Iklan
LATEST TWEET

Akui Sabotase Hingga Banjir, Kardus: “Kami Tidak Tahu Harus Buang Diri ke Mana!”

February 10, 2015       Ekonomi & Bisnis, Megapolitan, z_Hot Stuff      
Genangan yang terjadi di salah satu ruas jalan di Jakarta. Sepanjang hari Senin (9/2), Ibukota diguyur oleh hujan dan berimbas kepada munculnya puluhan titik banjir yang hampir melumpuhkan perekonomian Jakarta. (photo courtesy Sidomi.com)

Genangan yang terjadi di salah satu ruas jalan di Jakarta. Sepanjang hari Senin (9/2), Ibukota diguyur oleh hujan dan berimbas kepada munculnya puluhan titik banjir yang hampir melumpuhkan perekonomian Jakarta. (photo courtesy Sidomi.com)

JAKARTA, INDONESIA – Tudingan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengenai adanya sabotase penyebab banjir kemarin (9/2) akhirnya terbukti setelah sekelompok kardus tertangkap tangan tengah menghambat saluran pembuangan air di Balai Kota DKI Jakarta.

Aksi kardus-kardus tersebut dianggap membuat kawasan Ring 1 yang berisi Istana Kepresidenan, Balai Kota, Monumen Nasional, serta beberapa titik strategis lainnya tergenang air. Idealnya kawasan ini bebas dari banjir dan peristiwa penghambat lainnya, namun kemarin ini tidak terjadi.

Saat digelandang menuju kantor kepolisian, kardus-kardus tersebut menurut, namun tampak lemah dan tidak bersemangat. Mereka menjalani pemeriksaan selama beberapa jam sebelum ditahan. Dalam pemeriksaan tersebut, terkuak bahwa para kardus memang sengaja menyabotase saluran air hingga terjadi banjir di kawasan Ring 1.

“Kami memang sengaja melakukan sabotase dengan menutup saluran air. Kami frustasi, tidak tahu lagi harus membuang diri ke mana,” ujar salah satu kardus saat ditanyai oleh pihak kepolisian.

Sang kardus menceritakan bahwa penyebab sabotase bermula dari sulitnya mencari tempat pembuangan sampah di Jakarta. Ini berakibat pada masyarakat yang akhirnya membuang sampah di mana saja, di samping memang adanya ketidakdisiplinan. Namun, pada saat sampah dibuang sembarangan pun, pihak berwenang juga tidak memiliki jumlah armada yang layak sehingga masalah pembuangan sampah ini menjadi lingkaran setan.

Para kardus merasa disepelekan dengan dibuang sembarangan oleh masyarakat dan tidak diurus oleh pemerintah, sehingga rencana sabotase ini pun berlangsung dan menjadi salah satu penyebab banjir di DKI Jakarta senin kemarin.

“Kaum kami dibuang begitu saja oleh masyarakat, dan pemerintah pun tidak peduli. Ingin membuang diri dengan layak pun, tempat sampah sulit dicari. Untuk mendapatkan perhatian, maka kami lakukan sabotase itu. Kami tutup saluran air agar kota ini kebanjiran,” tuturnya.

Ia melanjutkan, aksi tersebut dikoordinasikan dengan kelompok kardus di seluruh Jakarta, Tangerang, dan Bekasi, menciptakan rencana sabotase yang terstruktur, masif, dan sistematis. Ditambah dengan curah hujan yang cukup tinggi, dampaknya berlipat ganda.

Hal ini, menurut para kardus, merupakan pertanda bahwa alam mendukung mereka. “Kami tahu bahwa akan turun hujan, tapi tidak mengira akan selama itu. Apa yang kami lakukan rupanya didukung oleh semesta. Mereka juga sudah muak dengan perilaku manusia dan pemerintahnya.”

Pihak kepolisian mengatakan bahwa para kardus yang tertangkap kemungkinan akan dikenakan pasal 107f KUHP mengenai sabotase, dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau paling lama dua puluh tahun. Mengingat yang menjadi subjek adalah kardus, kemungkinan hukuman seumur hidup tidak akan berlangsung lama.

Hujan yang mengguyur Jakarta sejak Senin dini hari dan baru berakhir sore hari mengakibatkan terjadinya 49 titik genangan dan praktis hampir melumpuhkan kegiatan ekonomi di ruas-ruas jalan penting Ibukota. Sejumlah waduk yang telah dipersiapkan ternyata tidak mencukupi ataupun berfungsi dengan baik untuk mengurangi banjir. (SHM)

 

====

 

DISCLAIMER

Iklan

Shaka

Other posts by

3 Responses

  • donny

    on March 10, 2015, 03:09:16

    jakarta saatnya tenggelam
    jika terus seperti ini icon indonesia akan
    berdampak buruk di internasional

    Reply to donny
  • Daniel Lim

    on June 3, 2015, 15:31:29

    Hukuman kardusnya mungkin dibakar sampai hilang.

    Reply to Daniel


FOLLOW US

ARTIKEL LAWAS