Iklan
LATEST TWEET

Kemacetan di Jakarta Makin Menggila, Tiap Kendaraan Diharapkan Punya Toilet

March 16, 2015       Ekonomi & Bisnis, Megapolitan, z_Hot Stuff      
Padatnya ruas-ruas jalan di Jakarta baik tol maupun non-tol, telah menyebabkan para pengguna jalan menghabiskan waktu 6 hingga 10 jam perhari. Menghadapi hal ini, MASTIN menyarankan agar setiap kendaraan dilengkapi unit toilet untuk meningkatkan kenyamanan para penggunanya di saat kemacetan parah. (photo courtesy antaranews.com)

Padatnya ruas-ruas jalan di Jakarta baik tol maupun non-tol, telah menyebabkan para pengguna jalan menghabiskan waktu 6 hingga 10 jam perhari. Menghadapi hal ini, MASTIN menyarankan agar setiap kendaraan dilengkapi unit toilet untuk meningkatkan kenyamanan para penggunanya di saat kemacetan parah. (photo courtesy antaranews.com)

JAKARTA, POS RONDA – Semakin padatnya jalan-jalan di Jakarta dan sekitarnya membuat kemacetan menjadi salah satu masalah paling serius yang dihadapi oleh para pengguna jalan raya.

Seringkali, kendaraan bisa berhenti lama sementara para penumpangnya terjebak di dalam dan tidak bisa keluar karena jalurnya terlalu padat. Ini menjadi masalah tambahan apabila di saat tersebut, pengemudi maupun penumpang terdorong untuk buang air kecil maupun besar.

Menanggapi masalah ini, Masyarakat Transportasi dan Infrastruktur Nusantara (MASTIN) mengusulkan kepada setiap produsen otomotif di Indonesia untuk menyertakan fasilitas toilet di dalam setiap kendaraan yang diproduksi.

“Dalam perhitungan kami, saat ini sangat banyak para pengguna kendaraan yang berada di jalan, dalam kendaraan selama 6 hingga 10 jam sehari dengan minimal dua pertiga dari waktu tersebut dihabiskan dalam kemacetan. Anda bisa bayangkan kalau harus menahan sekian lama untuk buang air, pasti rasanya tidak nyaman. Oleh karena itu kami mengimbau kepada para produsen kendaraan untuk menempatkan minimal satu unit toilet dalam setiap produknya, baik itu sedan, MPV, dan lain-lain,” ujar Kepala Peneliti MASTIN, Hiramus Mulyo, dalam diskusi mengenai transportasi Ibukota di Graha Otomata, Setiabudi, Jakarta, pagi ini (16/3).

Ia juga melanjutkan, bahwa solusi ini bisa digunakan baik di kendaraan pribadi maupun umum. “Cara lain adalah mengganti tempat duduk di dalam kendaraan dengan unit toilet. Dengan demikian, bila sebuah kendaraan berisi lebih dari satu orang, tidak perlu bergantian menggunakan toilet. Jadi tinggal menambah tangki penampungan kotoran di bawah kendaraan. Mungkin akan ada sedikit masalah dengan aroma dan bau yang kurang sedap, tapi saya kira itu gunanya ada pengharum mobil dan ruangan.”

Menurut Hiramus, ini merupakan salah satu solusi dalam menyiasati kemacetan. Kendaraan pribadi dan umum sebisa mungkin harus senyaman rumah ataupun tempat kerja. Dengan waktu yang lama berada di perjalanan, kendaraan harus bisa memfasilitasi kebutuhan para pengemudi dan penumpangnya seperti buang air dan bekerja secara efektif di dalam mobil untuk menggantikan waktu yang hilang di jalan.

Kemacetan di Jakarta dan sekitarnya diperkirakan menimbulkan kerugian potensi ekonomi lebih dari Rp 60 triliun per tahun, sangat tinggi bahkan dapat dianggap menyaingi angka anggaran tahunan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Mengalihkan pengguna mobil pribadi ke kendaraan umum pun dinilai sulit karena sistem transportasi umum yang ada belum terintegrasi dengan baik dan kualitas layanannya pun masih kurang berkualitas.

“Tentunya kendaraan umum dan transportasi massal menjadi solusi klasik, tapi ini sulit diwujudkan apabila sistem yang ada tidak terintegrasi dengan baik, contohnya banyak rute trayek yang armadanya sangat minim. Selain itu, masih ada masalah lain seperti kurangnya ketepatan waktu dan kualitas layanan. Alhasil, seringkali kita dapati opini bahwa kendaraan umum tidak memberikan keuntungan yang strategis dibanding kendaraan pribadi,” papar Hiramus menyoal efektivitas sistem transportasi di Jakarta dan sekitarnya.

Meski demikian, usulan MASTIN ini ditanggapi skeptis oleh para peserta diskusi yang berasal dari perusahaan produsen otomotif. Perwakilan dari Asosiasi Produsen dan Perakit Kendaraan Nasional (APPKENAS), Totok Ismandaya, menilai bahwa usulan penempatan unit toilet akan sulit dilakukan, terutama di kendaraan yang ukurannya kecil. Namun, masukan itu tentu akan dipertimbangkan.

“Saya menilai masuknya unit toilet ke kendaraan kecil sukar direalisasikan, karena sama saja kami harus merombak desain dari apa yang sudah ada. Tapi usulan dari MASTIN ini baik, dan akan kami tampung sebagai masukan bila anggota-anggota kami akan mendesain tipe-tipe kendaraan yang baru,” jelas Totok. (SMG)

 

===

 

DISCLAIMER

Iklan

Shaka

Other posts by

One Respond

  • ewkjritkas

    on May 27, 2015, 06:12:44

    sadis bro komentarnya kepala MASTIN. tapi bener juga sih

    Reply to ewkjritkas


FOLLOW US

ARTIKEL LAWAS