Iklan
LATEST TWEET

Buntut Kesalahan Undangan, Setneg Disinyalir Akan Ganti Seluruh Keyboard di Kantor

July 10, 2015       Politik, z_Hot Stuff      
Dua versi undangan acara pelantikan Kepala BIN dan Panglima TNI yang diedarkan oleh Kantor Setneg. Terdapat kesalahan pada penulisan nama lengkap BIN, dan kemudian diperbaiki di versi kedua. (photo courtesy liputan6.com)

Dua versi undangan acara pelantikan Kepala BIN dan Panglima TNI yang diedarkan oleh Kantor Setneg. Terdapat kesalahan pada penulisan nama lengkap BIN, dan kemudian diperbaiki di versi kedua. (photo courtesy liputan6.com)

JAKARTA, POS RONDA – Meskipun pihak Sekretariat Negara (Setneg) telah mengumumkan permohonan maaf secara publik terkait kesalahan penulisan dalam undangan pelantikan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) dan Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI), kondisi yang kurang kondusif di internal disinyalir masih terjadi.

Keadaan tersebut dikemukakan oleh pakar politik konspirasi, Tatang Suripno, yang mengaku mendapatkan informasi tersebut dari ‘orang dalam’, dan menolak mengungkapkan identitas narasumber tersebut. Sebagai akibat dari kesalahan undangan, seluruh keyboard komputer yang berada di kantor Setneg akan diganti dengan pengadaan ulang.

Dalam undangan tersebut awalnya terdapat kesalahan pengetikan nama penuh BIN menjadi Badan Intelijen Nasional, bukan Negara seperti yang seharusnya. Beberapa waktu setelah undangan pertama diedarkan, muncul undangan kedua yang mencantumkan nama penuh BIN secara benar.

“Rupanya, para keyboard dianggap terbukti mempermalukan kelembagaan dan dituding melakukan usaha delegitimasi pemerintah karena membuat Setneg terlihat seperti sekretariat RT (rukun tetangga). Jelas sebagai lembaga kementerian, kesalahan seperti itu dalam undangan adalah fatal terutama bila sempat disebarkan untuk kemudian direvisi kembali. Keyboard-keyboard itu juga dianggap membuka borok Setneg karena seakan menunjukkan tidak adanya mekanisme proofreading dari pejabat eselon rendah hingga tinggi,” ujarnya saat berbicara kepada POS RONDA pagi ini (9/7).

Berdasarkan cerita narasumber, menurut Tatang, sempat ada keinginan meminta presiden untuk mengeluarkan peraturan presiden (Perpres) yang mengubah nama lengkap BIN, dari ‘Negara’ menjadi ‘Nasional’. Namun, berhubung presiden baru saja keluar dari permasalahan Perpres BPJS Ketenagakerjaan, cara ini dianggap akan menciptakan masalah baru.

Untuk menyiasatinya, bahkan sempat ada usulan untuk menggugat BIN karena menggunakan kata ‘Negara’ untuk inisial N. Para pejabat Setneg merujuk kepada lembaga-lembaga lain yang menggunakan kata ‘Nasional’. Bila metode ini benar ditempuh, kemungkinan besat Setneg akan bekerja sama dengan Badan Standarisasi Nasional mewajibkan inisial N dalam singkatan untuk mendapat sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI).

“Untungnya itu tidak terjadi pada peristiwa kali ini. Mereka memilih untuk meminta maaf atas kesalahan institusi dan itu patut dihargai. Namun secara tradisi, harus ada pihak yang disalahkan dan kini para keyboard yang kena,” lanjut Tatang.

Tidak diketahui apa yang akan terjadi pada para keyboard lama setelah digantikan dengan yang baru. Meski demikian, pergantian keyboard kemungkinan besar tidak akan terjadi dengan segera mengingat harus ada pengajuan anggaran untuk menggantinya. Saat ini, pihak Setneg diperkirakan tengah menyelidiki apakah para printer di kantor terlibat dan bekerja sama dengan para keyboard dalam kesalahan undangan tersebut. (SMG)

 

===

 

DISCLAIMER

Iklan

Shaka

Other posts by


FOLLOW US

ARTIKEL LAWAS