden Jokowi.”

Pihak kantor kepresidenan mengaku sudah melakukan kontak dengan beberapa lembaga negara terkait yang dapat membantu presiden meluncurkan roket tersebut. Namun, dikarenakan anggaran penelitian yang minim di lembaga-lembaga tersebut, rencana awal menggunakan sumber daya dalam negeri harus dikesampingkan.

Sebagai pengganti, pemerintah akan melakukan impor bahan dan sumber daya untuk pembangunan roket ekonomi tersebut. Material roket dan konsultan ekonomi dari berbagai negara seperti Venezuela, Yunani, Ukraina, dan Zimbabwe telah direncanakan untuk didatangkan ke Indonesia di akhir bulan ini.

Rencana pemerintah ini mendapatkan kritik dan tanggapan negatif dari para pengamat dan analis ekonomi. Mereka meragukan kesiapan dan kelayakan pemerintah dalam melakukan peluncuran roket ekonomi menuju pusat bumi.

Heru Prawiryawan, ekonom senior dari Indonesian Economic Security Foundation (INESEF), mengaku pesimistis terhadap rencana pemerintah ini. Peluncuran roket ekonomi ke arah bawah memerlukan ketepatan yang hanya bisa dilakukan melalui keahlian yang matang atau penelitian yang memadai, sesuatu yang sulit diperoleh di Indonesia pada saat ini.

“Terus terang saya sedikit bingung mendengar rencana ini, akan tetap konsultan roket presiden yang berasal dari Venezuela dan Zimbabwe mungkin punya teori baru mengenai hal ini. Kita lihat saja apakah akan berhasil. Sepengetahuan saya, roket ekonomi biasanya didesain untuk meluncur ke atas. Kalau ke bawah akan jauh lebih sulit, biasanya menghasilkan roket nyungsep atau ngecor ke bawah tanah tapi mandeg di tengah jalan,” ujarnya saat dimintai pendapat oleh POS RONDA siang ini (19/8) di kantor INESEF. (SMG)

 

===

 

DISCLAIMER

Iklan

Shaka

Other posts by

FOLLOW US

ARTIKEL LAWAS