Iklan
LATEST TWEET

Yunani Berpeluang Keluar dari Eurozone, Uni Eropa Salahkan Indonesia

January 12, 2015       Ekonomi & Bisnis, Internasional, Politik      
Keberadaan Yunani dalam Eurozone tengah berada di persimpangan. Bila partai oposisi menang dalam pemilu 25 Januari nanti, kemungkinan keluarnya Yunani menjadi sangat besar. Ini akan menimbulkan dampak kerugian yang cukup signifikan bagi negara-negara dalam komunitas tersebut. Uni Eropa kemudian punya teori akar penyebab masalahnya. Siapa lagi kalau bukan Indonesia? (photo courtesy businessinsider.com)

Keberadaan Yunani dalam Eurozone tengah berada di persimpangan. Bila partai oposisi menang dalam pemilu 25 Januari nanti, kemungkinan keluarnya Yunani menjadi sangat besar. Ini akan menimbulkan dampak kerugian yang cukup signifikan bagi negara-negara dalam komunitas tersebut. Uni Eropa kemudian punya teori akar penyebab masalahnya. Siapa lagi kalau bukan Indonesia? (photo courtesy businessinsider.com)

BRUSSELS, POS RONDA – Pemilihan umum yang akan berlangsung di Yunani dua minggu lagi menunjukkan tanda-tanda yang kurang menggembirakan bagi sang petahana, Perdana Menteri (PM) Antonis Samaras. Berdasarkan polling terakhir, beberapa media bahkan menilai Samaras membutuhkan keajaiban untuk dapat mengalahkan pesaingnya, Alexis Tspiras, pimpinan Partai Syriza yang berhaluan radikal kiri.

Apabila Tspiras nanti memastikan partainya menang di hari pemilu, kemungkinan besar pemerintahannya akan membawa Yunani untuk keluar dari Eurozone, komunitas negara-negara Eropa pengguna mata uang Euro, serta berkemungkinan untuk menyatakan gagal bayar atas utangnya yang sebesar 240 milyar Euro.

Tentu saja, ini membuat negara-negara kreditor berpotensi menderita kerugian. Jerman, misalnya, diperkirakan akan kehilangan lebih dari 56 milyar Euro, sementara Perancis 42 milyar, Italia 37 milyar, dan Spanyol 24,8 milyar. Belanda, Belgia, Austria, Portugal, dan Irlandia juga akan mengalami hal serupa. Sebagian analis bahkan mengkhawatirkan ini menjadi permulaan dari berakhirnya riwayat mata uang Euro.

Menanggapi hal ini, Uni Eropa (UE) melalui salah seorang staf ahli di bidang ekonomi menyatakan bahwa akar masalah potensi keluarnya Yunani dari Eurozone dapat dilacak hingga ke Indonesia.

“Dari serangkaian analisis kami sampai pada kesimpulan bahwa kesalahan terletak pada Indonesia hingga Yunani berpotensi keluar dari Eurozone.” ujar Francois Klumpert, staf ahli ekonomi UE dalam keterangan pers-nya di Brussels, Belgia, kemarin (11/1).

Dirinya mengaku tidak dapat menjelaskan detil analisis itu, namun menyebutkan bahwa ini berkaitan dengan proses pemilihan umum di Indonesia tahun lalu, yang menyebabkan masyarakat Yunani dan partai oposisinya muncul dengan tema keluar dari Eurozone.

Ia juga menambahkan bahwa kekacauan yang ada di Eurozone dan Yunani juga diakibatkan oleh melemahnya nilai rupiah, serta kurang dimanfaatkannya penurunan nilai tersebut untuk meningkatkan volume ekspor Indonesia ke Eropa. Kombinasi dari beberapa sebab ini membuat negara-negara yang bergabung dalam Eurozone kehilangan sebagian pajak penjualan dalam negeri yang dapat digunakan untuk menalangi krisis ekonomi Yunani lebih dalam lagi.

Klumpert juga menuding aktivitas para dukun dan paranormal Indonesia, yang dalam kegiatannya sehari-hari telah mengirimkan energi negatif baik disengaja maupun tidak kepada pemerintahan Yunani maupun komunitas Eurozone.

“Analisis yang kami lakukan sudah bersifat holistik,menyeluruh, dan mendalam. Secara empiris kami memastikan kontribusi Indonesia dalam kondisi Yunani dan Eurozone yang tidak menentu saat ini. Kami sudah mengerahkan para pakar dari berbagai bidang untuk menjawab masalah ini, dan inilah konsensusnya.” paparnya.

Dalam kesempatan yang sama, ia juga menyayangkan bahwa beberapa waktu sebelumnya Menteri Koordinator Perekonomian Indonesia Sofyan Djalil mengatakan bahwa melemahnya nilai rupiah disebabkan oleh kondisi politik dan ekonomi Yunani dan Eurozone. Klumpert melihat pernyataan ini justru memutarbalikkan fakta.

“Bukan kami penyebab melemahnya rupiah, melainkan melemahnya rupiah yang menjadi penyebab kondisi Yunani dan Eurozone yang tidak menentu saat ini.” tegas Klumpert menutup keterangan pers tersebut. (Sha01)

 

====

 

DISCLAIMER

Iklan

Shaka

Other posts by

One Respond

  • phaeny

    on January 30, 2015, 15:51:05

    Wakaamakkk kok prcoyo dukun brg wg yunani LOL!!!

    Reply to phaeny


FOLLOW US

ARTIKEL LAWAS