Iklan
LATEST TWEET

Kaum Sith Indonesia Puji Rencana Presiden Jokowi

December 15, 2014       Ekonomi & Bisnis, Hiburan & Seni, Politik, z_Editor's Choice      
Palpatine_starwarswikiacom-wookipedia

Darth Sidious, atau Kaisar Palpatine, sosok Sith Lord panutan bagi Kaum Sith Indonesia, yang menyarankan agar Presiden Joko Widodo mengikuti jejaknya dalam merebut kekuasaan absolut di Indonesia dan memerintah dengan tangan besi. (photo courtesy Wookipedia, starwars.wikia.com)

 

JAKARTA, POS RONDA – Kelompok penganut ajaran Sithisme di Indonesia memuji pidato Presiden Joko Widodo dalam kuliah umum di Balai Senat Universitas Gajah Mada (UGM), pekan lalu (9/12). Dalam acara tersebut, Presiden Jokowi mengungkapkan rahasia keberhasilan Republik Rakyat Cina (RRC) dalam menumbuhkembangkan perekonomiannya.

Menurut presiden, RRC berhasil maju karena tiga hal. Pertama, di sana hanya ada satu partai. Kedua, terdapat rencana pembangunan jangka panjang hingga 50 sampai 100 tahun ke depan. Ketiga, pembangunan infrastruktur dalam skala besar dan cepat.

“Infrastruktur bangun secepatnya, jangan mikir duitnya dari mana. Dari situ tumbuh perekonomian cepat. Yang sulit tadi (memang) partai yang bersatu. Yang kedua bisa kita lakukan. Itulah kenapa infrastruktur (poin ketiga) kita kejar.” papar presiden saat itu.

Kaum Sith Indonesia melalui juru bicaranya, Darth Qolhor (narasumber menolak menyebutkan nama asli – red.) menyatakan bahwa apa yang dikemukakan oleh presiden merupakan pemikiran yang logis, dan mirip dengan apa yang dilakukan oleh Darth Sidious, lebih dikenal sebagai Kaisar Palpatine, salah satu Sith Lord antagonis dalam saga Star Wars yang menjadi panutan mereka. Karena itulah mereka juga mengidolakan Presiden Jokowi.

Menurut Qolhor, presiden kini tengah dalam titik penentuan di mana ia memiliki pilihan untuk menjadi seorang Sith Lord. Kembali dengan merujuk kepada sosok Palpatine, yang dulunya terpilih secara demokratis sebagai Kanselir dari Galactic Republic. Setelah menjadi kanselir, Palpatine menyatukan berbagai fraksi di senat republik untuk memberinya kekuasaan tambahan secara terus menerus, hingga akhirnya mendeklarasikan diri sebagai kaisar dari Galactic Empire.

“Saat Palpatine menjadi kaisar, hal yang dilakukannya pertama kali adalah membangun infrastruktur antariksa besar-besaran. Salah satunya tentu saja adalah Death Star, stasiun perang antariksa raksasa yang mampu menghancurkan sebuah planet dalam sekali tembak, juga berfungsi untuk memaksakan kesetiaan rakyat di seluruh galaksi.” ujar Qolhor saat diwawancara POS RONDA di tempat yang dirahasiakan, kemarin (14/12).

Dalam pembangunan Death Star, Palpatine juga tidak tanggung-tanggung dalam mengeluarkan sumber daya yang begitu besar dengan menggunakan anggaran dana pemerintahan Galactic Empire. Ini dinilai sejalan dengan presiden Jokowi yang tidak memikirkan dari mana anggaran dana untuk membangun infrastruktur dalam skala besar dan cepat.

Qolhor juga mengatakan bahwa kaum Sith Indonesia memiliki cara agar presiden dapat menyatukan partai-partai politik di Indonesia yang jumlahnya banyak. Salah satunya kembali merujuk kepada apa yang dilakukan oleh Palpatine.

“Pak Jokowi harus bisa menciptakan dan memanipulasi konflik dalam skala yang masif, sistematis, dan terstruktur rapi, sehingga tidak ada pilihan lagi selain memberikan kekuasaan absolut padanya. Seperti bagaimana Palpatine memanipulasi konflik antara Galactic Republic dan Trade Federation, sampai akhirnya beliau bisa mendapatkan kekuasaan yang begitu besar sebagai kanselir republik dan akhirnya menjadi kaisar. Pak Jokowi punya potensi untuk bisa menyamai kehebatan Yang Mulia Palpatine, maka kami menyarankan agar presiden mulai mencermati ajaran Sithisme dan bergabung dengan kelompok kami.” papar Qolhor.

Selain itu, agar bisa menjadi penganut Sith yang baik, ia juga menyarankan agar presiden bersikap baik agar dicintai masyarakat di dekat pusat kekuasaan, namun bersifat kejam terhadap warga di perbatasan agar tetap setia kepadanya.

Qolhor menambahkan bahwa presiden harus berani bersikap kejam terhadap kaum pembangkang separatis, seperti apa yang dilakukan oleh Palpatine.

“Tanda-tanda pembangkangan harus ditumpas sedini mungkin. Di manapun itu, misal di Papua, Aceh, NTT, Kalimantan, jangan diberi ampun. Apabila ada yang mengkritik, habisi. Tembak dulu, tanya belakangan. Hak asasi dan kebebasan masyarakat adalah beban. Menjadi tanpa ampun dan mempertahankan kekuasaan apapun caranya, itulah arti menjadi Sith Lord yang sesungguhnya.” paparnya.

Death Star, proyek infrastruktur skala besar kebanggaan Kaisar Palpatine. Di balik kemegahannya, pembangunan Death Star tidaklah mulus karena menghabiskan sumber daya yang sangat besar dari seluruh penjuru Galactic Empire, dan menciptakan ketimpangan ekonomi dan penderitaan bagi masyarakat di wilayah planet-planet terluar.

Death Star, proyek infrastruktur skala besar kebanggaan Kaisar Palpatine. Di balik kemegahannya, pembangunan Death Star tidaklah mulus karena menghabiskan sumber daya yang sangat besar dari seluruh penjuru Galactic Empire, dan menciptakan ketimpangan ekonomi dan penderitaan bagi masyarakat di wilayah planet-planet terluar. (picture by NAngel1298 from deviantart.com)

Di tempat terpisah, ekonom sekaligus penggemar kisah Star Wars, Rahman Mulyo Subakti, mengecam usul dari kaum Sith Indonesia. Menurutnya, ekonomi Indonesia akan hancur apabila Presiden Jokowi mengikuti jejak langkah Palpatine sebagai Sith Lord.

Ia mengingatkan bahwa pembanguna infrastruktur dengan skala yang terlalu besar dan cepat akan mendatangkan masalah bagi keuangan pemerintahan dan negara. Dengan mengambil contoh dari kisah yang sama, pembangunan Death Star oleh Palpatine tidak berjalan mulus.

Saat dana pemerintahan habis, Palpatine mengambil langkah dengan mengambil sumber daya dan kekayaan dari seluruh penjuru Galactic Empire hanya untuk menyelesaikan satu proyek besar, dan menghasilkan penderitaan besar terutama bagi para penduduk di planet-planet terluar.

“Dia juga membungkam orang-orang yang mencoba mengkritik dan melawan rencananya. Pemerintahan Palpatine adalah pemerintahan yang korup. Dia sendiri bahkan menjadi korban para penasihatnya yang punya sikap ABS (asal bapak senang). Alhasil di berbagai wilayah kekuasaannya, muncul pemberontakan-pemberontakan yang akhirnya semakin menghancurkan perekonomian wilayahnya. Maka menyarankan presiden untuk meniru seorang Sith Lord adalah hal yang absurd.” ujar Rahman pagi ini (15/12).

Meski dirinya sepakat bahwa pembangunan sebuah negara harus memiliki masterplan jangka panjang, seperti yang dilakukan di era Soeharto (RPJP) dan Yudhoyono (MP3EI), serta pentingnya infrastruktur, Rahman tetap mengingatkan bahwa pemerintah sebaiknya tidak sembrono. Pembangunan infrastruktur harus dilakukan secara bertahap dan dikaji dengan baik.

Menurutnya, pengelolaan sumber daya dan dana yang sehat serta berkesinambungan akan jauh lebih baik untuk jangka panjang dibandingkan menghabiskan semuanya untuk pembangunan infrastruktur besar-besaran pada tahap awal.

Selain itu, ide bahwa hanya ada satu partai agar perekonomian dapat maju merupakan hal yang tidak sepenuhnya benar. Negara-negara yang hanya memiliki partai politik tunggal, menurut Rahman, tidak menjamin kultur demokrasi dan kesejahteraan yang baik bagi warga negaranya. Contoh negara-negara berpartai tunggal antara lain RRC, Korea Utara, Kuba, Laos, Vietnam, dan Eritrea.

“Kuba menjadi pengecualian karena adanya fasilitas pendidikan dan kesehatan gratis bagi rakyatnya. Namun bagi saya pribadi, keadaan di Kuba lebih sederhana dibandingkan Indonesia. Mengingat contoh-contoh seperti RRC, Korea Utara, Laos, dan Eritrea, sebaiknya ide partai tunggal kita singkirkan saja.” tegas Rahman mengakhiri wawancara. (Sha01)

===

DISCLAIMER

Iklan

Shaka

Other posts by


FOLLOW US

ARTIKEL LAWAS