Iklan
LATEST TWEET

Jadi Rebutan, Budi Gunawan Masuk Kandidat Hot Transfer Tahun Ini

January 15, 2015       Kriminalitas & Hukum, Olahraga & Permainan, Politik, z_Hot Stuff      
Kehidupan pemain sepakbola memang seperti bola itu sendiri. Bundar dan tidak dapat ditebak ke arah mana akan bergulir. Dengan diincar oleh lima klub besar, tidak ada yang tahu ke mana winger FC Polri Budi Gunawan akan berlabuh nantinya. (photo courtey wallpaperhi.com)

Kehidupan pemain sepakbola memang seperti bola itu sendiri. Bundar dan tidak dapat ditebak ke arah mana akan bergulir. Dengan diincar oleh lima klub besar, tidak ada yang tahu ke mana winger FC Polri Budi Gunawan akan berlabuh nantinya. (photo courtey wallpaperhi.com)

JAKARTA, POS RONDA – Asian Football Confederation (AFC) atau Konfederasi Sepakbola Asia menyebut Budi Gunawan sebagai salah satu pemain yang pantas menyandang kandidat transfer paling panas tahun ini. Meskipun tahun 2015 baru berjalan dua minggu, AFC memantau kontroversi dan polemik yang menyertai proses transfernya dan memutuskan sang pemain layak untuk diberikan kehormatan tersebut.

Juru bicara AFC merilis pernyataan kepada media bahwa keputusan tersebut diambil setelah melihat bahwa Budi diminati oleh beberapa klub yang berbeda, di antaranya KPK United dan Istanaspor. Tidak menutup kemungkinan bahwa tanda tangan Budi juga diburu oleh Tipikor City dan Black Bulls FC.  Ini diperkeruh dengan kemungkinan klub tempat Budi bernaung saat ini, FC Polri, juga ingin memperpanjang kontraknya.

“Rupanya dari hasil analisis, kami memprediksi Mr. Gunawan akan mengalami kesulitan dalam memutuskan klub mana yang akan dia tuju. Terdapat lima klub besar, termasuk klubnya saat ini, yang menginginkannya untuk bermain bersama mereka.”  Demikian sebagian dari isi pernyataan tersebut.

Budi, yang merupakan pemain sayap dari FC Polri, diinginkan oleh KPK United yang juga bermain di liga yang sama. Namun, FC Polri sepertinya sulit untuk melepas Budi, yang akan diplot menjadi kapten baru menggantikan Suparman, kapten lama yang akan segera gantung sepatu.

Meski demikian, KPK United yang sepertinya cukup bersemangat untuk mendapatkan Budi bisa menjadi ganjalan bagi FC Polri untuk memperpanjang kontrak Budi. Ibrahim Somad, manajer tim KPK United, mengatakan bahwa pihaknya menyiapkan kontrak jangka panjang yang menggiurkan.

“Kami telah mempersiapkan opsi kontrak jangka panjang dari 10 tahun hingga seumur hidup, tergantung hasil penilaian dan negosiasi. Budi akan kami plot dalam peran di tim sebagai salah satu pemain kunci. Untuk itu, fasilitas seperti ruangan pribadi di dalam klub serta makan tiga kali sehari akan diberikan secara cuma-cuma,” ujar Ibrahim kepada POS RONDA kemarin malam (13//1).

Langkah KPK United dan Ibrahim ini mendapatkan protes dari Istanaspor dan Black Bulls FC, yang menyatakan telah mendekati Budi terlebih dahulu. Menurut kedua klub tersebut, KPK United dituding menyerobot negosiasi dan melanggar etika transfer pemain.

Pelatih Istanaspor, Jono Wiryodo, dan Manajer Black Bulls, Meggy Suryantoputri, melanjutkan kecaman terhadap Ibrahim dalam konferensi pers bersama pagi ini (14/1). Menurut Meggy, KPK United seharusnya membiarkan negosiasi antara FC Polri, Istanaspor, dan Black Bulls berjalan tanpa intervensi. Apabila negosiasi gagal, barulah KPK United bisa masuk ke dalam meja perundingan.

“Masuknya KPK United jelas merusak rencana. Bayangkan, saya hanya punya satu nama dalam musim transfer ini, dan itu Budi. Sekarang mereka juga mengincar pemain yang saya inginkan, bagaimana saya tidak pusing?” tambah Jono, yang dulu merupakan salah satu pemain Black Bulls sebelum menjabat sebagai pelatih di Istanaspor.

Hubungan antara FC Polri dan Black Bulls FC selama ini memang cukup erat. Kedua klub sering bertukar pemain dalam bentuk transfer maupun pinjaman. Budi sendiri merupakan salah satu pemain yang menjadi idola Meggy. Istanaspor kemudian masuk ke dalam lingkaran tersebut dan menjadikannya triumvirat setelah Jono resmi menjadi pelatih beberapa bulan lalu. Disinyalir, Jono juga mengincar jasa Budi karena rekomendasi dari Meggy.

Karena unsur kedekatan tersebut, Istanaspor dan Black Bulls mengambil langkah pertama untuk mendekati FC Polri dan Budi. Sang pemain sendiri kemungkinan besar akan menerima tawaran salah satu dari kedua klub itu. Namun, untuk mengurangi konflik di antara ketiganya, para pengamat menilai bahwa kontrak Budi akan dibagi tiga. Artinya, hak kepemilikan Budi sebagai pemain akan dibagi rata antara FC Polri, Istanaspor, dan Black Bulls. Dengan pembagian tersebut, maka ketiga klub yang tergabung dalam triumvirat itu seolah memonopoli transfer pemain serta saling menjaga kepentingan satu sama lain.

Menanggapi langkah tersebut, KPK United tidak akan tinggal diam. Ibrahim mengatakan bahwa pihaknya akan meningkatkan proses penyelidikan terhadap Budi untuk memperoleh informasi pasti mengenai peluangnya untuk bermain di klub itu.

“Saya sudah mengerahkan tim pemandu bakat untuk melakukan analisis mendalam mengenai keahlian Budi untuk bermain di KPK United. Saya yakin bahwa tim ini akan memenangkan proses transfer. Apabila diperlukan, saya siap bekerjasama dengan Tipikor City dan membagi hak kepemilikan Budi dengan mereka.” papar Ibrahim menanggapi langkah triumvirat.

Melihat kondisi ini, para pengamat memperkirakan pertarungan lima klub memperebutkan tanda tangan Budi akan berlangsung lama dan berlarut-larut. Namun, terdapat pula kekhawatiran bahwa pada akhirnya kelima klub akan bernegosiasi, bekerja sama, dan membagi hak kepemilikan Budi menjadi lima bagian, meski teori ini masih terlalu dini untuk mendapatkan pendukung. (Sha01)

 

====

 

DISCLAIMER

Iklan

Shaka

Other posts by

One Respond

  • Cex

    on January 27, 2015, 10:42:48

    web nya kereeeennn pollll,.

    Reply to Cex


FOLLOW US

ARTIKEL LAWAS