Iklan
LATEST TWEET

Konsultan Komunikasi Akui Ajarkan Metode ‘Ngeles’ Ke Para Pejabat

December 11, 2014       Pendidikan, Politik, z_Hot Stuff      
Ilustrasi keahlian ngeles dengan melempar tanggung jawab pada orang atau isu lain. Perusahaan konsultan komunikasi, Blame Game Consulting, secara mengejutkan mengakui telah mengajarkan kepada para pejabat negara maupun swasta metode-metode 'ngeles' melalui program pelatihan mereka. (photo courtesy libertyconservatives.com)

Ilustrasi keahlian ngeles dengan melempar tanggung jawab pada orang atau isu lain. Perusahaan konsultan komunikasi, Blame Game Consulting, secara mengejutkan mengakui telah mengajarkan kepada para pejabat negara maupun swasta metode-metode ‘ngeles’ melalui program pelatihan mereka. (photo courtesy libertyconservatives.com)

JAKARTA, POS RONDA – Perusahaan yang bergerak dalam jasa konsultan komunikasi dan hubungan masyarakat, Blame Game Consulting, secara mengejutkan mengakui bahwa mereka menyediakan layanan konsultasi yang berisi materi bagi para pejabat negeri maupun swasta dalam manajemen krisis untuk menghindar dari permasalahan, atau yang lebih populer dengan istilah ‘ngeles’.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh sang direktur utama, Ardian Rondang, dalam konferensi pers di gedung kantor Blame Game kemarin (10/12). Dalam acara tersebut, Ardian mengaku keputusannya untuk terbuka berawal dari kesuksesan perusahaannya dalam membantu para pejabat negara mempelajari skill ngeles, sehingga harus dipublikasikan untuk meningkatkan kepercayaan klien-klien baru terhadap layanan ini.

“Klien yang sudah menggunakan materi layanan kami sangat beragam, namun sebagian besar bergerak di pemerintahan baik eksekutif, yudikatif, dan legislatif. Ada banyak anggota DPR, pejabat-pejabat pemerintahan, eselon-eselon tinggi, para menteri. Kami berani bilang bahwa hampir seluruhnya pernah menggunakan jasa kami. Namun maaf, untuk menjaga kerahasiaan klien, kami tidak dapat menyebutkan nama secara spesifik. Ini termasuk pertanyaan apakah atasan para menteri juga termasuk klien kita atau bukan.” ujarnya dalam acara itu.

Ardian juga menjelaskan bahwa perusahaannya memiliki kelas khusus untuk mempelajari ilmu ngeles berbentuk kursus pendek selama 3 hingga 4 bulan, sehingga para calon klien tidak perlu menunggu terlalu lama untuk bisa mempraktekkan ilmunya di hadapan media massa dan publik.

Dengan praktek dan latihan yang dilakukan secara berkesinambungan setelah kursus selesai, maka klien diharapkan bisa terbebas dari segala permasalahan politis dan birokratis yang berawal dari selip lidah maupun selip otak.

“Kami akui memang mereka yang terlahir atau memiliki bakat ngeles sejak muda pastinya akan memiliki keahlian yang lebih baik, namun bukan berarti yang sudah berumur tidak bisa berlatih hal serupa. Program kami dibuka untuk para politisi, pejabat, dan pengusaha di segala umur. Kami pastikan calon klien bisa menjadi ahli ngeles, bahkan dari alam bawah sadarnya sekali pun.” paparnya.

Ardian menjelaskan salah satu contoh materi pelajaran dengan mencontohkan pidato Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat memberikan kuliah umum di Universitas Gajah Mada, selasa lalu (9/12). Dalam kesempatan tersebut, Presiden Jokowi menolak dituding menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Ia mengatakan bahwa demonstrasi dan unjuk rasa yang ditujukan padanya salah alamat. Dalam pembelaannya, presiden menyatakan mengalihkan subsidi menuju keperluan lain, terutama infrastruktur, sehingga tidak menaikkan harga BBM yang sebenarnya.

Berdasarkan penjelasan Ardian dalam hal ini, terlepas dari apa yang sebenarnya terjadi ataupun apakah alasan tersebut merupakan fakta ataupun karangan belaka, presiden telah memberikan contoh menghindar dari tudingan dengan baik sekali. Langkah tersebut, menurutnya, hanya sebagian kecil dari apa yang akan didapatkan klien apabila berlatih bersama Blame Game.

“Satu contoh materi lagi adalah dengan melemparkan tanggung jawab kepada pihak lain. Misalkan seorang klien mendapatkan tuduhan, tudingan, atau didesak untuk melakukan sesuatu yang dia tidak suka, kami akan ajarkan bagaimana caranya untuk membebankan hal tersebut ke orang lain. Singkatnya adalah dengan mengatakan bahwa ‘itu bukan urusan saya’ atau ‘terjadi salah kutip’, tapi tentu dipoles dengan semanis mungkin. Ngeles merupakan sesuatu yang bebas nilai, jadi ini bukan perkara benar-salah, melainkan menghindar dari tudingan ataupun melemparkan tanggung jawab.” jelasnya.

Menurut Ardian, materi yang diajarkan oleh perusahaannya kepada para klien sangatlah efektif. Berdasarkan penelitian evaluasi dari kursus keahlian ngeles, minimal 53 persen dari responden tetap mempercayai alasan klien.

Setengah dari persentase tersebut bahkan terdiri dari responden yang kemudian secara aktif dan sekuat tenaga membela alasan ngeles klien di media sosial dan pergaulan dunia nyata dengan dalih dan alasan apa pun, serta memusuhi mereka yang tidak mempercayai sang klien.

Ardian berharap keterbukaan mengenai program ini akan dapat menjaring para klien baru yang terdiri dari para anggota DPR, calon menteri, calon presiden, atau para pejabat negara yang akan naik pangkat di masa depan. (Goje17)

 

===

 

DISCLAIMER

Iklan

Shaka

Other posts by


FOLLOW US

ARTIKEL LAWAS