Iklan
LATEST TWEET

Setelah #JokowiBohong Trending Topic, Muncul #MahasiswaKokMauDiPHP

May 25, 2015       Politik, z_Hot Stuff      
Tangkapan layar cuitan dari Ketua BEM UI, Andi Aulia Rahman, yang menyampaikan tagar #JokowiBohong bersama BEM kampus-kampus lain di Indonesia. Meski banyak dukungan kepada para mahasiswa, tidak sedikit yang mempertanyakan kenapa mereka terlalu mudah mempercayai janji yang dilontarkan oleh para politisi. (photo courtesy okezone.com)

Tangkapan layar cuitan dari Ketua BEM UI, Andi Aulia Rahman, yang menyampaikan tagar #JokowiBohong bersama BEM kampus-kampus lain di Indonesia. Meski banyak dukungan kepada para mahasiswa, tidak sedikit yang mempertanyakan kenapa mereka terlalu mudah mempercayai janji yang dilontarkan oleh para politisi. (photo courtesy okezone.com)

JAKARTA, POS RONDA – Tagar #JokowiBohong yang muncul sebagai trending topic melalui jejaring sosial Twitter memunculkan respon dari sebagian masyarakat yang mencuitkan #MahasiswaKokMauDiPHP. Meski masih terpaut jauh dengan tagar pertama, namun jumlah mention yang ada memunculkan peluang untuk menjadikan tagar kedua sebagai trending topic.

#JokowiBohong menjadi salah satu trending topic Twitter setelah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di berbagai kampus menyerukan tagar tersebut untuk mengkritik Presiden Joko Widodo yang dianggap ingkar janji untuk menemui para perwakilan mahasiswa hari ini (25/5).

“#JokowiBohong akhirnya benar-benar kejadian. Sabtu malam kemarin, Presiden melalui Mensesneg membatalkan agenda pertemuan besok dengan sepihak,” tulis Ketua BEM Universitas Indonesia, Andi Aulia Rahman, dalam akun Twitternya kemarin (24/5).

Meski banyak dukungan terhadap para mahasiswa yang menuntut janji Jokowi untuk bertemu dan berdialog, ada pihak yang menilai bahwa seorang presiden memang sangat sibuk dan tidak bisa mengakomodir keinginan mahasiswa seandainya ada agenda yang dianggap lebih penting. Di sisi lain, cukup banyak pula yang mempertanyakan mengapa para mahasiswa bisa begitu mudah mempercayai perkataan jajaran staf kepresidenan dan menteri yang menjanjikan mereka untuk bisa bertemu dengan presiden melalui pemberian harapan palsu (PHP).

Melalui Twitter, pemilik akun @RojoLele22 mempertanyakan hal tersebut dalam cuitannya. “Rame #JokowiBohong, tapi kenapa dari awal @bem_indonesia gampang banget percaya, jelas-jelas #JokowiMahGituOrangnya. #MahasiswaKokMauDiPHP”

Hal yang sama juga terlontar dari akun @HeriSabening, yang menganggap jabatan presiden dan menteri sebagai jabatan politis yang diisi politisi, sehingga wajar bila sering ingkar janji. “Jabatan politis ya isinya politisi. Kalau politisi ingkar janji ya memang dari jaman siapa saja tradisinya sudah begitu. Katanya mahasiswa cerdas dan kritis. #MahasiswaKokMauDiPHP”

Tangkapan layar dari akun Twitter @RojoLele22, yang mempertanyakan mengapa para aktivis mahasiswa terlalu mudah percaya kepada janji presiden dan para pembantunya. (courtesy of lemmetweetthatforyou.com)

Tangkapan layar dari akun Twitter @RojoLele22, yang mempertanyakan mengapa para aktivis mahasiswa terlalu mudah percaya kepada janji presiden dan para pembantunya. (courtesy of lemmetweetthatforyou.com)

Menurut pakar komunikasi politik Yekti Hasroel Santoso, hal ini terjadi karena para pengurus BEM dan perwakilan mahasiswa bersikap terlalu naïf dengan percaya begitu saja kepada janji pejabat pemerintahan. Apalagi, pejabat tersebut merupakan pemangku jabatan politis, bukan jabatan karir sebagai pegawai negeri.

Saat diwawancara POS RONDA di kampus Universitas Jayabangsa Indonesia (UJI), Jakarta, siang ini, Yekti juga menanggap bahwa para mahasiswa tersebut harus diberikan pendidikan mengenai dinamika politik dan mengimbau kepada kampus-kampus di seluruh Indonesia untuk membentuk mata kuliah ‘dinamika dan kebohongan politik’ di seluruh fakultas, tidak terbatas hanya jurusan ilmu politik ataupun ilmu sosial lainnya.

“Bagi saya, mereka ini terlalu lugu. Ingin turun ke jalan, berdialog dengan Presiden tapi mereka sendiri belum paham yang namanya dinamika dan komunikasi politik. Penuh tipu daya dan penusukan dari belakang. Akhirnya kaget dan kecewa. Kalau jadi aktivis mahasiswa, jangan mudah percaya kalau dijanjikan apapun terutama oleh politisi. Dijanjikan diajak dialog atau beasiswa ke luar negeri, misalnya. Kalau belum ada hitam di atas putih, jangan mudah percaya. Ada perjanjian tertulis saja masih bisa mangkir, apalagi hanya janji lisan,” papar Yekti.

Meski demikian, Yekti mengaku dirinya tetap mendukung pergerakan mahasiswa untuk menuntut dan mengawasi pemerintah menepati janji-janji pada masa kampanye, serta merumuskan kebijakan-kebijakan yang mendukung terciptanya kesejahteraan masyarakat. (SMG)

 

===

 

DISCLAIMER

Iklan

Shaka

Other posts by

One Respond

  • Meng Gading

    on May 25, 2015, 16:45:06

    wah saya termasuk salah satu pemilih pak jokowi dan saya sangat senang menjadi bagian dari perubahan yg telah dilakukan pak jokowi…
    btw, ada yg masih pake kartu nama dr kertas? ayo ganti dgn kartu nama online, taruh/embed kartu nama di blog/website dgn mudah, buat dan bertukar kartu nama di berkenalan.com: https://berkenalan.com

    Reply to Meng


FOLLOW US

ARTIKEL LAWAS