Iklan
LATEST TWEET

Protes Warganya Diburu, Kerajaan Nyamuk Tarik Dubes dari Indonesia

January 20, 2015       Internasional, Kriminalitas & Hukum, Politik, z_Hot Stuff      
Seekor nyamuk sedang mencoba menghisap darah manusia. Aktivitas ini banyak mengundang kemarahan dan tindakan balasan dari para manusia di Indonesia. Namun, Kerajaan Nyamuk menilai pemerintah Indonesia tidak mampu menjaga warganya yang bermatapencaharian sebagai penghisap darah, dan memutuskan untuk menarik duta besarnya dari Indonesia. (photo courtesy totalmosquitocontrol.com)

Seekor nyamuk sedang mencoba menghisap darah manusia. Aktivitas ini banyak mengundang kemarahan dan tindakan balasan dari para manusia di Indonesia. Namun, Kerajaan Nyamuk menilai pemerintah Indonesia tidak mampu menjaga warganya yang bermatapencaharian sebagai penghisap darah, dan memutuskan untuk menarik duta besarnya dari Indonesia. (photo courtesy totalmosquitocontrol.com)

NGENGBUZZ, POS RONDA – Kerajaan Nyamuk secara resmi memutuskan untuk menarik duta besarnya dari Indonesia. Pernyataan ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Kerajaan Nyamuk, Wuung Mbezznging, kepada awak media dalam sebuah konferensi pers mendadak di Ngengbuzz, ibukota Kerajaan Nyamuk.

“Yang Mulia Raja Bzz Ngueng II dari Kerajaan Nyamuk secara resmi memutuskan untuk menarik duta besarnya dari Republik Indonesia. Langkah ini diambil setelah Yang Mulia mempelajari bahwa warga kami mengalami banyak diskriminasi, kebencian, kekerasan, bahkan diburu oleh para penduduk Indonesia. Karena pemerintah Indonesia tidak bisa melindungi para nyamuk, maka kami menarik duta besar sebagai bentuk protes,” ujar Wuung di kesempatan tersebut pagi ini (19/1).

Wuung kemudian menjelaskan berbagai kesulitan yang dialami oleh warganya selama di Indonesia. Menurutnya, banyak kerajaan nyamuk yang menjadi korban kekerasan dan kehilangan nyawanya terutama saat sedang mengais dan mencari makanan.

Penduduk Indonesia seakan memiliki perasaan tidak suka kepada warga nyamuk. Ini terlihat dari kebiasaan mereka memasang obat nyamuk, mengoleskan salep anti-nyamuk, ataupuk menepuk-nepuk tangan untuk membunuh nyamuk.

Menurut Wuung, Kerajaan Nyamuk pernah melayangkan nota protes kepada pemerintah Indonesia mengenai hal ini. Sayangnya, pemerintah Indonesia sama sekali tidak merespon nota protes tersebut.

“Kondisi ini jelas-jelas melanggar hak asasi nyamuk. Warga kami diperlakukan seperti penduduk kelas dua yang seakan tidak dikehendaki dan bisa dilukai atau diusir kapan saja.” tegas Wuung.

Warga Kerajaan Nyamuk yang berada di Indonesia umumnya adalah pekerja migran yang bermatapencaharian sebagai penghisap darah manusia maupun binatang lainnya. Berdasarkan keterangan Wuung, Indonesia menjadi salah satu tempat tujuan bekerja karena darah manusianya yang lebih lezat dibandingkan negara lainnya, ditambah dengan iklim tropis yang sangat disukai oleh para nyamuk.

Sehubungan dengan menghisap darah manusia, Wuung mengakui bahwa potensi konflik memang ada. Manusia yang dihisap darahnya pun mengalami potensi kerugian, terutama bila penghisapnya berasal dari kalangan nyamuk demam berdarah. Meski demikian Kerajaan Nyamuk mengecam fakta bahwa warganya menjadi sasaran sweeping dan pembasmian melalui obat dan salep anti-nyamuk.

“Seharusnya para nyamuk diberikan haknya untuk menghisap darah secara bebas. Misalnya ada kasus penyakit yang muncul seperti demam berdarah ataupun chikungunya, itu merupakan tugas rumah sakit dan sistem kesehatan di Indonesia. Sebagai nyamuk, kami meminta kemudahan dan jaminan keamanan untuk menghisap darah.” ujar Wuung mengakhiri pernyataan diplomatiknya.

 

* * *

 

Pernyataan yang dilakukan oleh Kementerian Luar Negeri Kerajaan Nyamuk mendapat tanggapan dari pengamat politik luar negeri Indonesia, Goris Lawawei. Ia mengaku cukup terkejut dengan langkah yang diambil oleh negeri nyamuk, namun menanggapnya tidak masuk akal.

Meskipun dia menghargai keputusan yang diambil Kerajaan Nyamuk, menurutnya apa yang terjadi dengan para nyamuk merupakan konsekuensi yang harus dihadapi karena menghisap darah manusia. Manusia normal pasti akan merasa kesal apabila diganggu oleh nyamuk dan lalat.

“Kalau cucu saya digigit nyamuk, pasti akan saya tepok dia (nyamuk) sampai mati. Cuma pertapa dan orang-orang Shaolin saja yang mungkin bisa sabar digigit nyamuk. Saya dan orang-orang biasa pastinya tidak sesabar itu. Lagipula Kerajaan Nyamuk juga tidak akan memberikan kompensasi jika ada penduduk Indonesia yang sakit akibat aktivitas warganya.” ujar Goris saat dimintai pendapat siang ini di Jakarta.

Oleh karena itu, Goris menyarankan agar pemerintah Indonesia tidak perlu tunduk kepada tuntutan Kerajaan Nyamuk. Meski demikian, ia meminta agar pemerintah bisa lebih baik lagi dalam meningkatkan kinerja kementerian luar negeri dan para diplomatnya. Bila aktivitas diplomatik Indonesia dijalankan dengan baik, tidak perlu ada tingkatan protes negara lain dalam bentuk penarikan duta besar.

“Dalam dunia diplomatik, penarikan duta besar itu adalah tindakan yang serius. Di sini bukan berarti Indonesia harus tunduk pada protes mereka. Sebagai sebuah negara yang berdaulat dan punya hukum, kita wajib mempertahankan dan menegakkan hukum yang berlaku di negara ini. Itu adalah hak kita sebagai sebuah negara. Nah, permasalahannya di sini adalah tangan diplomatik kita saat ini sepertinya tidak mampu untuk berbicara kepada negara-negara yang menarik duta besarnya, menjelaskan dengan elok bahwa kita punya kedaulatan hukum yang harus dihargai.” papar Goris.

Selain itu, Goris meminta pemerintah juga untuk mempertimbangkan aspek resiprosikal. Apabila ada WNI yang bekerja di Kerajaan Nyamuk, kemungkinan akan diberikan perlakuan yang serupa.

“Di sinilah pentingnya kemampuan diplomasi yang elegan, di mana Indonesia bisa tetap mendapatkan atau mempertahankan kepentingan nasional, namun tetap bisa membuat negara lain menerima logika dan argumen kita. Jelas hal ini tidak terjadi pada kasus Kerajaan Nyamuk.” jelas Goris. (Sha01)

 

===

 

DISCLAIMER

Iklan

Shaka

Other posts by

One Respond

  • Pauzi Nasution

    on January 25, 2015, 04:38:51

    Huakakakak.

    Gue malah senang para dedengkot nyamuk dari Indonesia. supaya anggaran belanja kesehatan Indonesia bisa berkurang.
    ada dua maca anggaran yang dikeluarkan Indonesia terkait nyamuk ini. antara lain anggran untuk memiliki persenjataan untuk melawan nyamuk.

    selanjutnya jika senjata tersebut masuk bisa di tembus oleh nyamuk, maka masyarakat indonesia yang tidak kuat antibodynya dipastikan akan jatuh sakit dan bahkan bisa jadi berakibat kematian, sehingga Indonesia harus pula mengeluarkan biaya pengobatan akibat serangan nyamuk tersebut.

    dan menurut tim forensik kepolisian yang enggan dicatut namanya, anggaran yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk keduanya saja bisa mencapai 27 Triliun. Dan lebih jauh informan dari forensik ini menyampaikan bahwa anggaran yang dibuat Indonesia ini sangat rendah jika dibandingkan dengan negara-negara yang banyak nyamuknya.

    Adapun jika benar kerajaan nyamuk ini minggat dari indonesia, anggaran untuk menangkis serangan nyamuk ini dipastikan dihapus. sebagai gantinya rakyat Indonesia bisa membeli handphone di http://kios-handphonemurah.com sesuka hati mereka.

    Reply to Pauzi


FOLLOW US

ARTIKEL LAWAS