Iklan
LATEST TWEET

Ribut Soal Bubur Diaduk atau Tidak, Dua Pria Adu Jotos

April 20, 2015       Sosial, z_Hot Stuff      
Penjual bubur ayam. Sebagai salah satu makanan dan jajanan favorit di Indonesia, bubur ayam memiliki dua kutub penggemar yang sangat berbeda. Sebagian menyukai bubur yang diaduk, sementara lainnya menginginkan bubur mereka murni dalam bentuk awalnya. Perbedaan keyakinan ini tidak jarang menimbulkan perkelahian, dan seringkali berakhir dengan penjual bubur yang mengalami kerugian terbesar. (photo courtesy dananwahyu.com)

Penjual bubur ayam. Sebagai salah satu makanan dan jajanan favorit di Indonesia, bubur ayam memiliki dua kutub penggemar yang sangat berbeda. Sebagian menyukai bubur yang diaduk, sementara lainnya menginginkan bubur mereka murni dalam bentuk awalnya. Perbedaan keyakinan ini tidak jarang menimbulkan perkelahian, dan seringkali berakhir dengan penjual bubur yang mengalami kerugian terbesar. (photo courtesy dananwahyu.com)

JAKARTA, POS RONDA – Malang nian nasib Wardoyo (37). Tukang bubur ayam yang biasa mangkal di salah satu ruas jalan di wilayah Kebayoran Utara, Jakarta Selatan ini terancam gulung tikar karena gerobak dagangannya hancur berantakan setelah terjebak dalam perkelahian antara kedua pelanggannya yang beradu mulut mengenai bubur sebaiknya diaduk atau tidak.

Para pelanggan tersebut, JE (23) dan AH (26), kini digelandang oleh pihak berwenang ke Kantor Polsek Kebayoran Utara sebagai tersangka atas tuduhan pengrusakan barang milik pribadi dan mengganggu ketertiban umum.

Kapolsek Kebayoran Utara, AKBP Alam Tribuana, mengatakan bahwa permasalahan bermula saat kedua tersangka masing-masing memesan seporsi bubur dari Wardoyo. Setelah menerima semangkok bubur, JE kemudian mengaduknya. Namun, aksi ini kemudian mendapatkan reaksi negatif dari AH, yang menghardiknya dengan mengatakan bahwa bubur tidak boleh diaduk, namun JE tidak menggubris. Perbedaan pendapat ini berujung pada pertikaian dan adu jotos yang menyebabkan rusaknya gerobak dagangan Wardoyo serta beberapa fasilitas umum di sekitarnya.

“Saat ini kami masih menggali keterangan lanjutan dari beberapa saksi, namun tersangka JE dan AH juga sudah mengakui perbuatan mereka. Kemungkinan besar mereka akan dikenakan pasal 170 KUHP soal perusakan fasilitas umum serta pasal 406 KUHP mengenai perusakan barang milik orang lain, karena jelas tukang bubur menjadi korban karena gerobak dagangannya rusak,” papar Alam di kantor Polsek Kebayoran Utara kemarin (19/4).

Saat ditanya lebih lanjut, ia juga mengatakan adanya potensi radikalisme pada kedua tersangka. Meski demikian, Alam tidak sepenuhnya yakin apakah hal tersebut dapat masuk dalam definisi radikalisme. “Kedua tersangka sepertinya memang fanatik terhadap pilihan masing-masing. JE mengaduk bubur karena menurutnya itu bagian dari kebebasan alamiah manusia, ‘my food, my rules’, kata tersangka saat dimintai keterangan tadi. Sementara itu, menurut AH, bubur tidak diaduk merupakan kebenaran yang hakiki. Mengaduk bubur, menurutnya adalah status kehidupan yang lebih rendah.”

Ia mengatakan bahwa pihaknya akan menambah intensitas pengawasan terhadap para pelanggan tukang bubur untuk mencegah bentrokan serupa terulang lagi, serta sebagai langkah untuk meminimalisir penyebaran paham radikal bubur. Pihak kepolisian, menurut Alam, memang sudah mengendus adanya pertumbuhan jumlah penganut paham idealisme bubur, baik kubu bubur diaduk maupun bubur tidak diaduk di Indonesia.

Meski JE dan AH sudah mengakui perbuatannya dan akan diproses secara hukum, kekalahan terbesar ada di pihak Wardoyo yang terancam kehilangan mata pencahariannya. Menurut penuturannya, gerobak bubur yang kini telah hancur itu didapatkan dari hasil hutang yang belum lunas. Sekarang ia mengaku pusing dan bingung mengenai cara mendapatkan gerobak baru dan membayar hutangnya.

“Badan lemes rasanya waktu pas lihat gerobak saya terguling terus jatuh, hancur. Cicilan hutangnya juga belum lunas, mas, terus saya harus menghidupi anak-istri saya bagaimana? Gerobak seperti itu nggak murah buat orang seperti saya, apalagi masih harus menyisihkan uang buat kebutuhan sehari-hari keluarga. Ini naik, itu naik, pusing saya, mas,” ujarnya kepada POS RONDA dengan nada lirih.

Wardoyo mengaku akan meminta ganti rugi berupa gerobak baru kepada JE dan AH. Jika diperlukan, ia akan mencari bantuan dari lembaga bantuan hukum setempat di dekat tempat tinggalnya. (SMG)

 

===

 

DISCLAIMER

Iklan

Shaka

Other posts by

6 Responses

  • Meng Gading

    on April 20, 2015, 02:32:02

    wakakakakkakaka…
    kocak habiss…
    btw, ada yg masih pake kartu nama dr kertas? ayo ganti dgn kartu nama online, taruh/embed kartu nama di blog/website dgn mudah, buat dan bertukar kartu nama di berkenalan.com: https://berkenalan.com

    Reply to Meng
  • Informasi Tempat Wisata Lengkap

    on May 10, 2015, 23:52:53

    Wih seru banget perkara bubur ayam samapi ada namanya paham radikal bububue. Ini cerita beneran apa cuma joke ya hahahhahah

    Reply to Informasi
  • fn

    on May 29, 2015, 05:02:29

    dasar bego gitu aja jadi berantem, gk make otak tangan pun jadi. blegug sia dasar

    Reply to fn
    • biji

      on June 20, 2015, 02:28:46

      serius amat gan, wong cuma cerita fiksi koq…

      Reply to biji


FOLLOW US

ARTIKEL LAWAS