Iklan
LATEST TWEET

Bingung, Kurir Salah Kirim Paket Untuk Presiden ke Teuku Umar

February 02, 2015       Politik, z_Hot Stuff      
Rumah kediaman Megawati Soekarnoputri di Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat. Seringnya para petinggi partai politik maupun instansi negara yang datang kemari membuat seorang kurir salah mengira tempat ini adalah kediaman baru Presiden Republik Indonesia. (photo courtesy Kompas.Com)

Rumah kediaman Megawati Soekarnoputri di Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat. Seringnya para petinggi partai politik maupun instansi negara yang datang kemari membuat seorang kurir salah mengira tempat ini adalah kediaman baru Presiden Republik Indonesia. (photo courtesy Kompas.Com)

JAKARTA, POS RONDA – Seorang kurir perusahaan logistik mengalami kekeliruan saat mengirimkan paket yang ditujukan untuk Presiden Joko Widodo. Alih-alih mengirimnya ke Istana Merdeka di Jalan Medan Merdeka Utara, paket tersebut diantar ke kediaman Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri di Jalan Teuku Umar.

Sang kurir, Ujang (bukan nama sebenarnya, narasumber meminta namanya disamarkan – red.), mengaku kesalahan tersebut terjadi karena dirinya sedang silap. Ia mengira bahwa kediaman resmi Presiden Republik Indonesia telah berpindah lokasi dari Istana Merdeka ke Teuku Umar.

“Saya kira tempat tinggalnya presiden sudah pindah. Makanya saya nggak pakai pikir panjang langsung mengantar paket ke sini (Teuku Umar),” tutur Ujang saat bercerita kepada POS RONDA siang ini (2/2).

Ujang mengakui bahwa kesalahannya tersebut dikarenakan kebiasaannya membaca surat kabar dan media online. Ia sering membaca berita mengenai pertemuan para petinggi partai politik, pengusaha, pejabat negara, dan para menteri di rumah Teuku Umar. Oleh karena itu, dalam benak Ujang terbentuk pemahaman bahwa rumah di Teuku Umar adalah istana kediaman presiden.

Ia sendiri mengaku sangat senang saat mendapat tugas untuk mengantar paket yang dialamatkan pada ‘Kediaman Presiden Republik Indonesia’. Namun karena terlalu bersemangat, maka Ujang tidak mengecek kembali alamat lengkap tujuan paket itu dan langsung mengantarkannya ke Teuku Umar.

“Biasanya di koran dan internet banyak berita soal pejabat ini-itu, pimpinan partai, menteri sering ada pertemuan di Teuku Umar, bukan di Istana Merdeka. Pikir saya, pastinya kalau pejabat negara dipanggil atau melapor, tentu ketemunya dengan presiden, ‘kan? Karena mereka sering ke Teuku Umar, makanya saya kira di sana juga sudah jadi istana presiden dan pak Jokowi tinggal di sana,” paparnya.

Ujang baru mengetahui kesalahannya sewaktu dia melapor kepada atasannya melalui telepon seluler. Saat menyebutkan ke mana ia mengantar paket, sang atasan kaget dan marah karena Ujang mengantarkannya ke lokasi yang keliru.

“Habis laporan, baru saya sadar kalau salah alamat. Tapi waktu saya kirim ke Teuku Umar, yang di sana juga senang-senang saja nerima sih, padahal sudah bilang itu untuk pak presiden. Jadinya ‘kan saya kira sudah benar. Kalau sudah begini saya bingung juga,” jelas Ujang.

Apa isi paket tersebut, dan bagaimana nasibnya? Berdasarkan keterangan Ujang, ia sama sekali tidak tahu karena kurir harus menjaga etika dengan tidak mengintip isi paket tertutup. Mengenai kesalahan lokasi pengiriman, pihak manajemen perusahaan tempatnya bekerja akan mengurus prosedur lanjutan dari paket tersebut. (Shaka M)

 

===

 

DISCLAIMER

Iklan

Shaka

Other posts by

2 Responses

  • ridwan hanif

    on February 2, 2015, 17:57:36

    ini berita satirnya menohok banget…. wkwkwk

    Reply to ridwan
  • Arif

    on February 12, 2015, 05:23:55

    Wkwkwkwkwkwkwkwk

    Reply to Arif


FOLLOW US

ARTIKEL LAWAS