Iklan
LATEST TWEET

Soal Seragam Militer Presiden Saat Terima Tamu Sipil, Stafsus: “Beliau Memang Hobi Cosplay!”

June 18, 2015       Politik, z_Hot Stuff      
Presiden Joko Widodo saat menemui ketua rombongan PP Muhammadiyah Din Syamsuddin di Istana Negara hari Selasa lalu (16/6). Presiden dikritik karena mengenakan seragam militer saat menjamu tamu dari kalangan sipil. Meski demikian, Stafsus Kepresidenan kemudian memberikan klarifikasi bahwa itu merupakan hobi presiden menjadi cosplayer. (photo courtesy greaterjakarta.com)

Presiden Joko Widodo saat menemui ketua rombongan PP Muhammadiyah Din Syamsuddin di Istana Negara hari Selasa lalu (16/6). Presiden dikritik karena mengenakan seragam militer saat menjamu tamu dari kalangan sipil. Meski demikian, Stafsus Kepresidenan kemudian memberikan klarifikasi bahwa itu merupakan hobi presiden menjadi cosplayer. (photo courtesy greaterjakarta.com)

 

JAKARTA, POS RONDA – Staf Khusus (Stafsus) Kepresidenan di Bidang Penyediaan Sandang Internal, Kornelio Bahar, meminta agar masyarakat tidak mempersoalkan pakaian seragam militer yang dikenakan oleh Presiden Joko Widodo saat menjamu tamu sipil di Istana Negara.

Menurut keterangan Kornel dalam konferensi pers kemarin sore (17/6), penggunaan pakaian tersebut sangat wajar karena presiden memiliki kegemaran tersendiri dalam melakukan costume play atau cosplay, yaitu aktivitas mengenakan kostum atau aksesoris yang telah ditentukan untuk merepresentasikan karakter atau pemikiran tertentu.

“Kita semua sebagai manusia pasti punya hobi atau kegemaran. Pak Presiden dalam hal ini memang memiliki hobi sebagai cosplayer dan portfolionya sudah berpengalaman. Ini menunjukkan bahwa beliau berjiwa muda karena bisa memeluk unsur pop culture,” jelasnya.

Seragam militer tersebut dapat dianggap sebagai portfolio cosplay teranyar dari Joko Widodo. Kornel mengingatkan masyarakat bahwa sebelumnya presiden juga pernah melakukan cosplay sebagai tukang tambal ban, tukang sapu, tukang becak, sampai memerankan pengendara kuda bermahkota.

Digunakannya seragam militer saat menemui rombongan pengurus pusat Muhammadiyah hari Selasa lalu (16/6), merupakan bentuk kerinduan presiden terhadap hobinya tersebut. “Anda pasti bisa membayangkan bahwa menjadi presiden disertai dengan jadwal yang begitu padat. Bapak (presiden) sudah lama sekali tidak menyalurkan hobinya. Karena rindu, maka hari itu beliau minta cosplay sebagai perwira militer.”

Presiden mendapatkan kritik dari berbagai kalangan ketika publik mengetahui dikenakannya pakaian militer tersebut untuk menjamu perwakilan dari pihak sipil. Alasan awal mengenai jadwal yang terlalu padat dianggap tidak masuk akal karena seharusnya tim protokoler bisa memberikan kesempatan untuk presiden untuk berganti pakaian.

Portfolio cosplay Presiden Jokowi menurut Kornelio Bahar, Stafsus Kepresidenan di bidang penyediaan sandang internal. Menurutnya, presiden adalah cosplayer yang berpengalaman dan memiliki segudang portfolio. (photos from various sources)

Portfolio cosplay Presiden Jokowi menurut Kornelio Bahar, Stafsus Kepresidenan di bidang penyediaan sandang internal. Menurutnya, presiden adalah cosplayer yang berpengalaman dan memiliki segudang portfolio. (photos from various sources)

Beberapa pihak juga mengecam bahwa presiden yang berasal dari kalangan sipil menggunakan seragam militer, namun pakar politik fesyen Henki C. Tombin mengatakan bahwa seragam tersebut merupakan hak presiden sebagai Panglima Tertinggi Tentara Nasional Indonesia (TNI), tidak peduli berasal dari sipil ataupun militer. Namun, menurutnya ada unsur kepantasan yang tidak diperhatikan baik oleh Presiden Jokowi sendiri maupun tim protokolernya.

“Saat menjamu tamu atau menghadiri acara dari kalangan sipil, seorang presiden harusnya menggunakan pakaian sipil juga. Ini juga berlaku pada presiden berlatar belakang militer sekalipun.Tidak ada alasan sebenarnya untuk mengatakan tidak sempat ganti baju. Ada unsur kepantasan yang harus dijaga karena ini berhubungan dengan citra dan wibawa presiden. Presiden yang salah kostum akan memberikan pesan kepada publik bahwa dia tidak punya persiapan ataupun tim protokoler yang baik. Lebih buruk lagi, dia bisa dianggap sebagai sosok yang tidak bisa menempatkan diri dengan semestinya.” paparnya saat dimintai pendapat oleh POS RONDA di kediamannya pagi ini (18/6).

Dalam kasus ini, Henki mengaku menyalahkan pihak protokoler yang tidak bisa meyakinkan presiden untuk tidak melakukan cosplay pakaian militer saat menjamu tamu sipil. Dalam sudut pandang lain, ini seakan menggambarkan bahwa tim protokoler saat ini tidak memahami etika yang diperlukan untuk menjaga kewibawaan posisi presiden. Apabila memang presiden ingin melakukan cosplay, sejak awal seharusnya tim protokoler sudah menentukan tema dari pertemuan atau jamuan tersebut dan menyebutkan penggunaan kostum sebagai dress code.

Seusai acara tersebut, para tamu mengaku sedikit kecewa karena tidak mendapatkan informasi untuk menggunakan kostum. Hal ini terlihat dari pengakuan pimpinan rombongan tamu, Din Syamsuddin, yang sebenarnya juga ingin menggunakan seragam pendekar.

“Tadi Presiden berpakaian Panglima Tertinggi TNI, angkatan perang. Kalau begitu, saya juga pakai baju pendekar tapak suci Muhammadiyah,” ujar Din saat itu sambil tertawa. (SMG)

 

===

 

DISCLAIMER

 

 

Iklan

Shaka

Other posts by

2 Responses

  • PENCITRAAN PLANGA PLONGO

    on June 21, 2015, 12:19:48

    mana katanya cinta indonesia
    tapi nggak pake batik masih pake aja itu pakaian antek antek asing
    PENCITRAAN

    Reply to PENCITRAAN
  • Doni

    on June 22, 2015, 09:04:09

    wakakaka…walaupun gmn pak jokowi tetep presiden yang paling dicintai..sekaligus paling dicengin hehehe…btw, ada yg masih pake kartu nama dr kertas? ayo ganti dgn kartu nama online, taruh/embed kartu nama di blog/website dgn mudah, buat dan bertukar kartu nama di berkenalan.com: https://berkenalan.com

    Reply to Doni


FOLLOW US

ARTIKEL LAWAS