Iklan
LATEST TWEET

Pererat Hubungan, Presiden Akan Jadi Wasit Pertandingan Bentengan KPK-Polri

January 26, 2015       Olahraga & Permainan, Politik, z_Hot Stuff      
Bentengan. Permainan tradisional yang biasanya dimainkan oleh anak-anak ini akan menjadi agenda pemerintahan dan dijadikan turnamen atau kejuaraan antar lembaga pemerintah. (picture from Youtube thumbnail)

Bentengan. Permainan tradisional yang biasanya dimainkan oleh anak-anak ini akan menjadi agenda pemerintahan dan dijadikan turnamen atau kejuaraan antar lembaga pemerintah. (picture from Youtube thumbnail)

JAKARTA, INDONESIA – Presiden Joko Widodo diharapkan akan menjadi wasit dari pertandingan bentengan antara tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melawan Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Pertandingan ini merupakan bagian dari Kejuaraan Bentengan Antar Instansi, juga usaha untuk mempererat hubungan antar lembaga negara terutama setelah perpolitikan Indonesia diramaikan dengan apa yang sering disebut sebagai konflik antara KPK dan Polri.

Rencana ini diungkapkan oleh Asisten Sekretaris Kabinet (AssKab) Roni Hastiawan seusai rapat kerja kabinet mendadak di Istana Negara, Minggu sore (25/1). Kejuaraan Bentengan ini dimasukkan ke dalam program Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB), serta Kementerian Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko-PMK).

“Pak Jokowi tadi sempat bilang, ingin permainan bentengan bisa muncul di PON ataupun olimpiade. Beliau dari kecil suka sekali bentengan, karena kan permainannya balas-membalas. Jadi kalau benteng kita kena, ya kita balas biar seimbang atau menang. Tahun ini terbatas pada lembaga pemerintah saja. Makanya, kita mulai dengan balas-balasan antar instansi KPK dan Polri. Kejuaraan bentengan ya, maksudnya. Jangan dipikir yang enggak-enggak,” papar Roni saat memberikan keterangan kepada POS RONDA.

Ia melanjutkan bahwa usulan presiden tersebut mendapatkan dukungan dari para menteri anggota kabinet, terutama dari Menpora Imam Nahrawi, MenPAN-RB Yuddy Chrisnandi, dan Menko-PMK Puan Maharani. Imam bahkan dikabarkan bersemangat mengenai sifat dari permainan ini.

Berdasarkan penuturan Roni, Imam sangat menjunjung tinggi nilai permainan bentengan di mana para pesertanya harus bermain strategi, pancing-memancing, balas-membalas, dan adu nyali. Demikian pula dengan Yuddy yang menambahkan siap membuat peraturan bahwa dalam pertandingan bentengan, tiap tim harus membawa cemilan singkong dan pisang rebus. Kalau tidak, nilai akhir tim tersebut akan dikurangi.

Roni juga menceritakan komentar Menko Puan. “Ibu Puan juga sama antusiasnya. Beliau menyampaikan bahwa menurut ibunya, kejuaraan bentengan bisa membantu untuk mencari tahu instansi mana yang paling cerdas dan strategis, selain juga untuk membangun mental elit instansi. Tentunya, sebelum bertanding harus minum jamu dulu.”

Belum diketahui bagaimana aturan baku dalam kejuaraan ini akan berlangsung, namun berdasarkan masukan-masukan yang ada dalam rapat tersebut, kemungkinan besar sebuah pertandingan bentengan akan berlangsung hingga kedua tim bersepakat mengakhiri pertandingan. Berkaitan dengan ini, pertandingan pembuka antara tim KPK melawan tim Polri diproyeksikan akan mencatat rekor sebagai bentengan dengan waktu tanding paling lama. Roni memastikan kehadiran perwakilan dari Guiness Book of World Records dan Museum Rekor Indonesia (MURI) pada pertandingan tersebut nanti.

Dalam kapasitasnya sebagai wasit nanti, presiden menyatakan akan bersikap netral dan akan membiarkan pertandingan berjalan secara alami. Menurut Roni, presiden bahkan berjanji tidak akan meniup peluit ataupun memberikan peringatan bila ada pelanggaran, karena percaya bahwa masing-masing tidak akan main curang.

Masih di tempat yang sama, Ketua Federasi Bentengan Indonesia (FBI) Joko Rasusilo mengungkapkan kegembiraannya bahwa presiden menaruh perhatian khusus pada permainan bentengan. Dipanggil untuk ikut rapat mengenai hal ini, Joko mengaku sangat berterima kasih kepada presiden.

“Saya sampai cium tangan Pak Presiden, mas. Malam ini saya nggak mau cuci tangan ataupun gosok gigi, karena sudah pegang dan cium tangan Pak Jokowi tadi,” ujar Joko, yang juga menjabat sebagai ketua JokowiLovers’Club di Kebumen, Jawa Tengah. “Kita-kita ini di Federasi Bentengan senang sekali, akhirnya bisa jadi olahraga nasional. Memang Pak Presiden ini pintar sekali bikin rame!” tambahnya dengan mengacungkan jempol.

Ke depannya, Kejuaraan Bentengan ini tidak akan hanya diikuti oleh instansi pemerintah, namun juga partai-partai politik dan organisasi kemasyarakatan. Dengan demikian, bisa dipastikan akan ada jadwal pertandingan panas antara Tim PDI-P vs Tim Kabinet, Golkar vs Golkar Perjuangan, hingga derby seperti Pemprov DKI vs DPRD-DKI. (Nos/Sha01)

 

===

 

DISCLAIMER

Iklan

Shaka

Other posts by


FOLLOW US

ARTIKEL LAWAS