Iklan
LATEST TWEET

Demam Berlanjut, Pemerintah Siapkan Aturan Pajak Batu Akik

March 11, 2015       Ekonomi & Bisnis, Politik, Sosial, z_Hot Stuff      
Demam batu akik yang melanda Indonesia melahirkan angka transaksi dan kepemilikan batu yang cukup besar. Kondisi ini akan  digunakan pemerintah untuk memaksimalkan pendapatan negara melalui pajak. (photo courtesy termoglas.com)

Demam batu akik yang melanda Indonesia melahirkan angka transaksi dan kepemilikan batu yang cukup besar. Kondisi ini akan digunakan pemerintah untuk memaksimalkan pendapatan negara melalui pajak. (photo courtesy termoglas.com)

JAKARTA, POS RONDA – Meningkatnya popularitas batu akik di Indonesia serta semakin banyak orang yang memilikinya mendapatkan perhatian dari pemerintah. Setelah berencana mengenakan sertifikasi dan perizinan pada toko online dan menaikkan harga materai, pemerintah kini menyiapkan aturan pajak untuk batu akik.

Staf Khusus Pemerintah di bidang Optimalisasi Bea Perizinan, Retribusi, Pajak, dan Komisi, Beringin Lasmono, kembali mengungkapkan rencana pemerintah tersebut setelah sebelumnya juga menyebutkan rencana pemerintah untuk memberlakukan e-materai untuk para blogger.

Menurut Ringin, banyaknya jumlah, jenis, dan suplai batu akik di Indonesia merupakan potensi ekonomi yang besar bagi kas pemerintah, tepatnya melalui pajak. Menyebutnya sebagai Pajak Batu Akik, ia menyebutkan bahwa aturannya sedang disiapkan agar bisa memaksimalkan pendapatan pajak pemerintah untuk membiayai proyek-proyek infrastruktur besar.

Pajak untuk batu akik ini akan berbeda dengan masuknya batu akik sebagai kategori barang mewah. Pajak ini akan menjadi tambahan bagi pajak barang mewah untuk batu akik yang berlaku Juli nanti.

“Batu akik akan dikenakan pajak dalam dua hal, yaitu transaksi dan kepemilikan. Transaksi dalam arti jual-beli, maka di sini akan jadi pajak tambahan selain Pajak Barang Mewah dan PPN (pajak pertambahan nilai). Kalau di atas Rp. 250.000 harus ditambah lagi bea materai. Sementara itu, ada juga pajak kepemilikan batu akik. Ini mirip seperti PBB (pajak bumi dan bangunan), toh bagaimana pun batu akik asalnya dari bumi juga, jadi ya jangan protes kalau kena pajak,” papar Ringin menjelaskan rencana aturan pajak tersebut di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, pagi ini (11/3).

Ia menambahkan, semakin tinggi kualitas batu akik akan semakin tinggi pajaknya. Mengenai kategorisasi kualitas tersebut, Ringin belum bisa menjelaskan secara detail karena belum ada kesepakatan di antara para pejabat yang menggodok aturan pajak tersebut.

Ini dikarenakan belum ada kesamaan pemikiran antara para pejabat, menurut Ringin. “Jadi masing-masing dari mereka sudah punya batu akik, dan malah saling membandingkan mana yang lebih bagus dan lebih berkhasiat dari koleksi mereka. Alhasil dari hasil debat tinggi-tinggian nilai, harganya jadi naik drastis dan pajaknya malah jadi mahal. Nah, sampai di sini balik lagi ke awal karena pejabatnya sendiri nggak mau bayar pajak setinggi itu.”

Namun menurut bocoran yang diberikan Ringin, besarnya pajak transaksi batu akik akan berkisar antara 5 hingga 10 persen dari nilai transaksi sebelum pajak. Sementara itu, pajak kepemilikan batu akik lokal kemungkinan 5 persen dari nilai batu tersebut per tahun, dan 10 hingga 15 persen jika impor.

Penentuan nilai tersebut akan diatur dalam mekanisme berbeda yang masih satu atap dengan pajak batu akik. Nantinya, setiap batu akik yang telah punya pemilik wajib disertifikasi dan diberikan angka Nilai Jual Objek Batu (NJOB). Dari NJOB itu akan diketahui pajak yang harus dibayar oleh pemilik.

Demam batu akik telah melanda masyarakat Indonesia sejak tahun 2014. Sebelumnya, memang penggemar batu akik sendiri juga sudah berjumlah besar, namun akhirnya melonjak tajam dan menghasilkan situasi demam batu akik.

Permintaan yang bertambah membuat harga batu akik semakin mahal. Tidak jarang barang palsu pun membanjiri pasaran. Pencarian dan penambangan batu akik pun mulai menjamur, dalam beberapa kasus justru melahirkan kekhawatiran akan potensi kerusakan lingkungan, serta konflik antar warga. Beberapa pihak meyakini booming batu akik ini akan berlangsung hingga satu-dua tahun ke depan. (SMG)

 

===

 

DISCLAIMER

Iklan

Shaka

Other posts by


FOLLOW US

ARTIKEL LAWAS