Iklan
LATEST TWEET

Pilkada Langsung Dihapus, Lembaga Survei Ramai-ramai Jadi Event Organizer

October 22, 2014       Ekonomi & Bisnis, Politik, z_Hot Stuff      
Menyusul dihapusnya pemilihan kepala daerah (pilkada) secara langsung, puluhan lembaga survei memutuskan untuk menjadi perusahaan event organizer. Ini disebabkan penghasilan lembaga survei yang diperkirakan anjlok setelah kebijakan tersebut berlaku. (photo courtesy arraspeople.co.uk)

Menyusul dihapusnya pemilihan kepala daerah (pilkada) secara langsung, puluhan lembaga survei memutuskan untuk menjadi perusahaan event organizer. Ini disebabkan penghasilan lembaga survei yang diperkirakan anjlok setelah kebijakan tersebut berlaku. (photo courtesy arraspeople.co.uk)

JAKARTA, POS RONDA – Dihapusnya Pemilhan Kepala Daerah (Pilkada)secara langsung membuat lembaga survei nasional dan lokal memutuskan untuk ramai-ramai banting setir menjadi event organizer (EO). Ini merupakan akibat dari hilangnya potensi sumber pendapatan mereka yang berupa pesanan survei dan polling yang sering datang pada masa-masa menjelang penyelenggaraan pilkada.

“Ini ‘kan bisnis. Jadi seandainya satu pintu tertutup ya kita cari pintu lain yang terbuka atau akan terbuka. Saya sendiri memprediksi order dan pesanan survei politik akan menipis, sehingga kami memilih untuk hijrah menjadi EO,” ujar Lubuk Mahara, Direktur Mahacara Events, saat di wawancara POS RONDA kemarin (21/10).

Identitas Mahacara Events dahulu kala adalah Mahagaya Survei Indonesia, lembaga yang bergerak di bidang survei politik. Tugasnya adalah melayani kebutuhan para politisi daerah untuk mencari tahu tingkat popularitas mereka di masyarakat. Setelah pilkada langsung dihapuskan, Mahagaya Survei berubah nama dan orientasi bidang kerja.

Mengapa jadi EO? Menurut Lubuk, keputusan ini tidak didasari sembarang pemikiran. Ini terkait dengan usulan para relawan Jokowi untuk membentuk Kementerian Pesta dan Rekor (Kementekor). Presiden Jokowi yang suka dengan festival dan pesta kerakyatan pasti akan membutuhkan jasa-jasa event organizer yang profesional untuk menjadi rekanan Kementekor, yang rencananya akan dibentuk sekitar dua hingga tiga tahun lagi.

Seandainya pun skenario Kementekor tidak terlaksana, Lubuk optimis bahwa dalam pemerintahan Jokowi, frekuensi pesta dan festival akan meningkat drastis. Oleh karena itu, ia berani menyeberang bidang dari lembaga survei menjadi event organizer. Namun ia menolak dianggap berjudi.

“Berjudi? Nggak, dong. Judi itu nggak pakai pertimbangan, cuma mengandalkan luck. Kalau ini anggap saja investasi. Saya percaya pemerintahan baru nanti akan mengadakan banyak acara atau event. Itu baru di pusat, belum di daerah-daerah. Potensinya sangat besar, kurang lebih sama dengan prediksi booming-nya usaha percetakan,” papar Lubuk.

Hal serupa juga diucapkan oleh Wowok Sutowo, pendiri Grassroot Connections yang juga awalnya merupakan lembaga survei politik. Ia memilih untuk mengubah lembaga survei-nya menjadi perusahaan EO karena percaya akan mendapat keuntungan yang lebih besar.

Berbicara kepada POS RONDA pagi ini (22/10), Wowok mengatakan tidak akan menyesali keputusannya. Ia juga mengatakan bahwa rekan-rekannya yang berprofesi serupa juga mengambil langkah yang sama.

“Teman-teman juga berbarengan pindah jadi EO, karena uangnya nanti ada di situ. Kalau ada proyek besar kan kita bisa joinan seperti biasa. Kalau ternyata gagal, ya gagal bareng-bareng,” ujarnya sambil tertawa.

Selain itu, ia juga siap untuk mengembangkan sayap usahanya untuk masuk ke bidang pencatatan rekor. Menurutnya, selama ini pemberian rekor nasional terlalu didominasi oleh Museum Rekor Indonesia (MURI). Dengan masuknya darah baru dalam bidang tersebut, Wowok yakin persaingan dalam penciptaan dan pemberian rekor.

“Penciptaan rekor dan penyelenggaraan acara seperti pesta dan festival seringkali terkait, jadi tidak ada salahnya kalau kita bersama-sama membentuk konsorsium untuk pencatatan rekor. Soal rekor apa saja nanti ya tergantung pesanan klien. Saya yakin akan banyak peminatnya di tingkat kabupaten dan kota,” papar Wowok mengakhiri wawancara. (Sha01)

===

 

DISCLAIMER

Iklan

Shaka

Other posts by


FOLLOW US

ARTIKEL LAWAS