Iklan
LATEST TWEET

Garap Potensi, Maskapai Pocong Airways Siapkan Layanan Kekerasan In-flight

October 17, 2014       Ekonomi      
Logo dan slogan Pocong Airways. Terinsiprasi dari insiden duty manager Lion Air yang menantang duel para calon penumpang, Pocong Airways melihat adanya potensi niche market bagi para penumpang yang memiliki kecenderungan sadomasokis atau mereka yang ingin mengalami tekanan psikis dan fisik saat mengudara. Oleh karena itu, Pocong Airways tengah menggodok konsep baru berupa layanan kekerasan in-flight sebagai upaya memuaskan langganan mereka. (Pocong Airways logo by POS RONDA)

Logo dan slogan Pocong Airways. Terinsiprasi dari insiden duty manager Lion Air yang menantang duel para calon penumpang, Pocong Airways melihat adanya potensi niche market bagi para penumpang yang memiliki kecenderungan sadomasokis atau mereka yang ingin mengalami tekanan psikis dan fisik saat mengudara. Oleh karena itu, Pocong Airways tengah menggodok konsep baru berupa layanan kekerasan in-flight sebagai upaya memuaskan langganan mereka. (Pocong Airways logo by POS RONDA)

JAKARTA, POS RONDA – Menyusul insiden yang terjadi antara calon penumpang dan duty manager Lion Air, maskapai saingan Pocong Airways menyatakan melihat potensi bisnis dari cara-cara ancaman dan kekerasan dalam usaha penerbangan.

Hal tersebut disampaikan oleh Wilson Angkara, Direktur Pengembangan Usaha PT. Pocong Air Transports (operator Pocong Airways) yang mengatakan bahwa maskapainya tengah mempersiapkan paket kekerasan yang akan ditujukan kepada para penumpang saat terbang.

Menurutnya, terdapat niche market pada kalangan calon penumpang yang memiliki kecenderungan sadomasokis atau mereka yang ingin mendapat pengalaman akan nikmatnya menerima kekerasan saat mengudara.

“Kami harus mengakui bahwa persaingan di antara maskapai penerbangan sangat ketat. Oleh karena itu diperlukan inovasi yang lain daripada yang lain. Kami ajukan pilihan itu kepada publik dengan paket kekerasan in-flight,” ujar Wilson dalam konferensi pers di kantor Pocong Airways di kawasan Rasuna Said, Jakarta, pagi ini (17/10)

Dalam layanan baru yang akan dimulai pada awal tahun 2015 ini, para penumpang yang menggunakan jasa Pocong Airways akan menghadapi para pramugari dan pramugara yang bersifat judes, jutek, dan sering mengomeli penumpang.

Bahkan dalam beberapa layanan khusus, penumpang bisa membeli fasilitas untuk diajak berduel oleh staf penerbangan maskapai yang memiliki slogan “Enjoy Your Fright – We Mean, Flight” ini. Mengenai tarif tambahan untuk diajak berduel ini, pihak Durian Air masih belum memberi tahu angkanya secara terbuka.

Wilson juga menyatakan pihaknya siap untuk memberi pelatihan kepada staf kabin agar bisa memberikan pengalaman yang memberikan tekanan dan ketakutan terhadap para penumpang. Untuk itu, Pocong Airways akan membuka tempat latihan khusus di Jakarta, tepatnya wilayah Tanah Abang dan Penjaringan.

“Para instruktur akan kami rekrut dari warga lokal, sehingga pengajaran dan hasilnya akan terlihat lebih alami di mata para penumpang. Kami akan all-out untuk memberikan pengalaman yang menakutkan untuk kepuasan mereka,” paparnya.

Meski demikian, rencana Pocong Airways ini bisa jadi terhambat oleh peraturan internasional. Berdasarkan peraturan International Air Transport Association (IATA), staf penerbangan berhak untuk melakukan penanganan dan tindakan tegas terhadap penumpang hanya apabila penumpang yang bersangkutan berperilaku tidak baik dan mengancam kenyamanan dan keamanan penerbangan.

Perilaku-perilaku tersebut antara lain konsumsi narkotika dan obat terlarang, tidak patuh pada prosedur keselamatan dan pelayanan penerbangan, melakukan ancaman, pelecehan seksual, serta membuat keributan yang mengganggu kenyamanan penumpang lainnya. Konfrontasi verbal dan fisik baik kepada sesama penumpang ataupun staf penerbangan juga termasuk ke dalam perilaku yang disebut IATA sebagai unruly atau disruptive behavior.

Menanggapi peraturan ini, Wilson mengatakan bahwa pihaknya tidak akan melanggar aturan apapun. Meskipun kekerasan yang dilakukan oleh staf kabin juga tidak diperbolehkan apabila tanpa alasan yang jelas, ia berdalih bahwa layanan kekerasan yang akan dilakukan oleh Pocong Airways merupakan persetujuan dari kedua pihak baik penumpang maupun maskapai.

“Tidak ada masalah dari segi hukum. Kalaupun ada, selama kita di Indonesia semua bisa dimusyawarahkan. Tapi untuk kenyamanan seluruh pihak, sebelum boarding penumpang harus menandatangani kontrak melepas tanggung jawab apabila terjadi memar, lebam, ataupun luka fisik dan emosional akibat layanan kami nanti,” papar Wilson. (Sha01)

 

===

 

DISCLAIMER

Iklan

Shaka

Other posts by

FOLLOW US

ARTIKEL LAWAS