Iklan
LATEST TWEET

Permintaan Kambing Hitam ke Jakarta Melonjak Tajam, Peternak Kewalahan

December 18, 2014       Daerah, Ekonomi & Bisnis, Politik      
Kambing hitam. Para peternak di Tuban dan wilayah lainnya di Indonesia mengaku kewalahan dalam memenuhi banyaknya permintaan kambing berwarna hitam ke Jakarta. Mereka khawatir tidak mampunya peternak lokal untuk memenuhi kapasitas pesanan akan mempengaruhi pemerintah di Jakarta untuk membuka keran impor kambing hitam. (photo courtesy pbase.com)

Kambing hitam. Para peternak di Tuban dan wilayah lainnya di Indonesia mengaku kewalahan dalam memenuhi banyaknya permintaan kambing berwarna hitam ke Jakarta. Mereka khawatir tidak mampunya peternak lokal untuk memenuhi kapasitas pesanan akan mempengaruhi pemerintah di Jakarta untuk membuka keran impor kambing hitam. (photo courtesy pbase.com)

TUBAN, POS RONDA – Para peternak yang tergabung dalam Koperasi Kerjasama Peternak Kambing Regional Tuban (KOPERKAMBAN) mengadakan pertemuan darurat antara para anggotanya kemarin (17/12). Pertemuan tersebut membahas mengenai kekhawatiran para peternak kambing di Tuban, Jawa Timur, yang mulai kewalahan memenuhi pesanan khusus berupa kambing dengan bulu yang berwarna hitam.

Ketua KOPERKAMBAN, Nur Handoko, mengatakan bahwa pesanan khusus kambing berwarna hitam ini memang bukan hal yang baru, namun permintaannya tiba-tiba melonjak tajam semenjak akhir bulan Oktober lalu. Dikarenakan para peternak tidak melakukan spesialisasi pada pembibitan kambing berwarna hitam, maka jumlah kambing hitam yang tersedia tidak mampu memenuhi jumlah permintaan yang mayoritas datang dari Jakarta.

“Para anggota koperasi tengah bingung mencari solusi bagaimana caranya memenuhi permintaan dari Jakarta. Pada dasarnya kita ini ternak kambing dengan berbagai macam warna dan ukuran, jadi begitu pesanan kambing hitam melonjak, kita kewalahan. Saya hubungi teman-teman di Kediri, Grobogan, dan daerah-daerah lain, mereka mengalami masalah yang sama. Inti persoalannya adalah terlalu banyak permintaan untuk kambing hitam, sementara ternaknya tidak ada.”  paparnya kepada POS RONDA seusai pertemuan itu.

Nur menjelaskan sebagai contoh, peternakan kambingnya memiliki kapasitas untuk menjual hingga seribu ekor kambing per bulan. Hanya saja dari jumlah tersebut, kambing yang berwarna hitam biasanya tidak mencapai lebih dari sepuluh persen.

Ia mengaku khawatir bahwa ketidakmampuan peternak lokal untuk memenuhi jumlah permintaan ke Jakarta akan membuat para pemesan memilih untuk mengimpor kambing hitam dari luar negeri. Apabila terjadi banjir impor kambing hitam dari luar negeri, maka harga kambing dipastikan akan mengalami penurunan dan para peternak kecil akan kesulitan. Menunggu datangnya hari raya pun tidak akan banyak mengubah situasi, sebab yang mendapat keuntungan besar biasanya adalah distributor dan pedagang, bukan peternak.

“Kami terus terang khawatir apabila pemerintah membuka keran impor. Karena memang para pemesan kambing warna hitam umumnya adalah lembaga-lembaga pemerintah. Kementerian, Balai Kota, Istana, DPR, partai-partai (politik). Sering juga ada pesanan kambing hitam dari media-media massa di Jakarta. Kalau kami tidak bisa penuhi kebutuhan, mereka pasti impor. Pada dasarnya kami juga tidak mengerti alasannya mereka butuh banyak sekali, tapi yang jelas mereka memang mencari-cari kambing yang warnanya hitam.” ujar Nur.

Dalam pertemuan yang diselenggarakan tersebut, para peternak mencapai kesepakatan untuk membentuk pembibitan kambing hitam secara kolektif.  Untuk menjaga reputasi dan kualitas para peternak, pihak koperasi juga melarang para anggotanya menggunakan cara yang tidak jujur seperti mewarnai kambing biasa dengan cat warna hitam. Langkah ini diharapkan mampu membantu para peternak untuk memenuhi permintaan dari Jakarta, serta memperkuat pencegahan impor kambing hitam yang berpotensi dilakukan oleh pemerintah apabila suplai dari peternak lokal tidak memadai. (Sha01)

 

===

 

DISCLAIMER

Iklan

Shaka

Other posts by

2 Responses


FOLLOW US

ARTIKEL LAWAS