Iklan
LATEST TWEET

Stasiun Televisi Siarkan Langsung Kegiatan Selebritis Saat Buang Air

December 16, 2014       Ekonomi & Bisnis, Hiburan & Seni, Sosial, z_Hot Stuff      
Karikatur karya kartunis Clive Goddard mengenai reality show di televisi dewasa ini. Dalam karikaturnya ini, Goddard mengecam stasiun televisi dan rumah produksi yang terus-menerus menayangkan program reality show yang kurang berkualitas untuk dikonsumsi publik. (pic taken from cartoonstock.com, copyright of Clive Goddard).

Karikatur karya kartunis Clive Goddard mengenai reality show di televisi dewasa ini. Dalam karikaturnya ini, Goddard mengecam stasiun televisi dan rumah produksi yang terus-menerus menayangkan program reality show yang kurang berkualitas untuk dikonsumsi publik. (pic taken from cartoonstock.com, copyright of Clive Goddard).

JAKARTA, POS RONDA – Stasiun televisi swasta MbeoTV menyatakan akan menyiarkan kegiatan para pesohor saat buang air secara langsung. Rencana ini dikemukakan oleh sang direktur penyiaran  Rahel Talassipo dalam konferensi pers pagi ini (16/12) di Studio 2 MBeoTV.

Ia mengatakan bahwa program ini merupakan respon logis dari kegiatan-kegiatan serupa yang dilakukan oleh stasiun televisi lainnya, seperti peristiwa pernikahan selebriti dan proses melahirkan yang disiarkan secara langsung dengan full coverage hingga sehari penuh. Acara-acara tersebut menuai sukses dari segi komersial.

Dalam acara yang akan disiarkan oleh MbeoTV, Rahel menjanjikan premis di mana para penonton bisa melihat para pesohor di Indonesia menjadi manusia biasa yang juga punya kebutuhan metabolisme biologis.

“Subjek utama bisa jadi selebritis dan politisi. Selama ini masyarakat melihat mereka sebagai sosok dalam kelas sosial yang tinggi. Dengan acara ini, kami ingin menunjukkan pada publik bahwa sosok-sosok ini adalah manusia biasa yang sama dengan mereka.” ujar Rahel menjelaskan maksud program tersebut.

Dengan menunjukkan bahwa para selebritis dan politisi sebagai manusia biasa, maka diharapkan muncul keterikatan antara para penonton, terutama para penggemar, dengan subjek acara ini. Ini akan menolong subjek acara untuk mendapatkan basis penggemar yang lebih luas atau bahkan semakin membuat penggemar lama menjadi lebih loyal.

Rahel juga yakin bahwa acara ini akan menjadi kesuksesan komersial bagi MBeoTV Ia meramalkan bahwa program yang belum diberi nama ini akan meraih rating dua digit dalam setiap episodenya. Dengan biaya produksi yang pasti lebih rendah dari acara seperti menyiarkan pernikahan atau proses kelahiran, ia yakin keuntungan yang dihasilkan dari program ini akan maksimal.

“Tentu saja kami akan buat beberapa twist agar para pemirsa tidak bosan. Bisa jadi pada saat buang air, si pesohor akan mencoba berbagai macam pose, seperti kayang, salto, hingga handstand. Dalam beberapa kesempatan kami akan buat kejutan dengan mengeringkan air atau meniadakan kertas tissue di lokasi buang air. Pemirsa pasti akan dibuat tertawa, penasaran, dan tegang sekaligus.” jelasnya.

Saat ditanya mengenai kekhawatiran munculnya kritik terhadap reality show seperti ini, terutama karena adanya penggunaan frekuensi publik, Rahel mengaku tidak khawatir. Menurutnya, hal yang dapat dilakukan oleh para kritikus pada dasarnya hanyalah melakukan kritik, melapor kepada Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), dan tidak lebih dari itu.

Ia juga menambahkan, bahwa bagaimanapun juga masyarakat tetap menonton acara-acara reality show apapun kualitasnya. Sebagai pelaksana stasiun televisi swasta, maka ia hanya memaksimalkan karakter masyarakat untuk kemajuan perusahaan yang ditanganinya.

“Saya rasa itu wajar bahwa sebagai sebuah perusahaan kami ingin mendapatkan keuntungan. Frekuensi publik itu ‘kan soal persepsi, toh yang menonton acara kami juga publik, masyarakat. Jadi masalahnya ada di mana? Seandainya nanti ada peringatan dari KPI, kami cukup ubah judul tayangan saja dan masalah jadi beres. Semua bisa diatur.” papar Rahel.

Acara ini direncanakan dapat mulai dinikmati pemirsa televisi pada awal bulan Februari 2015, dengan episode perdana akan ditayangkan langsung selama lebih dari empat jam. Tayangan perdana tersebut juga akan menghadirkan perwakilan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) untuk mencatat rekor buang air terlama di Indonesia.

 

Pengamat: Siaran langsung buang air tidak bertanggung jawab

Rencana MBeoTV untuk menayangkan program siaran langsung buang air mendapatkan kritik dan tentangan dari pengamat media Razin Alamsyah, yang juga merupakan campaign manager dari lembaga Generasi Indonesia Bijaksana (GIB).

Menurut Razin, acara tersebut akan masuk ke dalam daftar salah satu dari sekian banyak reality show yang tidak memiliki cita rasa dan kualitas. Baginya, tidak ada unsur hiburan atau pendidikan yang logis dengan melihat selebriti buang air, kecuali bagi beberapa orang yang punya sifat mesum.

“Penggunaan frekuensi publik oleh stasiun televisi swasta mustinya memiliki tanggung jawab sosial untuk menjaga nilai-nilai pendidikan dan hiburan yang bersifat positif bagi publik. Alih-alih diberi tayangan berkualitas, kini kita akan dapat siaran langsung mengenai orang buang air. Seandainya memang masyarakat kita belum melek media, maka stasiun media justru punya tanggung jawab untuk mendidik publik dengan benar.” paparnya.

Razin juga mengatakan bahwa tidak semua orang punya akses kepada televisi kabel dan satelit berlangganan, jadi ada porsi besar masyarakat yang terjebak dengan media-media yang tidak bertanggung jawab di pesawat televisinya. (Sha01)

 

===

 

DISCLAIMER

Iklan

Shaka

Other posts by


FOLLOW US

ARTIKEL LAWAS