Iklan
LATEST TWEET

Presiden Minta Para Menteri Untuk Bekerja Dengan “Anu”

March 23, 2015       Politik, z_Hot Stuff      
Presiden Joko Widodo saat memberikan pengarahan dalam rapat kabinet beberapa waktu lalu. Dari Jepang, presiden memberikan instruksi kepada para menterinya di Indonesia untuk bekerja dengan 'anu'. (photo courtesy fiskal.co.id)

Presiden Joko Widodo saat memberikan pengarahan dalam rapat kabinet beberapa waktu lalu. Dari Jepang, presiden memberikan instruksi kepada para menterinya di Indonesia untuk bekerja dengan ‘anu’. (photo courtesy fiskal.co.id)

JAKARTA, POS RONDA – Jawaban Presiden Joko Widodo saat menanggapi fenomena mengenai banyak dari politisi dan relawan pendukungnya saat pemilu lalu menjadi komisaris beberapa BUMN berlanjut menjadi instruksi untuk para menteri dan pejabat Kabinet Kerja Republik Indonesia.

Presiden dalam kesempatan itu menyebutkan orang-orang yang dimaksud sudah melalui proses seleksi yang ketat serta menambahkan bahwa dirinya tidak ‘anu’.

“Yang jelas itu, semuanya memakai proses seleksi. Saya nggak ‘anu’ ke sana, tapi yang jelas semuanya memakai proses seleksi,” jelas presiden seperti dikutip oleh Republika Online Jumat lalu (20/3).

Staf Khusus Kepresidenan Ekarandya Wongso menyampaikan bahwa pernyataan tersebut merupakan dasar dari instruksi baru yang dikeluarkan oleh presiden untuk para menterinya hari ini. Dalam instruksi tersebut, Presiden Jokowi meminta para menterinya untuk bekerja dan melakukan tugasnya dengan ‘anu’.

“Memang benar bahwa telah ada instruksi dari Bapak Presiden, langsung dari Tokyo, bahwa para menteri Kabinet Kerja diminta untuk bekerja dengan ‘anu’,” ujarnya saat memberikan keterangan pers di Istana Negara, pagi ini (23/3). “Beliau juga mengharapkan agar para menteri memiliki ‘anu’ yang kuat agar bisa mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi.”

Informasi tersebut membingungkan para wartawan yang hadir dalam acara itu, mengingat ‘anu’ bisa bersifat multi-tafsir. Meski demikian, Eka menyatakan bahwa ‘anu’-‘anu’ tersebut memang tidak dijelaskan lebih lanjut oleh presiden saat menyampaikan pesan itu ke dirinya.

Gini ya, Ka. Sampaikan instruksi saya pada menteri-menteri dan pejabat agar mereka itu ‘anu’, jadi supaya mereka kerjanya segera lebih ‘nganu’ gitu, lho. Ngerti, kan? Masa ndak ngerti? Saya sendiri nggak mau ‘anu’ buat itu, nggak ‘anu’ lah. Jadi ya, tolong itu ‘nganu’ kamu atau Pak Luhut yang sampaikan saja,” ujar Eka menirukan perintah Presiden Jokowi kepadanya melalui pesawat telepon semalam (22/3).

Pengamat Komunikasi Politik Universitas Jayabangsa Indonesia (UJI), Yekti Hasroel Santoso, menilai bahwa instruksi presiden ini bisa menimbulkan salah paham di antara para pembantunya. Penggunaan ‘anu’ seharusnya disertai dengan penjelasan yang lebih detail sehingga tidak ada kerancuan dalam menerjemahkan perintah presiden.

Saat dihubungi oleh POS RONDA untuk memberikan pendapat, Yekti juga mengusulkan agar Presiden Jokowi mempekerjakan penasihat ataupun seorang ahli tutur kata, sikap, dan perilaku untuk mengajarinya cara membawa diri di hadapan publik maupun pers.

“Jokowi harus mampu untuk membuat pernyataan yang tidak ambigu. Tidak hanya sekali dua kali beliau menjawab pertanyaan wartawan dengan kata ‘anu’ atau kalimat ambigu lainnya, yang akhirnya malah menimbulkan gunjingan di publik. Akhirnya reputasi presiden sendiri yang dirugikan Padahal Jokowi ini presiden, dia harus bisa memberikan jawaban dan pernyataan yang jelas, dengan tutur kata dan sikap yang rapi. Bagi saya, presiden tidak hanya sekedar jabatan politik, tapi juga harus menjadi contoh dan simbol dari penggunaan sikap dan tata bahasa Indonesia yang baik,” papar Yekti melalui telepon menjawab pertanyaan POS RONDA.

POS RONDA mencoba untuk mendapatkan keterangan dari Kepala Staf Kepresidenan Luhut Panjaitan dan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk bertanya lebih jauh mengenai maksud dari ‘anu’ yang disampaikan presiden, namun hingga saat ini belum ada tanggapan resmi dari kedua sosok tersebut.

Presiden Jokowi sendiri saat ini tengah berada dalam agenda lawatan ke Jepang dan Republik Rakyat Cina (RRC). Namun, laporan terakhir memastikan bahwa presiden akan bertolak kembali ke Asia Tenggara untuk menghadiri pemakaman mantan Perdana Menteri Singapura Lee Kuan Yew yang meninggal dunia dini hari lalu. (SMG)

 

====

 

DISCLAIMER

Iklan

Shaka

Other posts by


FOLLOW US

ARTIKEL LAWAS