Iklan
LATEST TWEET

Prostitusi Selebriti Jadi Isu Terpenting di Kampanye Pilkada Tahun Ini

May 12, 2015       Politik, z_Hot Stuff      
Prostitusi kembali menjadi topik hangat di masyarakat beberapa waktu terakhir, terutama setelah muncul kasus yang melibatkan nama sejumlah selebriti. Topik prostitusi selebriti ini diperkirakan akan menjadi salah satu isu paling penting dan menjadi primadona bagi para kandidat dalam kampanye Pilkada tahun ini. (picture by Shutterstock on Kompas.Com)

Prostitusi kembali menjadi topik hangat di masyarakat beberapa waktu terakhir, terutama setelah muncul kasus yang melibatkan nama sejumlah selebriti. Topik prostitusi selebriti ini diperkirakan akan menjadi salah satu isu paling penting dan menjadi primadona bagi para kandidat dalam kampanye Pilkada tahun ini. (picture by Shutterstock on Kompas.Com)

JAKARTA, POS RONDA – Permasalahan jaringan prostitusi yang terkait sejumlah selebriti Indonesia diperkirakan akan menjadi isu paling krusial saat kampanye Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang akan dilaksanakan secara serentak beberapa tahun ke depan.

Pengamat politik dari Universitas Sunda Kelapa (USK), Peter B. Tamam, mengatakan bahwa isu tersebut bahkan akan lebih unggul dari topik-topik lain seperti kesejahteran sosial, penciptaan lapangan kerja, ataupun kesehatan.

“Media online dan konvensional punya andil besar karena mereka terus-menerus mengangkat isu ini. Dari hasil survei yang kami lakukan beberapa hari terakhir ini, masyarakat menganggap bahwa prostitusi artis merupakan permasalahan krusial yang berpengaruh pada hidup mereka,” ucapnya saat menjadi pembicara dalam seminar mengenai Pilkada Serentak di kampus USK, Jakarta, pagi ini (12/5).

Pengaruh tersebut begitu mendalam sampai para responden tidak bisa tidur dengan nyenyak. “Dari hasil yang ada, kami mendapati bahwa para responden tidak bisa tidur beberapa malam karena mencoba menebak-nebak inisial para artis yang diberitakan oleh media. Menurut responden ini seru, misalkan menebak TB itu siapa, MT siapa, dan inisial-inisial lainnya juga.”

Dikarenakan pengaruh yang kuat ini, maka para kandidat akan beramai-ramai membicarakan soal prostitusi selebriti. Menurut perkiraan Peter dan tim penelitiannya, akan terbentuk dua kubu besar. Satu kubu akan mendukung dilegalkannya prostitusi selebriti, sementara kubu lainnya menolak. Polaritas yang kuat ini justru akan menunjukkan bahwa bagi para kandidat dan masyarakat sendiri, persoalan inilah yang paling penting.

Topik lain seperti pemberantasan korupsi, reformasi birokrasi, pengentasan kemiskinan, akses kesehatan, serta penciptaan lapangan pekerjaan diperkirakan tidak lagi masuk menjadi program-program utama para kandidat. Apabila seorang calon kepala daerah tidak mengangkat isu prostitusi selebriti, maka ia akan dianggap tertinggal dalam lingkup pergaulan para politisi.

“Masalah kemiskinan dan lain-lain akan menjadi tidak penting. Selain karena sebagian besar kandidat memang lebih menyukai topik seperti prostitusi artis, atau bahkan mungkin juga pelaku di bidang tersebut, masyarakat sendiri juga tidak peduli tentang isu-isu lainnya. Selama ini publik selalu diberi janji-janji yang pada akhirnya jarang ditepati, sehingga mereka akan lebih memilih untuk peduli pada isu esek-esek, karena lebih berdampak dan menggugah bagi hidup mereka, seperti nggak bisa tidur itu tadi. Ditambah lagi bagaimana media online yang menjadi sumber utama dalam berbagi di sosial media sangat sering membahasnya. Lengkap sudah,” jelas Peter.

Pada bulan Desember 2015, terdapat 9 provinsi serta 260 kabupaten dan kota di Indonesia yang akan menyelenggarakan pilkada secara serentak sebagai gelombang pertama. Terdapat keseluruhan sejumlah tujuh gelombang yang akan dilaksanakan secara bertahap untuk mencapai pemilu serentak yang sempurna di tahun 2027. (SMG)

 

====

 

DISCLAIMER

Iklan

Shaka

Other posts by


FOLLOW US

ARTIKEL LAWAS