Iklan
LATEST TWEET

Dewan Primata Desak Australia Hentikan Eksekusi Jutaan Kanguru

April 30, 2015       Internasional, Politik, z_Hot Stuff      
Ilustrasi parodi lambang negara Australia dari Geoff Richardson, mengenai berlanjutnya perburuan fauna yang menjadi simbol satwa nasional di negara tersebut. (picture taken from smh.com.au)

Ilustrasi parodi lambang negara Australia dari Geoff Richardson, mengenai berlanjutnya perburuan fauna yang menjadi simbol satwa nasional di negara tersebut. (picture taken from smh.com.au)

JAKARTA, POS RONDADewan Primata Indonesia (DPI) mendesak Australia melarang pembantaian kanguru baik secara komersial maupun disponsori oleh pemerintah setempat. DPI menyatakan bahwa puluhan juta ekor spesies hewan marsupial tersebut terbunuh di Australia demi kepentingan komersial, rekreasi, maupun pencegahan atas kelebihan populasi.

“Setiap tahunnya jutaan saudara kami, meski berbeda spesies, terbunuh dengan kesengajaan di benua tersebut. Saya rasa merupakan hal yang ironis di mana Australia mengagungkan kanguru sebagai fauna nasional mereka sekaligus sebagai negara yang mengaku menjunjung tinggi hak atas kehidupan, namun ternyata juga membantainya dalam jumlah yang besar,” ujar Kabir, oa asal Jawa Tengah yang kini menjabat wakil ketua DPI kepada POS RONDA, pagi ini (30/4) di Jakarta.

Kabir juga mengingatkan pemerintah Australia bahwa nyawa spesies-spesies di bumi merupakan pemberian dari Sang Pencipta, termasuk manusia dan kanguru. Dengan demikian, menurutnya, kegiatan manusia menghilangkan nyawa kanguru dengan sengaja merupakan hal yang tidak alamiah.

Ia menganggap tindakan ini tidak etis dan melanggar hak asasi kanguru. “Ini jelas tidak etis dan memuakkan. Kanguru sudah lama tinggal di tanah Australia sebelum para pendatang dari Inggris menginjakkan kaki di sana, dan mereka punya hak untuk hidup tenang dan bertahan sebagai satu kelompok spesies. Apa yang terjadi saat ini merupakan pelanggaran hak asasi untuk hidup, di mana manusia secara sistematis melakukan genosida spesies dan tidak memberikan kesempatan kedua. Para kanguru itu bahkan sejak awal tidak bersalah, tidak berniat mengganggu, dan hanya menjadi korban.”

Berdasarkan keterangan Kabir, DPI telah mengirimkan surat untuk mendesak pemerintahan Tony Abbott untuk memberlakukan larangan eksekusi komersial ataupun terencana terhadap kanguru beserta beberapa spesies lainnya termasuk koala dan emu.

DPI juga akan berkoordinasi dengan Australia-New Zealand Primate Association (ANZPA), Kangaroo Council of Australia, beserta beberapa lembaga perlindungan hewan lainnya untuk mencapai tujuan ini. Selain itu, para ketua DPI juga akan meminta dukungan Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Ban Ki-Moon untuk menyatakan bahwa menjadi kanguru bukanlah aksi kriminal sehingga spesies tersebut tidak perlu dibunuh.

Jumlah kanguru yang terbunuh di Australia mencapai jumlah minimal dalam angka ratusan ribu setiap tahunnya. Selain perburuan untuk pengambilan daging bagi kepentingan komersial, terdapat juga perburuan yang disponsori oleh pemerintah, berdasarkan pertimbangan untuk menjaga agar populasinya tidak berlebihan demi menjaga pasokan pangan dan kesehatan spesies itu sendiri. Kondisi yang sama juga diberlakukan bagi spesies ternama lainnya yang berasal dari Australia, koala.

Uniknya, desakan DPI ini seakan bersamaan dengan protes yang dilakukan pemerintah Australia terhadap Indonesia atas eksekusi hukuman mati dua warga negaranya terkait kasus narkoba, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran.

Belum ada tanggapan resmi dari pihak pemerintahan Tony Abbott atas protes DPI atas nasib puluhan juta ekor kanguru di Australia tersebut, namun para pengamat memprediksi bahwa Abbott akan menolak permintaan DPI karena potensi nilai ekonomi dari daging kanguru, yang merupakan salah satu komoditas dalam industri makanan di benua tersebut. (SMG)

 

===

 

DISCLAIMER

 

Iklan

Shaka

Other posts by

One Respond

  • Meng Gading

    on May 7, 2015, 16:29:19

    wakakakaka…pak tony abott kemana nih..apa masih tega meliat kangguru2 ditembak mati…
    btw, ada yg masih pake kartu nama dr kertas? ayo ganti dgn kartu nama online, taruh/embed kartu nama di blog/website dgn mudah, buat dan bertukar kartu nama di berkenalan.com: https://berkenalan.com

    Reply to Meng


FOLLOW US

ARTIKEL LAWAS