Iklan
LATEST TWEET

E-Budgeting Terhambat, Pemda DKI Pertimbangkan Sistem Sempoa

October 16, 2014       Megapolitan, Politik      
Sempoa, atau lebih sering disebut abacus dalam bahasa Inggris. Dikarenakan terhambatnya implementasi e-budgeting yang efektif, Pemprov DKI mulai mempertimbangkan untuk menggunakan sistem sempoa sebagai alternatif penghitungan anggaran dan pengadaan barang. Mengingat penggunaan sempoa yang sudah berabad-abad di selurun dunia, sistem ini dianggap lebih dapat diandalkan dibandingkan penggunaan komputer. (photo taken from a thread at kaskus.co.id)

Sempoa, atau lebih sering disebut abacus dalam bahasa Inggris. Dikarenakan terhambatnya implementasi e-budgeting yang efektif, Pemprov DKI mulai mempertimbangkan untuk menggunakan sistem sempoa sebagai alternatif penghitungan anggaran dan pengadaan barang. Mengingat penggunaan sempoa yang sudah berabad-abad di selurun dunia, sistem ini dianggap lebih dapat diandalkan dibandingkan penggunaan komputer. (photo taken from a thread at kaskus.co.id)

JAKARTA, POS RONDA – Akibat belum berhasilnya penerapan sistem e-budgeting dan e-catalogue secara efektif, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai mempertimbangkan untuk kembali menggunakan sistem sempoa dalam perhitungan anggaran dan pengadaan barang.

Usulan ini dipertimbangkan oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai solusi alternatif atas ketidaksiapan sebagian pegawai Pemprov dalam menerapkan e-budgeting sebagai sarana untuk menghemat anggaran.

“Sekarang kalau kamu dikasih komputer, dikasih sistem canggih nggak bisa efektif, ya kembali aja pakai sempoa,” ujar Ahok saat dimintai keterangan di Gedung Balaikota DKI Jakarta kemarin (15/10).

Gagalnya e-budgeting Pemprov DKI dinyatakan oleh Ahok sebagai akibat dari lambatnya adaptasi dalam penerapan serta banyak pegawainya yang tidak sanggup melakukan sistem transparansi anggaran.

Contoh yang diberikan olehnya antara lain lenyapnya anggaran untuk pembelian truk sampah, yang sebelumnya telah dimasukkan dalam e-catalogue namun ternyata belum dikunci melalui sistem e-budgeting. Akibatnya, pembayaran terhadap pemegang merek kendaraan tidak dapat dilakukan.

“Yang pasti kita dalam dua tahun ini gagal. E-budgeting itu masih lelet, ULP termasuk sistem online ada unsur kesengajaan atau memang dia tidak sanggup lakukan cuma proyek-proyek yang begitu saja,” papar Ahok.

Oleh karena itu, ia menyambut baik usulan untuk kembali menggunakan sistem sempoa. Mengingat penggunaan sempoa sudah berlangsung selama berabad-abad di seluruh dunia, sistem tersebut sudah teruji.

Ahok mengakui bahwa salah satu penyebab sulitnya adaptasi menuju sistem e-budgeting adalah karena penggunaan sistem dan software yang seringkali sulit dipahami oleh para pegawainya terutama yang sudah berusia cukup lanjut.

“Justru kalau pake sempoa bisa lebih cepat hitungannya, selama yang pakai sudah ahli dan terbiasa. Kita kaji dulu, kalau ternyata prospeknya lebih baik ya kita latih para pegawai untuk menggunakan sempoa. Buat saya lebih mudah juga, kalau ada yang nakal ‘kan tinggal digebuk pakai sempoa, nggak usah lempar-lempar laptop yang berat,” kata Ahok.

Menanggapi rencana Ahok, anggota DPRD DKI Jakarta Alamir Syahtan mengaku juga menyambut ide itu dengan positif. Bahkan, ia juga akan mendukung sepenuhnya rencana Pemprov DKI untuk menggunakan sistem sempoa sebagai alternatif dari e-budgeting.

Menurut Syahtan, mengharapkan penerapan e-budgeting untuk bisa berlangsung efektif dalam jangka waktu pendek tentu saja tidak rasional. Maka, kembali kepada metode manual melalui alat seperti sempoa adalah usulan yang sempurna.

Syahtan, yang juga merupakan pemilik perusahaan importir sempoa, mengatakan bahwa e-budgeting yang menggunakan komputer rentan oleh gangguan seperti virus. Sempoa, di sisi lain, merupakan alat manual dan mendidik para pegawai agar tidak melakukan pekerjaannya dengan cara yang mudah.

“Komputer itu tidak mendidik, karena mencoba membuat semuanya jadi mudah. Kalau bisa dipersulit, untuk apa dipermudah? Oleh karena itu saya dukung penggunaan sistem sempoa. Manual dan aman dari virus, kecuali kalau si pegawai kena flu. Dari hulu sampai hilir saya dukung, dari perancangan sistem sampai pengadaannya,” tutup Syahtan. (Sha01)

===

DISCLAIMER

Iklan

Shaka

Other posts by


FOLLOW US

ARTIKEL LAWAS