Iklan
LATEST TWEET

Aktivis Kumpulkan Lakban Untuk Tutup Mulut Para Menteri

February 05, 2015       Uncategorized      
Lakban biasanya digunakan oleh para pengunjuk rasa sebagai bagian dari aksi mereka. Kini, lakban menjadi subjek aksi yang akan diberikan kepada para menteri yang terlalu banyak berbicara. (photo courtesy metrosiantar.com)

Lakban biasanya digunakan oleh para pengunjuk rasa sebagai bagian dari aksi mereka. Kini, lakban menjadi subjek aksi yang akan diberikan kepada para menteri yang terlalu banyak berbicara. (photo courtesy metrosiantar.com)

JAKARTA, POS RONDA – Sekelompok aktivis yang tergabung dalam Rakyat Pengawas Kerja Kabinet (RPKK) melakukan aksi mengumpulkan dan meminta sumbangan lakban dari masyarakat. Koordinator aksi tersebut, Liani Hutabarat, mengatakan bahwa alat perekat tersebut akan diberikan kepada beberapa menteri dalam Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo untuk menutup mulut mereka.

“Sebagai warga masyarakat, ini bagian dari evaluasi kami terhadap kinerja kabinet selama seratus hari pertama. Apakah kinerja presiden mengecewakan? Ya. Tapi yang lebih mengecewakan lagi adalah para menterinya,” ujarnya saat diwawancarai POS RONDA dalam acara aksi di areal sekitar Monumen Nasional (Monas), pagi ini (4/2).

Ia menyesalkan bahwa beberapa orang menteri lebih banyak berbicara tak tentu arah dibandingkan melakukan tugasnya dengan benar sebagai kepala kementerian. Seringkali, pernyataan-pernyataan mereka di hadapan pers dan media massa tidak berhubungan dengan pekerjaan, atau malah menimbulkan polemik baru dibandingkan menyelesaikan masalah yang ada.

RPKK, menurut penuturan Liani, tidak berharap seluruh menteri bisa pandai berbicara lancar di depan publik. Mereka hanya menginginkan agar para menteri Kabinet Kerja bisa bersikap lebih arif dan bijaksana saat memberi pernyataan, komentar, ataupun saat merumuskan kebijakan. Ia mengingatkan bahwa jabatan menteri juga datang dengan tanggung jawab yang besar untuk membuat masyarakat merasa dilindungi dan dihargai.

“Jokowi sudah berkata sejak awal bahwa kabinet ini harusnya kerja, kerja, kerja. Sayangnya, tidak ada imbauan untuk mikir (berpikir – red.) dan kerja. Maka, yang terjadi selama bulan-bulan awal ini malah bukan kerja, melainkan bacot, bacot, bacot. Mikir saja enggak, banyak bacot, lalu kapan kerjanya? Oleh karena itu kami mengumpulkan lakban untuk menutup mulut mereka, supaya bisa mikir dan kerja.” tegas Liani.

Apabila jumlah lakban yang ditargetkan sudah terkumpul, RPKK akan memberikannya kepada beberapa menteri yang sudah masuk dalam daftar ‘tutup mulut’. Mereka antara lain Menko Polhukam Tedjo Edhi Purdjiatno, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, Menteri PAN-RB Yuddy Chrisnandi, serta nama yang baru saja naik peringkat dalam daftar, Menko PMK Puan Maharani.

Masing-masing menteri akan diberikan satu kotak dus besar berisi penuh dengan lakban, agar dapat segera digunakan dan tidak lekas habis untuk membantu pekerjaan mereka sebagai menteri yang sesungguhnya, bukan pembawa acara sirkus.

“Khusus Menteri Tedjo, kami akan siapkan tiga kotak dus. Kami merasa beliau butuh dosis lakban yang lebih tinggi dibandingkan rekan-rekannya,” ujar Liani menutup wawancara.

Aksi pengumpulan lakban ini akan berlangsung selama beberapa hari ke depan. Hingga artikel ini terbit, belum ada tanggapan resmi dari pihak menteri-menteri terkait baik secara pribadi maupun institusional. (Shaka M)

 

===

 

DISCLAIMER

Iklan

Shaka

Other posts by


FOLLOW US

ARTIKEL LAWAS