Iklan
LATEST TWEET

Banyak Bolos Pasca-Reses, DPR Mengaku Kalah Dari Siswa Sekolah

January 13, 2015       Pendidikan, Politik, z_Hot Stuff      
Kursi-kursi kosong di DPR-RI. Setiap pasca-reses, terdapat semacam tradisi di mana banyak yang tidak hadir saat rapat perdana di awal masa persidangan. Dalam hal ini, para anggota parlemen sepertinya kalah dari para siswa sekolah yang rajin masuk saat liburan telah usai. (photo courtesy mediaindonesia.com)

Kursi-kursi kosong di DPR-RI. Setiap pasca-reses, terdapat semacam tradisi di mana banyak yang tidak hadir saat rapat perdana di awal masa persidangan. Dalam hal ini, para anggota parlemen sepertinya kalah dari para siswa sekolah yang rajin masuk saat liburan telah usai. (photo courtesy mediaindonesia.com)

JAKARTA, POS RONDA – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) Rudy Nahasong Djungan secara mengejutkan mengakui pihaknya telah kalah dibandingkan para siswa sekolah di Indonesia.

Pernyataan ini muncul setelah pada hari pertama Masa Persidangan II Tahun Sidang 2014-2015, hanya 282 dari 555 anggota yang menghadiri rapat paripurna. Sebanyak 273 anggota tidak hadir karena berbagai alasan. Angka tersebut berdasarkan absen hingga pukul 10.27 WIB tanggal 12 Januari 2015.

Dalam pernyataannya, Rudy  juga menceritakan bahwa dirinya kalah taruhan dengan seorang teman yang juga sesama anggota dewan.

“(Saya) sempat pasang taruhan, bilang kalau DPR periode baru ini rajin. Dia bilang sama saja dengan yang lama. Sekarang saya tunggu-tunggu rupanya dia juga salah satu dari banyak yang tidak masuk hari ini. Dia menang, saya kalah sepuluh juta (rupiah),” ujarnya saat berbicara kepada POS RONDA di gedung DPR-RI, kemarin (12/1).

Ia mengaku sedikit kecewa dengan kondisi ini. Sebagai anggota DPR yang baru pertama kali menjabat, awalnya Rudy optimis bahwa rekan-rekannya akan bekerja dengan rajin dan baik dalam susunan DPR yang baru ini. Namun, banyaknya anggota DPR yang bolos pasca-reses telah membuatnya berubah pikiran.

“Saya sebenarnya agak malu, tapi harus mengakui ternyata kita (DPR) memang kalah dengan anak sekolah. Anak SD saat libur benar-benar bebas liburan, tapi saat dekat dengan waktu masuk sekolah semua sudah disiapkan lagi. Buku-buku, tas sekolah, alat tulis. Hari pertama masuk biasanya jarang ada yang absen. Kalau di sini berbeda 180 derajat.” paparnya.

Saat ditanya mengenai kemungkinan alasan rekan-rekannya membolos, Rudy kembali mengaku tidak bisa menjawab dengan pasti. Salah satu kemungkinan adalah karena tidak paham dengan tema atau materi yang akan dirapatkan. Alasan yang lain berkaitan erat dengan perkara reward and punishment sebagai anggota dewan.

Berbeda dengan siswa sekolah yang bisa dijewer atau disetrap oleh guru dan kepala sekolah, tidak ada pengawasan serupa terhadap anggota parlemen. Meskipun banyak yang mengatakan bahwa hukuman akan datang sendirinya saat pemilu tiba dalam bentuk bahwa mereka tidak terpilih lagi, nyatanya cukup banyak anggota yang sering bolos namun tetap terpilih berkali-kali.

“Ini nggak seperti kalau korupsi terus KPK masuk. Kalau soal bolos begini harusnya urusan masing-masing partai yang memberi sanksi, tapi nyaris tidak mungkin dilakukan juga oleh partainya. Masa iya orang tua anggota DPR harus diundang ke sini, diberi tahu ‘Pak, Bu, anak bapak atau ibu sering bolos waktu sidang dan rapat’. Kan aneh jadinya,” ujar Rudy.

***

Meski demikian, ternyata tidak semua anggota DPR berpikiran serupa. POS RONDA sempat menghubungi anggota lain, Albert Kembau, yang tidak hadir dalam sidang paripurna tersebut. Diwawancara melalui telepon, ia mengaku tidak merasa bersalah karena ketidakhadirannya dalam rapat.

Menjawab singkat, Albert berkata bahwa ketidakhadiran dalam sidang merupakan sebuah tradisi dari parlemen di Indonesia. Sebagai tradisionalis, ia mengaku tidak mau merubah tradisi tersebut.

“Ini memang tradisi kita, jadi tolong jangan dipermasalahkan. Saya hanya mempertahankan tradisi yang sudah berlangsung puluhan tahun. Lagipula nggak ikut rapat juga nggak bikin kiamat, ‘kan? Omongan saya jangan dipelintir ya. Mau kamu saya tuntut kayak pembatas jalan tempo hari? Mau? Mau? Saya ini anggota DPR lho!” ujarnya dengan nada tinggi sebelum menutup telepon secara sepihak. (Sha01)

 

 

===

 

DISCLAIMER

Iklan

Shaka

Other posts by


FOLLOW US

ARTIKEL LAWAS