Iklan
LATEST TWEET

Ingin Timnas Juara, PSSI Akan Bentuk Liga Tarkam ASEAN

November 26, 2014       Olahraga & Permainan, z_Hot Stuff      
Kegembiraan para pemain Filipina setelah memasukkan bola ke jaring gawang Indonesia. Dalam pertandingan tersebut Indonesia kalah dengan skor telak 0-4, dan menuai banyak kritik dari masyarakat di tanah air. (photo courtesy straitstimes.com)

Kegembiraan para pemain Filipina setelah memasukkan bola ke jaring gawang Indonesia. Dalam pertandingan tersebut Indonesia kalah dengan skor telak 0-4, dan menuai banyak kritik dari masyarakat di tanah air. (photo courtesy straitstimes.com)

JAKARTA, POS RONDA – Kekalahan tim nasional sepakbola Indonesia dari Filipina membuat kesempatan timnas Garuda untuk memenangkan Piala AFF 2014 di Vietnam semakin tipis. Kekalahan dengan skor 0-4 kemarin (25/11) kembali membuat publik Indonesia melakukan kritik dan protes atas kinerja badan timnas dan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI). Kedua lembaga tersebut dianggap melakukan kesalahan manajemen dan menjadi sumber masalah minimnya prestasi timnas sepakbola Indonesia.

Selain itu, para pemain dan pelatih juga tidak luput dari kritikan. Pelatih Alfred Riedl dianggap menggunakan taktik dan strategi usang dan salah memilih pemain yang dibawa ke AFF, sementara para pemain sendiri dianggap tidak bersemangat dalam menjalani laga internasional.

Menghadapi kritikan-kritikan tersebut, PSSI tidak tinggal diam dan mengungkapkan rencana terbarunya untuk menjamin kemenangan Indonesia di tingkat regional Asia Tenggara.  Ini dikemukakan oleh salah satu juru bicara PSSI, Bob Tulatuli, kepada wartawan dalam konferensi pers pagi ini (26/11) di kantor PSSI, Senayan, Jakarta.

“Kami memahami kekecewaan masyarakat Indonesia akibat kekalahan ini. Kami juga kecewa. Namun, kami akan menuruti apa yang diminta oleh publik. Banyak komentar dan saran yang masuk ke kami, bahwa para pemain bermain seperti di turnamen antarkampung. Karena itu kami akan mengusulkan kepada AFC untuk membentuk semacam Liga Tarkam untuk negara-negara ASEAN.” ujar Bob.

Menurutnya, Indonesia akan memiliki kesempatan menang lebih besar pada tingkat sepakbola tarkam dibandingkan laga timnas profesional seperti SEA Games, AFF, ataupun Piala Asia. Ini dianggapnya sebagai langkah tepat untuk memastikan bahwa Indonesia bisa lebih mudah menjadi juara di regional Asia Tenggara.

Bob juga mengatakan bahwa PSSI menyadari keterbatasan kualitas manajemen, kepelatihan, dan pemain. Bersikap realistis, maka Liga Tarkam ASEAN adalah satu-satunya cara agar Timnas Indonesia bisa berbicara banyak di dunia internasional.

“Dari hasil rapat setelah kekalahan kemarin, kami menyadari bahwa timnas sangat banyak kekurangannya. Tapi kami juga ingin menang, maka jelas bahwa liga internasional dengan kualitas kampung adalah jawaban yang tepat. Pelatih kualitas kampung, pemainnya juga. Kita sudah punya itu.” paparnya.

Selain itu, ada kemungkinan bahwa PSSI akan menjalin kerjasama dengan Persatuan Rugby Union Indonesia (PRUI). Ide ini muncul setelah melihat bahwa kualitas pemain timnas sepakbola yang terlatih dalam bermain bola-bola panjang. Maka, ada kemungkinan pertukaran pemain antara PSSI dan PRUI, di mana pemain dengan keahlian tersebut akan berguna di lapangan.

Ide-ide tersebut, berdasarkan perkataan Bob, merupakan cara yang ditemput PSSI untuk memaksimalkan potensi para pemain timnas sekaligus untuk menyenangkan masyarakat yang haus akan kemenangan sepakbola Indonesia di turnamen internasional. Meski demikian, ia menolak anggapan bahwa terjadi salah urus dalam tubuh PSSI sendiri. Menurutnya, PSSI dikelola dengan sangat baik, hanya salah dimengerti oleh masyarakat.

“Siapa bilang kami salah urus? PSSI ini sudah berusaha maksimal. Ini justru salah kalian-kalian (publik) kenapa berharap terlalu banyak dari kami. Kasihan dong sama kami, masa setiap saat disuruh ngurusin bola? Kan capek. Kami juga banyak kesibukan di perusahaan dan partai politik masing-masing. Tiap keputusan yang kami ambil ini tidak main-main lho, minimal pada setiap rapat ada tiga paranormal yang kami undang untuk minta pertimbangan!” ujarnya dengan nada tinggi.

Saat para wartawan mengajukan lebih banyak pertanyaan mengenai manajemen PSSI, Bob tiba-tiba naik pitam dan membanting microphone, menjungkirbalikkan meja, dan melempar beberapa kursi sebelum menyudahi konferensi pers dengan pergi meninggalkan ruangan sambil berteriak-teriak penuh kekesalan. (Sha01)

 

===

 

DISCLAIMER

Iklan

Shaka

Other posts by


FOLLOW US

ARTIKEL LAWAS