Iklan
LATEST TWEET

‘Gile Lu, Ndro!’, Nama Pilihan Publik Untuk ‘Mobnas’ Proton-Adiperkasa

February 16, 2015       Ekonomi & Bisnis, Politik, z_Hot Stuff      
Acara penandatanganan nota kesepahaman antara Proton dan Adiperkasa. Meski dibantah sebagai proyek pengembangan mobil nasional, sentimen negatif terlanjur beredar di dalam negeri karena kerjasama dengan pihak Proton dan Malaysia. (photo courtesy bewara.co)

Acara penandatanganan nota kesepahaman antara Proton dan Adiperkasa. Meski dibantah sebagai proyek pengembangan mobil nasional, sentimen negatif terlanjur beredar di dalam negeri karena kerjasama dengan pihak Proton dan Malaysia. (photo courtesy bewara.co)

JAKARTA, POS RONDA – Wacana pengembangan ‘mobil nasional’ (mobnas) Indonesia yang akan dilakukan oleh Proton Holdings Berhad dan PT  Adiperkasa Citra Lestari mendapatkan perhatian dari banyak pihak di tanah air. Penandatanganan kerjasama yang juga dihadiri oleh Yang Terhormat Presiden Republik Indonesia Bapak Jokowi tersebut umumnya mendapat reaksi negatif.

Penolakan dan reaksi negatif banyak dilontarkan oleh para pengamat serta netizen di dunia maya, yang meragukan kompetensi Proton dalam mengembangkan ‘mobnas’ serta konsep nasionalisme pemerintah karena bekerja sama dengan Malaysia – yang sering dianggap sebagai rival Indonesia – untuk membuat produk nasional. Ini sempat berujung kepada mewabahnya tagar #TolakProton di jejaring sosial Twitter saat itu. Ditambah lagi, rekam jejak Adiperkasa – di bawah pimpinan A.M. Hendropriyono – dianggap tidak jelas dan bahkan tidak tergabung dalam Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO).

Meskipun pihak pemerintah Indonesia sendiri buru-buru meralat bahwa kerjasama Proton-Adikarya sebagai perjanjian antar perusahaan (business to business atau B2B), sentimen negatif terhadap kerjasama tersebut sudah terlanjur terbentuk. Hal ini diperparah dengan tersebarnya foto spanduk dalam pertemuan Proton-Adikarya yang mencantumkan kalimat ‘Indonesia National Car’, ditambah liputan media Malaysia dan internasional lain yang melansir berita bahwa Proton akan membantu Indonesia dalam pengembangan mobil nasional sebagai cikal bakal mobil ASEAN.

Sentimen tersebut terlihat dalam survei atau jajak pendapat yang diselenggarakan oleh POS RONDA dalam periode satu minggu dari tanggal 8 hingga 14 Februari 2015 , bekerja sama dengan Indomotive Communications. Dalam survei tersebut, responden diminta secara bebas untuk memberikan masukan nama yang akan dijadikan merk bagi kendaraan hasil kerjasama Proton-Adiperkasa.

Dari data yang ada, usulan nama “Gile Lu, Ndro!” secara mengejutkan menempati urutan teratas. Usulan terbanyak kedua adalah “Pro-Megatron”, disusul “Esemka-KW2”. Sebanyak 2244 responden ikut serta dalam jajak pendapat ini, dan hasil 10 besar usulan merk ‘mobnas’ adalah sebagai berikut:

  1. Gile Lu, Ndro! – 33,6 % (dari total responden).
  2. Pro-Megatron – 19,1 %.
  3. Esemka-KW2 – 11,4 %.
  4. BUS (Bukan Urusan Saya) – 8,6 %.
  5. Protolindo – 5,7 %.
  6. NasTAK – 4,9 %.
  7. Koboknas – 3,2 %.
  8. Bigmouth X – 2,5 %.
  9. Putipu 2015 – 1,8 %.
  10. Indontron – 1,4 %.
  11. Usulan lain-lain – 7,8 %.

Meski mengejutkan, pengamat pemasaran otomotif dari Indomotive, Verona Haryadhi, mengatakan bahwa hasil survey ini menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia – diwakili oleh para responden – ternyata cerdas dalam memberikan nama sebuah merk.

“Nama ‘Gile Lu, Ndro’ itu revolusioner. Tidak ada yang menyangka ungkapan seorang komedian legendaris (Kasino – red.) bisa diinginkan publik untuk menjadi sebuah merk. Ini menunjukkan rakyat Indonesia ternyata cerdas. Dengan merk unik seperti ini, bila benar dipakai, mobil buatan Proton-Adiperkasa bisa unggul hanya karena ‘Gile Lu, Ndro’ itu tadi,” ungkapnya menanggapi hasil survey pagi ini (16/2).

Ia juga menjelaskan bahwa perilaku konsumen saat ini sangat dipengaruhi oleh keunikan sebuah produk, terutama pada merk. Bagi kalangan hipster, menurut Verona, nama merk yang tidak umum biasanya menjadi sasaran, tidak peduli bagaimana pun kualitasnya.

Verona sangat menekankan hal ini pada ‘mobnas’ kolaborasi Proton-Adiperkasa. “Jadi, sebuah brand yang unik bisa menutupi kelemahan ataupun monotonitas sebuah produk. Misalkan anda punya produk ponsel yang kurang berkualitas, tinggal ditempel dengan brand yang punya daya jual tinggi dan pasti akan laku. Begitu juga dengan mobil ini. Merk ‘Gile Lu, Ndro’ akan bisa menutupi kelemahan-kelemahan produksi. Begitu unik, begitu berkesan. Kalau saya seorang hipster, pasti akan saya beli mobil ini, saya bawa ke luar negeri. Kapan lagi ada mobil dengan merk ‘Gile Lu, Ndro’?”

Penggunaan merk yang diusulkan oleh publik, berdasarkan pendapat Verona, merupakan satu dari sedikit cara agar ‘mobnas’ yang dianggap kontroversial ini bisa lebih diterima bahkan akan disukai oleh publik Indonesia. Bila tidak, kemungkinan besar penjualan produk ini akan menderita akibat kaitannya dengan Proton. (SMG)

 

====

 

DISCLAIMER

Iklan

Shaka

Other posts by


FOLLOW US

ARTIKEL LAWAS