Iklan
LATEST TWEET

Jokowi Akan Ucapkan Sumpah Jabatan Lewat Status Facebook?

October 14, 2014       Pemilu 2014, Politik, z_Hot Stuff      
Jokowi dan Mark Zuckerberg saat berdiskusi. Pertemuan keduanya melahirkan kabar spekulasi bahwa Jokowi akan mengucapkan sumpah jabatannya melalui status Facebook, karena dianggap lebih sederhana dan menghemat namun tetap dapat menjangkau konstituennya. (photo courtesy kompas.com)

Jokowi dan Mark Zuckerberg saat berdiskusi. Pertemuan keduanya melahirkan kabar spekulasi bahwa Jokowi akan mengucapkan sumpah jabatannya melalui status Facebook, karena dianggap lebih sederhana dan menghemat namun tetap dapat menjangkau konstituennya. (photo courtesy kompas.com)

JAKARTA, POS RONDA – Pertemuan antara presiden tepilih Joko Widodo dan pendiri Facebook Mark Zuckerberg menimbulkan spekulasi baru mengenai pengucapan sumpah jabatan. Jokowi – panggilan akrab Joko Widodo – disebut-sebut akan melakukan pengucapan sumpah jabatan sebagai presiden melalui status Facebook.

Spekulasi itu dilontarkan oleh Roni Hastiawan, mantan operational manager Jokowi Social Media Outstanding Consultatory Klub (JOSMOCK) dan kini menjadi salah satu sukarelawan Tim Transisi Jokowi-JK. Menurut Roni, pengucapan sumpah jabatan lewat status Facebook akan menunjukkan konsistensi Jokowi untuk membawa Indonesia menjadi e-country seutuhnya.

“Pak Jokowi memang dari dulu ingin supaya semua jadi lewat online. E-government, e-blusukan, dan lain-lain. Jadi saya rasa memang konsistensi Pak Jokowi harus dihormati dengan melakukan e-sumpah jabatan. Ini juga lebih menghemat anggaran. Tinggal ketik-ketik, klik-klik, tidak perlu keluar rumah sama sekali. Jadi bisa saja waktu pagi-pagi, masih mengenakan singlet dan sarung, pengucapan sumpah jabatan bisa dilakukan. Sederhana dan simpel, seperti yang selama Pak Jokowi tunjukkan,” papar Roni saat diwawancara POS RONDA kemarin (13/10).

Untuk pengucapan sumpah, ia juga menekankan penggunaan sosial media sebagai salah satu sarana terpenting dalam kampanye Jokowi menjadi presiden. Platform Facebook dipilih karena sumpah jabatan presiden Indonesia membutuhkan lebih dari 140 huruf, yang tidak dapat terfasilitasi di platform populer lain seperti Twitter.

Selain itu, jumlah pengguna Facebook di Indonesia juga sangat besar. Menurut Roni, pengucapan sumpah jabatan di Facebook akan mampu menjangkau dan memuaskan konstituen Jokowi, terutama yang militan sepertinya.

“Bagi kami, pokoknya beda dan radikal. Pengucapan sumpah lewat Facebook ‘kan belum pernah dilakukan sebelumnya, jadi ini jelas beda dan radikal. Kita juga bisa pamer dan jadi perhatian di dunia internasional. Citra itu penting. Mana pernah ada presiden yang mengucapkan sumpah jabatan lewat media sosial? Kita bisa jadi yang pertama.” ujarnya.

 

Acara presidential inauguration, atau pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan presiden di Amerika Serikat. Menurut pengamat politik Nyoman Suradama, acara pelantikan presiden tidak dapat diwakilkan hanya dengan media sosial. Acara pelantikan presiden sangat penting untuk menyampaikan pesan kesiapan dan kekuatan seorang presiden ke masyarakat serta dunia internasional. (photo courtesy rt.com)

Acara presidential inauguration, atau pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan presiden di Amerika Serikat. Menurut pengamat politik Nyoman Suradama, acara pelantikan presiden tidak dapat diwakilkan hanya dengan media sosial. Acara pelantikan presiden sangat penting untuk menyampaikan pesan kesiapan dan kekuatan seorang presiden ke masyarakat serta dunia internasional. (photo courtesy rt.com)

Pakar: Spekulasi itu tak berdasar

Pengamat politik Nyoman Suradama berkomentar bahwa spekulasi Jokowi akan mengucapkan sumpah jabatan lewat Facebook sebagai hal yang tidak berdasar. Menurut Nyoman, pengucapan sumpah jabatan presiden dan wakil presiden sudah memiliki tata cara dan protokolnya sendiri. Maka, agenda tersebut tidak bisa dianggap remeh dengan hanya diucapkan melalui status media sosial.

Nyoman bahkan mengecam pemberi usul tersebut sebagai orang yang tidak tahu aturan dan hanya mencari sensasi. Menurutnya, Jokowi harus berani menyingkirkan orang-orang terdekatnya yang memberi usulan dan pengarahan tidak benar. Ia juga yakin usul seperti ini akan ditolak oleh Jokowi.

“Sumpah jabatan presiden itu tidak bisa hanya dengan melalui media sosial, karena di dalam sumpah itu terdapat juga kekuatan hukum yang mengikat dan harus disaksikan perwakilan lembaga yudikatif dan legislatif. Kita ini berada di negara demokrasi dan harus menghormati konsep trias politica. Tidak bisa sekonyong-konyong presiden mengucapkan sumpah sendirian. Saya yakin Jokowi juga paham hal ini. Masa mau menjadi presiden tidak tahu? Tidak mungkin ‘lah,” ujar Nyoman.

Media sosial, tambah Nyoman, memang efektif untuk penyampaian pesan dan interaksi dengan masyarakat. Setiap politisi saat ini harus bisa memaksimalkan fasilitas tersebut. Namun ada agenda-agenda acara politik yang tidak bisa hanya diwakili oleh media sosial. Salah satunya adalah acara pelantikan dan pengucapan sumpah jabatan kepala negara.

Acara sumpah jabatan seorang presiden juga memang membawa prestise tersendiri bagi negara yang bersangkutan. Dengan acara tersebut, kemegahan dan kesiapan seorang presiden dalam memimpin negaranya akan ditunjukkan.

Nyoman mengambil contoh acara pelantikan presiden di Amerika Serikat. Acara tidak hanya menjadi sekedar pelantikan belaka, namun juga memberikan pesan pada dunia.

“Saat seorang presiden dilantik dan mengucapkan sumpah jabatannya, pada saat yang bersamaan itu dia sebenarnya berbicara kepada dunia. Pesan yang disampaikan adalah, I will lead and my country means business. Acara pelantikan adalah saat seorang kepala negara atau pemerintahan menunjukkan presence dan kehebatan negaranya kepada dunia.  Kehebatan negara jangan hanya dibatasi pada lingkup media sosial saja.” paparnya. (sha01)

 

===

 

DISCLAIMER

Iklan

Shaka

Other posts by


FOLLOW US

ARTIKEL LAWAS