Iklan
LATEST TWEET

Muak, Gandalf Tinggalkan Indonesia dan Partai Golput Untuk Pilpres di Belarus

December 23, 2014       Internasional, Politik      
Gandalf sang Penyihir Putih. Pernah menjadi kandidat calon presiden Indonesia dari Partai Golput, namun kandas karena konflik internal partai. Merasa muak dengan kondisi politik di Indonesia, Gandalf memutuskan untuk hijrah ke Belarus, di mana salah satu partai oposisi menjajaki kemungkinan untuk mengusungnya menjadi calon presiden di negara bekas pecahan Uni Soviet tersebut. (photo courtesy projectorreviews.com)

Gandalf sang Penyihir Putih. Pernah menjadi kandidat calon presiden Indonesia dari Partai Golput, namun kandas karena konflik internal partai. Merasa muak dengan kondisi politik di Indonesia, Gandalf memutuskan untuk hijrah ke Belarus, di mana salah satu partai oposisi menjajaki kemungkinan untuk mengusungnya menjadi calon presiden di negara bekas pecahan Uni Soviet tersebut. (photo courtesy projectorreviews.com)

JAKARTA, POS RONDA – Setelah sempat menjadi kandidat calon presiden dari Partai Golongan Putih (Golput) pada masa Pemilihan Presiden (Pilpres) Indonesia beberapa bulan yang lalu, Gandalf sang Penyihir Putih kini dikabarkan telah hijrah ke Belarus demi mengikuti pilpres yang berlangsung di negara bekas pecahan Uni Soviet tersebut.

Salah satu partai oposisi di Belarus menyatakan siap untuk merekrut Gandalf untuk diusung sebagai calon presiden, dan pernyataan ini juga telah dikonfirmasi oleh BBC Monitoring.  Seperti yang dikutip, pemilihan Gandalf rupanya didasari oleh kepercayaan bahwa sang penyihir adalah teman yang baik bagi para Hobbit, yang memiliki sifat mirip dengan orang-orang Belarus.

Seperti yang diketahui, Gandalf dikenal sebagai figur internasional dan sosok pahlawan yang pernah menjadi panglima tinggi dalam peperangan melawan kejahatan di Middle Earth. Kualitas inilah yang membuat petinggi Partai Golput di Indonesia juga menjadikan dirinya sebagai kandidat capres.

Sayangnya, kemampuan Gandalf ternyata tidak mampu membendung intrik politik Indonesia yang begitu kejam dan kuat. Internal Partai Golput akhirnya bergejolak dan terbelah mendukung kandidat capres yang berbeda. Gandalf mendapat tantangan dari para pendukung kandidat lain. Para penentang Gandalf di internal partai bahkan mengeluarkan isu tuduhan bahwa dirinya dulu adalah Magneto, sang mutan pembenci manusia. Perpecahan ini akhirnya menggagalkan pencalonan Gandalf, dan Partai Golput masih mengalami konflik internal hingga saat ini.

“Saya pribadi sudah muak dengan kondisi politik di Indonesia. Mereka (partai politik) lebih suka bertengkar antar diri mereka sendiri seperti para goblin dan orc dibandingkan memperjuangkan kepentingan masyarakat. Kini ada yang membutuhkan tenaga saya di Belarus, dan saya akan pergi ke sana.” ujar Gandalf saat dimintai keterangan oleh POS RONDA kemarin (22/12) sebelum bertolak ke Belarus.

Ia mengakui keputusan untuk hijrah ke Belarus didasari oleh keinginannya untuk beraksi seperti masa lalunya, memimpin sekelompok orang untuk tujuan tertentu yang mulia atau melawan kekuatan jahat. Meski Gandalf tidak bisa memastikan bahwa dirinya akan mendapatkan apa yang dia inginkan di Belarus, baginya ini lebih baik daripada tetap berada di Indonesia.

“Saya terbiasa membela pihak yang baik memerangi pihak yang jahat. Tapi di Indonesia saya tidak bisa membedakan antara yang baik dengan yang jahat. Keduanya tampak sama dan berperilaku sama, bahkan ilmu yang saya miliki tidak dapat membantu banyak untuk membedakannya.” tambah Gandalf.

Dalam pertarungan pilpres di Belarus, Gandalf dipastikan akan berhadapan dengan sejumlah kandidat lainnya, terutama dari masing-masing partai oposisi yang berjumlah cukup banyak. Namun, lawan yang paling kuat adalah sang petahana, Presiden Alexander Lukashenko.

Presiden Belarus Alexander Lukashenko. Berkuasa selama 20 tahun semenjak terpilih menjadi presiden pada tahun 1994, Lukashenko mendekatkan Belarus pada Rusia. Ia kemudian dianggap oleh Uni Eropa dan Amerika Serikat sebagai salah satu diktator terakhir Eropa dan dituduh sebagai pelanggar demokrasi dan hak asasi manusia. Lukashenko sendiri mengatakan apa yang dia lakukan adalah untuk menjaga stabilitas negaranya agar tidak terjatuh dalam kekacauan seperti yang ada di Georgia dan Ukraina. (photo courtesy larepublica.es)

Presiden Belarus Alexander Lukashenko. Berkuasa selama 20 tahun semenjak terpilih menjadi presiden pada tahun 1994, Lukashenko mendekatkan Belarus pada Rusia. Ia kemudian dianggap oleh Uni Eropa dan Amerika Serikat sebagai salah satu diktator terakhir Eropa dan dituduh sebagai pelanggar demokrasi dan hak asasi manusia. Lukashenko sendiri mengatakan apa yang dia lakukan adalah untuk menjaga stabilitas negaranya agar tidak terjatuh dalam kekacauan seperti yang ada di Georgia dan Ukraina. (photo courtesy larepublica.es)

Lukashenko telah menjabat sebagai Presiden Belarus sejak tahun 1994, dan berkuasa selama 20 tahun hingga saat ini. Sosoknya merupakan anomali dari standar pemimpin negara-negara pecahan Soviet saat itu dengan tetap mempertahankan kewenangan negara pada perekonomian dibandingkan negara-negara tetangganya yang melakukan liberalisasi ekonomi. Dari sisi diplomasi, Lukashenko memilih mendekatkan Belarus kepada Rusia dibandingkan Uni Eropa (UE).

Selama kepemimpinannya Lukashenko sering dianggap oleh para jurnalis sebagai ‘diktator terakhir di Eropa’, dan ia beserta beberapa pejabat Belarus lainnya dikenakan sanksi dan larangan berpergian oleh UE dan Amerika Serikat (AS) dengan tuduhan pelanggaran hak asasi manusia. Pada pemilihan presiden Belarus tahun 2010, Lukashenko menangkap para kandidat dan pendukung oposisi, termasuk para jurnalis dan pekerja media pada hari pemilihan, kemudian menang dengan meraih lebih dari 70 persen suara.

Menghadapi kemungkinan lawan yang berat, Gandalf mengaku tidak gentar dan menganggap itu sudah menjadi bagian dari hidupnya. Ia juga berkata dengan yakin bahwa apa yang akan dihadapinya di Belarus tidak akan sesulit apa yang sudah dihadapinya di Middle Earth ataupun Indonesia.

“Saya sudah melalui apa yang terjadi di Middle Earth dan Indonesia, sehingga apa yang akan saya hadapi Belarus sepertinya tidak akan menjadi persoalan yang sulit. Jujur saya katakan, negara anda lebih rumit dibandingkan Middle Earth, dan saya tidak berhasil di sini (Indonesia).” jelasnya.

Sesaat sebelum bertolak menuju Belarus, Gandalf juga sempat memberikan saran bagi para penduduk Indonesia, terutama para pejabat dan politisinya.

“Saat menyangkut kepentingan negara dan masyarakatnya, jangan main-main, bersikaplah dengan fokus, serius, dan teliti. Menjalankan negara itu tidak sama dengan pesta Hobbit yang riang gembira. Jangan bersikap bodoh seperti seorang Took.” saran Gandalf. (Sha01)

 

===

 

DISCLAIMER

Iklan

Shaka

Other posts by


FOLLOW US

ARTIKEL LAWAS