Iklan
LATEST TWEET

Sering di-Bully Netizen, Jepang Akan Kirim Doraemon Bantu Jokowi

December 17, 2014       Ekonomi & Bisnis, Hiburan & Seni, Internasional, Politik, Sosial, z_Featured, z_Hot Stuff      
MS-903, atau dikenal dengan nama kode "DORAEMON", robot berteknologi tinggi hasil penelitian Matsushiba Robotics. DORAEMON akan ditugaskan oleh pemerintah Jepang untuk membantu Presiden Joko Widodo untuk membantu tugas blusukan, mengerjai netizen yang suka merundung presiden, serta menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi oleh presiden sehingga yang bersangkutan tidak perlu berpikir atau berusaha keras untuk menyelesaikannya. (photo courtesy liquida.it)

MS-903, atau dikenal dengan nama kode “DORAEMON”, robot berteknologi tinggi hasil penelitian Matsushiba Robotics. DORAEMON akan ditugaskan oleh pemerintah Jepang untuk membantu Presiden Joko Widodo untuk membantu tugas blusukan, mengerjai netizen yang suka merundung presiden, serta menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi oleh presiden sehingga yang bersangkutan tidak perlu berpikir atau berusaha keras untuk menyelesaikannya. (photo courtesy liquida.it)

TSUKUBA, POS RONDA – Aktivitas dan kebijakan Presiden Joko Widodo seringkali mendapatkan dukungan maupun kritikan dari masyarakat Indonesia. Baik di media sosial maupun dunia nyata, argumen yang muncul seringkali menghangat dan berujung kepada sikap saling merundung antara mereka yang pro maupun kontra dengan kebijakan presiden. Tidak jarang, presiden sendiri menjadi objek rundungan oleh para netizen dan masyarakat umum.

Kondisi ini rupanya mendapatkan perhatian serius dari negara matahari terbit. Pemerintah Jepang akhirnya mengeluarkan pernyataan bahwa mereka akan membantu Presiden Jokowi menghadapi masalah perundungan itu.

Didukung oleh konsorsium yang terdiri dari beberapa perusahaan multinasional, Jepang akan mengirimkan bantuan kepada presiden berupa sebuah robot berteknologi mutakhir, MS-903, yang dikenal dengan nama kode “DORAEMON”.

Hiroshi Abiko, peneliti utama Matsushiba Robotics, perusahaan yang memproduksi MS-903,  mengatakan bahwa robot ini akan sangat membantu kinerja Presiden Jokowi dalam melakukan tugasnya sebagai presiden.

“Tim kami sudah melakukan penelitian secara holistik, dan menyimpulkan bahwa MS-903 adalah teknologi yang paling tepat untuk membantu Presiden Widodo dalam melaksanakan tugasnya.” ujar Abiko di lobi pusat penelitian milik Matsushiba Robotics di Tsukuba, Jepang, Senin lalu (15/12).

Para peneliti dan insinyur dari Matsushiba akan menyertakan beberapa gadget untuk membantu kegiatan blusukan presiden. Salah satunya adalah Baling-baling Bambu yang bisa membuat seseorang untuk terbang di udara. Menurut Abiko, dengan alat ini Presiden Jokowi tidak perlu lagi memanjat menara atau memantau lokasi bencana dengan tingkat keamanan yang minimal. Cukup menaruh Baling-baling Bambu di kepala, maka presiden bisa terbang dan memantau lokasi dari angkasa.

Selain itu, terdapat pula Pintu ke Mana Saja yang akan menghemat waktu dan anggaran perjalanan presiden. Cukup dengan menentukan tujuan dan tinggal membuka pintu, maka presiden langsung sampai di tempat yang diinginkan. Penggunaan alat ini akan membuat fungsi pesawat kepresidenan menjadi minim, sehingga moda transportasi khusus presiden tersebut dapat dijual untuk menghemat anggaran pemerintah.

Berkenaan dengan anggaran, Abiko juga menjelaskan bahwa DORAEMON tidak membutuhkan energi yang berbiaya tinggi. Melalui serangkaian penelitian dan rekayasa mesin dari konsorsium, DORAEMON hanya membutuhkan makanan berupa dorayaki untuk mengisi energi. Fitur ini dipastikan sangat ramah bagi pengeluaran pemerintah.

“Tentu saja perawatan secara berkala akan dilakukan setiap enam bulan sekali. Kami akan mengirimkan tim ke Indonesia untuk melakukannya. Kami akan pastikan DORAEMON akan siap melayani dan mendampingi Bapak Presiden 24 jam sehari, 7 hari seminggu.” jelasnya.

Aksi Presiden Jokowi saat memanjat menara perbatasan di Pulau Sebatik. Dengan adanya Baling-baling Bambu dan Pintu ke Mana Saja, kegiatan seperti ini tidak perlu lagi dilakukan oleh presiden. (photo courtesy merdeka.com)

Aksi Presiden Jokowi saat memanjat menara perbatasan di Pulau Sebatik. Dengan adanya Baling-baling Bambu dan Pintu ke Mana Saja, kegiatan seperti ini tidak perlu lagi dilakukan oleh presiden. (photo courtesy merdeka.com)

Abiko dan para penelitinya juga akan menangani fenomena perundungan yang dihadapi oleh presiden dari para netizen. DORAEMON akan disertai oleh kantong multi-dimensional yang dapat menampung barang dalam jumlah tak terbatas. Di dalam kantong tersebut, akan terdapat berbagai macam gadget yang dapat menolong presiden dari para perundung.

Salah satu alat, berdasarkan penuturan Abiko, dapat mengatur bahwa setiap netizen yang menghina presiden akan terkena sengatan listrik melalui keyboard atau layar sentuh smartphone-nya masing-masing. Selain itu, akan ada alat berbentuk telur raksasa yang bisa mengubah orang yang membenci presiden menjadi menyukainya. Abiko berkata bahwa ini sangat berguna bagi lawan-lawan politik Presiden Jokowi. Hanya dengan menculik dan memasukkan mereka ke telur tersebut, maka dijamin dalam waktu tidak sampai satu jam, orang tersebut akan berbalik mengidolakan presiden.

“MS-903 sudah kami siapkan dengan berbagai macam alat. Presiden Widodo cukup mengeluh atau melapor saja kepada DORAEMON, maka ia akan mengeluarkan alat untuk menolongnya. Presiden bisa menggunakan alatnya untuk membalas dendam atau mengerjai orang-orang yang melakukan bullying pada beliau. Bahkan kami sudah memasukkan perintah prioritas tinggi, bahwa MS-903 akan membantu presiden hingga beliau tidak lagi di-bully oleh siapapun.” ujar Abiko.

Penugasan DORAEMON untuk mendampingi Presiden Jokowi merupakan salah satu usaha diplomatik pemerintah Jepang untuk mempererat hubungan antara kedua negara. Deputi Menteri Luar Negeri Jepang, Tatsuma Seki, yang juga hadir di lokasi yang sama mengakui hal tersebut.

Menurutnya, persahabatan antara Indonesia dan Jepang begitu erat sehingga purwarupa DORAEMON pertama akan diserahkan kepada pemerintahan Indonesia. Apabila penugasan robot ini berhasil, maka MS-903 akan diproduksi lebih banyak lagi sebagai bagian dari strategi diplomasi Jepang di seluruh dunia.

“Ini merupakan perwujudan niat baik Jepang untuk sahabat kami di Indonesia. Bagi Presiden Widodo, pemerintah Jepang memberikan jalan keluar yang singkat dan mudah dalam bentuk robot. Kami sudah menyiapkan segalanya dalam DORAEMON sehingga Bapak Presiden tidak perlu lagi bersusah payah dan memusingkan cara untuk mengatasi masalah-masalah yang dihadapinya.” papar Seki.

DORAEMON diperkirakan akan memulai penugasannya pada pertengahan tahun 2015. Seki berharap melalui robot berbentuk kucing tersebut, hubungan kedua negara akan terjalin lebih erat lagi dari sebelumnya dan Jepang kembali menjadi most favoured nation dalam kerjasama perdagangan dengan Indonesia.

 

Salah satu ruangan laboratorium robotik di Lembaga Robotik Nasional (LARON). Mantan Kepala LARON Heryanto Sukmaraga menyoroti ketergantungan pemerintah kepada teknologi dari luar negeri, serta ketidakpedulian pada pengembangan teknologi dalam negeri. Heryanto mengharapkan pemerintah agar lebih memperhatikan kebutuhan peneliti dan ilmuwan dalam negeri untuk menciptakan kedaulatan teknologi. (photo courtesy haaretz.com)

Salah satu ruangan laboratorium robotik di Lembaga Robotik Nasional (LARON). Mantan Kepala LARON Heryanto Sukmaraga menyoroti ketergantungan pemerintah kepada teknologi dari luar negeri, serta ketidakpedulian pada pengembangan teknologi dalam negeri. Heryanto mengharapkan pemerintah agar lebih memperhatikan kebutuhan peneliti dan ilmuwan dalam negeri untuk menciptakan kedaulatan teknologi. (photo courtesy haaretz.com)

Reaksi Protes dari Dalam Negeri

Rencana pemerintah Jepang untuk menugaskan DORAEMON untuk membantu Presiden Jokowi ternyata mendapatkan kecaman di Indonesia. Meski diperkirakan akan populer di kalangan masyarakat, hadirnya DORAEMON mendapat sorotan khusus dari mantan kepala Lembaga Robotik Nasional (LARON), Heryanto Sukmaraga.

Ia menanggap bahwa penugasan robot Jepang tersebut menampar wajah para peneliti robotik dalam negeri. Menurut Heryanto, LARON sebenarnya telah memiliki teknologi dasar untuk membuat robot secanggih DORAEMON. Hanya saja, lembaga tersebut tidak diberikan anggaran yang cukup untuk penelitian lebih lanjut.

“Pada saat saya menjabat sebagai Kepala LARON, anggaran kami berkali-kali dipotong, puncaknya ketika kami terpaksa menjadikan sebagian dari kantor kami berubah jadi warnet untuk menutupi biaya yang ada. Pada dasarnya kami memang masuk dalam daftar lembaga negara kategori IV,  yaitu ‘lembaga-lembaga yang keberadaannya terlupakan oleh presiden’, maka meskipun kami punya teknologinya, tetap tidak dapat berbuat apa-apa karena tidak ada anggarannya. Apalagi saat ini saya dikabari bahwa hampir seluruh penelitian negara harus done by order dan harus dapat dijual supaya bisa diberi anggaran. Kita ini lembaga yang isinya ilmuwan dan peneliti, bukan pedagang yang suka jual-jual teknologi.” tegasnya saat dimintai pendapat di kediamannya pagi ini (17/12).

Heryanto menilai bahwa pemerintah Indonesia kurang memperhatikan para perkembangan penelitian teknologi di negerinya sendiri. Mengimpor dan menerima berbagai macam teknologi dari negara lain memang tidak dilarang, tapi ketergantungan terhadap teknologi luar negeri harus mulai dikurangi dengan memberikan insentif pada perkembangan teknologi dalam negeri.

Ia menjelaskan lebih lanjut, ketergantungan yang terlalu besar terutama pada teknologi strategis berpotensi mempengaruhi keamanan data-data pertahanan dan ketahanan dalam negeri. Oleh karena itu, bagaimanapun ketertinggalan Indonesia, penelitian dan pengembangan harus tetap menjadi prioritas pemerintah sebagai usaha untuk berdaulat di bidang teknologi.

“Dalam teknologi yang kita beli seperti satelit, drone, dan robot, bukan tidak mungkin dipasangi chip khusus yang bisa mentransfer data-data penting ke negara produsen. Meski saya pribadi menolak penugasan DORAEMON untuk membantu presiden, tapi kalau beliau memang menerima, mau apa lagi? Saya hanya berharap dalam kerjasama tersebut presiden dapat memaksa pemerintah dan konsorsium Jepang untuk melakukan alih teknologi robotik secara layak ke Indonesia.” papar Heryanto mengakhiri wawancara. (Sha01)

 

===

 

DISCLAIMER – POS RONDA adalah situs yang berisikan tulisan, artikel, dan cerita yang dibuat dan disusun sebagai KARYA FIKSI, bersifat SATIR, dan berfungsi sebagai HIBURAN.

Iklan

Shaka

Other posts by

4 Responses

  • Japan028

    on December 19, 2014, 01:04:23

    Is this a joke…

    Reply to Japan028
  • Super Terong

    on February 25, 2015, 15:49:21

    that LARON

    Reply to Super
  • Meng Gading

    on March 19, 2015, 18:43:02

    lah kan uda dikirm maret kemaren ama jepang ke ancol..klo ga salah di ancol seminggu…tp ga tahu ya..jokowi dateng apa ga ksana wekekeke..
    btw, ada yg masih pake kartu nama dr kertas? ayo ganti dgn kartu nama online, taruh/embed kartu nama di blog/website dgn mudah, buat dan bertukar kartu nama di berkenalan.com: https://berkenalan.com

    Reply to Meng


FOLLOW US

ARTIKEL LAWAS