Iklan
LATEST TWEET

Produser Tawarkan Menkeu Rekaman “Goyang Es Krim” Untuk Saingi Suksesor “Goyang Dribel”

July 27, 2015       Ekonomi & Bisnis, Hiburan & Seni, z_Hot Stuff      
Es goyang, salah satu metode pembuatan dan penyediaan es konsumsi secara tradisional yang masih digunakan hingga kini. Keberadaan es goyang menjadi inspirasi bagi produser musik dangdut Gharmesh Kumar untuk menarik para menteri kabinet pemerintahan sekarang untuk membuat video klip "Goyang Es Krim". (photo courtesy jhonnytips.blogspot.com)

Es goyang, salah satu metode pembuatan dan penyediaan es konsumsi secara tradisional yang masih digunakan hingga kini. Keberadaan es goyang menjadi inspirasi bagi produser musik dangdut Gharmesh Kumar untuk menarik para menteri kabinet pemerintahan sekarang untuk membuat video klip “Goyang Es Krim”. (photo courtesy jhonnytips.blogspot.com)

JAKARTA, POS RONDA – Produser musik dangdut Ghermash Kumar melalui perusahaannya PT Ghermash Record Indonesia, menyatakan telah mengirimkan tawaran kepada Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro untuk membuat rekaman dengan gerakan “Goyang Es Krim” untuk mengalahkan suksesor “Goyang Dribel” yang dipopulerkan oleh grup Duo Serigala, “Goyang Tubles”.

Ia tertarik untuk memproduseri rekaman Menteri Bambang setelah yang bersangkutan menjawab pertanyaan para wartawan mengenai naiknya pajak untuk komoditas es krim impor menjadi 15%.

Kan banyak es krim lokal, es goyang. Itu saja beli,” ucap Menkeu hari Kamis lalu (23/7) seperti dikutip oleh Detik.Com.

Jawaban tersebut dinilai oleh Ghermash sebagai kalimat yang penuh potensi untuk dijadikan goyangan musik dangdut. Dengan menamakannya sebagai Goyang Es Krim baik sebagai gerakan dan judul lagu, ia yakin Menteri Bambang bisa menempati posisi puncak dalam tangga lagu Indonesia.

“Itu benar-benar sebuah spark of brilliance. Kapan lagi ada menteri keuangan yang bisa berkata seperti itu? Beli es goyang, ya goyang es krim. Saya yakin kalau bisa bekerja sama dengan Pak Menteri, kita bisa menguasai dunia dangdut Indonesia, bahkan dunia. Goyang tubles tidak akan ada apa-apanya dibanding Goyang Es Krim. Bahkan Goyang Inul, Goyang Patah-patah, Goyang Dribel pun pasti lewat!” ujar Ghermash berapi-api saat berbicara kepada para wartawan di kantornya, pagi ini (27/7).

Hingga saat ini, ia mengaku belum mendapatkan jawaban dari Menteri Bambang. Meski demikian, Ghermash telah memiliki rencana untuk mengajak dua orang menteri lain yaitu Menko Perekonomian Sofyan Djalil dan Menteri Perdagangan Rahmat Gobel untuk membentuk trio dangdut dengan Menkeu.

“Memang sulit pastinya untuk menarik ketiga orang itu sekaligus, sebab pekerjaan mereka saat ini tentunya lebih menjanjikan daripada menjadi penyanyi dangdut. Tapi saya tidak akan menyerah. Bahkan nama untuk kelompok itu sudah siap: Trio Es Krim. Bagus ‘kan, untuk menyaingi Duo Serigala?” lanjutnya.

Goyang Es Krim yang dimaksud Ghermash akan difokuskan kepada satu atribut, yaitu gerobak es goyang. Dalam rencana video klip, terdapat adegan kunci di mana Menteri Bambang, Sofyan, dan Rahmat akan menggoyang gerobak es masing-masing disertai dengan goyangan pinggul ke kiri dan kanan. Kemungkinan besar, penggunaan instrumen lain seperti tas mewah merk Hermes dan Louis Vuitton yang kini secara teori telah bebas pajak barang mewah, juga akan dicantolkan di lengan masing-masing bintang video klip tersebut.

“Nanti juga akan disertakan barang-barang lain dalam video klip itu, mulai dari barang-barang elektronik sampai kondom impor. Jadi kita mencari item-item yang tercantum dalam kebijakan-kebijakan mereka selama ini, supaya lebih immersive, gitu lho. Jadi para penonton juga bisa merasakan bahwa yang mereka tonton ini benar-benar menteri greget. Mengenai lirik lagu, tengah dalam pengembangan, yang jelas salah satu baitnya ‘Goyang es krim, bang, goyang es krim. Sekali goyang, harganya naik-turun. Goyang atas, goyang bawah, naik-turun bukan urusan saya.’” jelasnya sembari menutup konferensi pers.

Keputusan para menteri yang mengurus perekonomian Indonesia memang tengah menarik perhatian masyarakat dan menimbulkan sejumlah pro dan kontra di kalangan netizen karena sejumlah kebijakan dan peraturan pajak mengenai barang-barang impor.

Bulan Juni lalu, pemerintah menetapkan bahwa barang-barang impor seperti tas dan arloji yang tergolong bermerk mewah dibebaskan dari Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM), dan dimaksudkan agar masyarakat Indonesia tidak perlu lagi pergi ke Singapura atau negara lain untuk membeli barang-barang tersebut agar lebih murah.

Bulan ini, pemerintah kembali mengeluarkan kebijakan untuk menaikkan bea impor beberapa kategori komoditas, seperti makanan, pakaian, peralatan rumah tangga, alat-alat kesehatan, alat musik, serta minuman beralkohol untuk mendorong daya saing barang lokal dari sisi harga. (SMG)

 

===

 

DISCLAIMER

Iklan

Shaka

Other posts by


FOLLOW US

ARTIKEL LAWAS