Iklan
LATEST TWEET

Raskin Dihapus, Pemerintah Diperkirakan Fokus Swasembada Nasi Aking

January 30, 2015       Ekonomi & Bisnis, Kesehatan & Lingkungan, Politik, Sosial      
Sebuah keluarga sedang mempersiapkan nasi aking yang akan dimasak. Meski dianggap tidak cocok untuk dikonsumsi manusia, tingginya harga atau sulitnya mendapat beras di beberapa daerah membuat penduduknya harus berkompromi dengan mengonsumsi nasi aking. (photo courtesy antarafoto.com)

Sebuah keluarga sedang mempersiapkan nasi aking yang akan dimasak. Meski dianggap tidak cocok untuk dikonsumsi manusia, tingginya harga atau sulitnya mendapat beras di beberapa daerah membuat penduduknya harus berkompromi dengan mengonsumsi nasi aking. (photo courtesy antarafoto.com)

JAKARTA, POS RONDA – Menyusul pernyataan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko-PMK) Puan Maharani mengenai penghentian program beras miskin (raskin) tahun depan, pemerintah diperkirakan akan mengusahakan swasembada nasi aking sebagai pengganti.

Kondisi ini dikemukakan oleh pengamat ketahanan pangan dari Universitas Tritura (UNTRIT), Ruslan Salamoeis, berdasarkan penjelasan Menteri Puan bahwa penghentian program raskin dimaksudkan untuk mendorong terciptanya swasembada pangan. Mengingat raskin ditujukan untuk masyarakat ekonomi lemah sementara sumber karbohidrat lain masih banyak yang berstatus impor, maka Ruslan memperkirakan pemerintah akan usahakan swasembada nasi aking.

“Saya kira itu langkah logis. Seperti yang dikatakan oleh Puan bahwa pemerintah akan mencari solusi dari raskin untuk rakyat miskin serta mendorong swasembada pangan, maka jawaban yang logis adalah nasi aking,” ujarnya saat memberi keterangan kepada POS RONDA di kampus UNTRIT kemarin (29/1).

Nasi aking berasal dari nasi sisa yang dibersihkan dan dikeringkan di bawah terik matahari. Biasanya dijual sebagai pakan unggas, nasi aking tidak cocok dikonsumsi manusia karena berwarna coklat dan berjamur. Meski demikian, bukan rahasia lagi bahwa terdapat beberapa kelompok masyarakat miskin yang mengonsumsi nasi aking akibat sebagai makanan pokok akibat tidak mampu membeli beras.

Ruslan menekankan bahwa analisis ini diperuntukkan pada program pemerintah yang mendesak di tahun 2016 untuk mengganti raskin. “Kita termasuk pengimpor kedelai dan singkong, sehingga saya tidak yakin tahun depan kita bisa swasembada di dua komoditas itu. Beras yang diproduksi di dalam negeri sendiri saja sulit dibeli, apalagi bahan pangan impor. Kecuali kalau singkong hasil cari sendiri di kebon dan hutan, tapi itu kan sporadis. Satu-satunya yang memungkinkan diproduksi sendiri di dalam negeri dalam jumlah besar selain beras putih ya nasi aking.”

Seperti dilansir oleh Tribunnews.com, Menteri Puan menilai bahwa program raskin memiliki banyak masalah dalam penyalurannya. Ia sendiri masih belum mengetahui apakah program raskin akan diganti dalam bentuk lain atau dihapus sama sekali. Lagipula Puan yakin pada tahun 2016 rakyat Indonesia akan sejahtera sehingga tidak membutuhkan raskin lagi.

Meski menganggap perkataan Puan sebagai hal yang bermaksud mulia, Ruslan tetap menilai bahwa pernyataan tersebut naïf karena mengusahakan kesejahteraan rakyat terutama di bidang pangan tidak semudah membalik telapak tangan, apalagi hanya dalam waktu satu tahun. Secara pribadi, ia menganggap program raskin masih dibutuhkan karena masih banyak penduduk miskin yang tidak memiliki sumber daya ataupun akses untuk mendapatkan makanan pokok dengan mudah.

“Seandainya memang ada kesalahan implementasi, sebaiknya sistem yang diperbaiki, bukan dihapus. Ketahanan dan swasembada pangan itu tidak bisa hanya satu tahun jadi, ada aspek multidimensi seperti penelitian pangan, akses pasar, infrastruktur, peraturan, dan lain-lain yang perlu proses dan konsistensi dari pemerintah, pelaku di lapangan, dan juga para konsumen. Menurut saya, naïf apabila raskin dihapus lalu kita berharap ada swasembada pangan dan rakyat sejahtera. Kalau kita ikuti logika Ibu Menko, ya ujung-ujungnya memang kembali ke nasi aking,” simpulnya. (Shaka M)

 

====

 

DISCLAIMER

Iklan

Shaka

Other posts by

One Respond


FOLLOW US

ARTIKEL LAWAS