Iklan
LATEST TWEET

Tiru DPR Tandingan, Primata Indonesia Dirikan Parlemen Sendiri

November 14, 2014       Politik, z_Hot Stuff      
Gambaran parlemen legislatif yang dilangsungkan oleh para primata, dari para primata , dan untuk para primata. Dewan Primata Indonesia optimis bahwa mereka bisa bekerja lebih baik dibandingkan parlemen legislatif yang dijalankan oleh manusia (art by Banksy, taken from artpolitica.com)

Gambaran parlemen legislatif yang dilangsungkan oleh para primata, dari para primata , dan untuk para primata. Dewan Primata Indonesia optimis bahwa mereka bisa bekerja lebih baik dibandingkan parlemen legislatif yang dijalankan oleh manusia (art by Banksy, taken from artpolitica.com)

JAKARTA, POS RONDAKonflik dualisme parlemen antara Koalisi Merah Putih (KMP) dan Koalisi Indonesia Hebat (KIH) di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) ternyata memberikan inspirasi kepada sekelompok primata di Indonesia untuk mendirikan lembaga parlemen yang terpisah, sekaligus  melaksanakan sidang perdananya.

Dewan Primata Indonesia (DPI) resmi dideklarasikan oleh perwakilan bangsa primata dari berbagai kebun binatang dan pusat konservasi dari seluruh penjuru tanah air di Jakarta, pagi ini (14/11). Belum ada penjelasan resmi mengapa mereka bisa melarikan diri dari tempat asalnya masing-masing, namun dipastikan lebih dari seratus perwakilan primata dari berbagai spesies seperti orangutan, gorila, simpanse, lutung, babon, oa, dan lain-lain berkumpul di sebuah bangunan di kawasan Cikini untuk kepentingan tersebut.

Bodat, seekor orangutan yang mengaku menjadi perwakilan dari Sumatra Utara, mengatakan bahwa kegiatan ini sebagai respon terhadap lambannya kinerja parlemen manusia di Indonesia akibat konflik internal. Siapapun yang bersalah, menurut Bodat, tidaklah penting karena pada akhirnya yang menjadi korban adalah masyarakat, baik dari spesies manusia maupun primata lainnya.

“Kami menilai kinerja lembaga legislatif manusia lamban akibat perbedaan dan konflik internal. Oleh karena itu kami berinisiatif untuk mendirikan parlemen sendiri. Bila kami sebagai kelompok spesies hanya bergantung kepada manusia, maka kami tidak akan kunjung diperhatikan,” ujar Bodat melalui penerjemah kepada POS RONDA.

Ia juga mengakui bahwa peristiwa ini merupakan tindak lanjut atas unjuk rasa para primata yang dilakukan di Kebun Binatang Ragunan beberapa bulan yang lalu. Dalam unjuk rasa tersebut, para primata menuntut agar pemerintah bekerja lebih cerdas dalam upaya perlindungan lingkungan dan spesies langka.

“Tuntutan kami sudah disuarakan sejak lama, tapi belum ada respon yang signifikan dari lembaga legislatif manusia. Nanti seandainya pun mereka sudah berdamai, tidak ada jaminan bebas konflik untuk ke depannya. Menggelikan, padahal mereka satu spesies. Lihat kami, berbeda-beda spesies namun bisa bekerja sama untuk mendirikan parlemen sendiri,” tambahnya.

Meskipun berisikan para primata, parlemen ini diharapkan dapat mengakomodasi dan menampung aspirasi para spesies non-primata lainnya. Hal ini dikatakan oleh ketua terpilih DPI, Amung, seekor simpanse yang merupakan perwakilan dari Jawa Timur.

Menurut Amung, para primata tetap akan memperhatikan kebutuhan binatang secara keseluruhan, termasuk manusia. Ini merupakan konsekuensi dari prinsip evolusi, bahwa kaum primata hingga kini merupakan salah satu yang terdepan dari segi perkembangan otak, empati, dan peradaban. Ia yakin bahwa parlemen primata dapat menjadi kekuatan yang diperhitungkan di politik Indonesia.

“Seperti tulisan George Orwell: all animals are equal, but some animals are more equal than others. Kami di sini tidak hanya berdiri untuk para primata saja, namun juga spesies-spesies lainnya. Sebagai sesama mahkluk hidup, kita sama-sama punya suara untuk kehidupan di bumi ini,” papar Amung.

Dirinya juga menegaskan bahwa DPI tidak meminta apa pun dari lembaga legislatif yang dijalankan oleh para manusia, selain pengakuan secara minimum. Menurutnya, pengakuan akan diberikan oleh masyarakat – baik manusia maupun bukan – secara langsung bila DPI bekerja dengan baik.

“Kami sportif, sadar diri dan tidak minta macam-macam. Dalam DPI pun, seandainya terjadi voting, saya yakin pihak yang kalah tidak akan ngotot untuk minta menang. Dari segi kualitas kami yakin bisa lebih baik dari parlemen manusia. Kami lebih rupawan, lebih pintar, dan lebih bijaksana. Bagaimana pun, kami ini spesies-spesies yang lebih tua daripada kaum homo sapien dan kami lebih paham soal kehidupan di bumi ini,” jelas Amung optimis.

Dalam sidang perdana tersebut, terpilih satu ketua dan empat wakil. Mereka adalah Amung sebagai ketua, serta Kabir (oa; perwakilan Jawa Tengah) , Pulla (orangutan; Kalimantan Selatan) Pepel (simpanse; Bengkulu) dan Zossy (lutung; Jawa Timur) sebagai wakil. DPI berencana secepat mungkin mengagendakan pembentukan badan eksekutif yang nanti akan dipimpin oleh Perdana Menteri Primata, yang menurut Undang-Undang Primata masih berposisi di bawah Presiden Republik Indonesia sebagai kepala negara.

Hingga artikel ini diterbitkan belum ada tanggapan resmi dari DPR mengenai pendirian parlemen primata ini. Menurut kabar yang diterima oleh POS RONDA, para anggota DPR dari kedua koalisi masih disibukkan oleh permainan gaple dan gobak sodor untuk menarik-ulur pembagian jatah ketua komisi. (Sha01)

 

===

 

DISCLAIMER

Iklan

Shaka

Other posts by

One Respond


FOLLOW US

ARTIKEL LAWAS