Iklan
LATEST TWEET

Konferensi Internet Dunia, Indonesia Diwakili Peternak Siput

October 08, 2014       Ekonomi & Bisnis, Internasional, Politik, Sosial, z_Hot Stuff      
Ilustrasi koneksi internet global. Para perwakilan negara berkumpul di Global Internet Meeting 2014 di Singapura, sebuah konferensi internasional yang membahas mengenai permasalahan internet di dunia. Indonesia juga mengirim wakilnya dari pihak swasta. (photo courtesy globalinternetholding.com)

Ilustrasi koneksi internet global. Para perwakilan negara berkumpul di Global Internet Meeting 2014 di Singapura, sebuah konferensi internasional yang membahas mengenai permasalahan internet di dunia. Indonesia juga mengirim wakilnya dari pihak swasta. (photo courtesy globalinternetholding.com)

SINGAPURA, POS RONDA – Puluhan negara mengirimkan perwakilannya untuk menghadiri acara Global Internet Meeting (GIM) yang tahun ini diselenggarakan di Singapura. GIM merupakan acara konferensi tingkat internasional yang secara tradisi memiliki agenda membahas perkembangan internet dunia. Para perwakilan biasanya berasal dari pihak swasta yang umumnya bergerak di bidang teknologi informasi, dan saling berbagi mengenai permasalahan ataupun perkembangan teknologi internet di negara masing-masing.

Tahun ini, Indonesia diwakili oleh PT Gastropoda Indonesia. Hal ini menjadi unik sebab Gastropoda bukanlah perusahaan yang bergerak di bidang teknologi informasi. Bidang usaha utamanya adalah peternakan siput.

Pemilik sekaligus CEO dari Gastropoda,  Benny Hiryawan, mengaku tidak merasa ada yang aneh dengan pihaknya mewakili Indonesia di sebuah forum internet bertaraf internasional. Bahkan, menurutnya, tidak ada yang memprotes keberadaan diri dan perusahaannya di GIM. Ia pun merasa kompeten untuk mewakili Indonesia dalam pembicaraan soal internet. Di Indonesia, siput dan internet tidak jauh berbeda.

“Intinya kita cukup mengetahui bahwa internet dan siput di Indonesia hanya berbeda tipis. Para rekan dari negara lain juga sudah paham, jadi mereka juga tidak mempertanyakan keberadaan perusahaan kami sebagai wakil Indonesia. Tahun lalu Indonesia juga diwakili oleh perusahaan pengrajin tempurung kura-kura dan tahun sebelumnya oleh konsorsium analis perilaku kukang,” paparnya saat diwawancara POS RONDA pagi ini (8/10).

Keunikan perwakilan Indonesia, berdasarkan pendapat Benny, merupakan bagian dari usaha pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemkominfo) untuk menggabungkan antara teknologi informasi dengan unsur-unsur natural dan alami seperti peternakan siput miliknya.

“Saya tidak tahu detailnya, tapi mungkin saja di kementerian ada penelitian mengenai korelasi antara siput dan internet. Kalau untuk itu, saya tidak ragu untuk bilang Indonesia adalah juaranya,” ujar Benny sumringah.

Usaha milik Benny dapat disebut sukses, dengan seringnya melakukan ekspor ke pelanggannya di Perancis, Amerika Serikat, Kanada, Jepang, dan Australia. Salah satu kunci sukses Gastropoda adalah kemampuan untuk mengemas dan memasarkan siput-siputnya dengan slogan ‘Snails as Good as Internet’.

Meskipun tidak ada yang mempermasalahkan keterwakilan Indonesia oleh peternak siput, para peserta konferensi tetap menyoroti dan menyayangkan kondisi internet di Indonesia yang dianggap masih tertinggal dan termasuk mahal dibanding negara-negara lain di dunia.

Dalam perhelatan GIM 2014, Indonesia diwakili oleh perusahaan yang bergerak di bidang peternakan siput. Hal ini unik, namun tidak dipermasalahkan oleh para peserta lain mengingat di Indonesia, internet dan siput tidak berbeda jauh. (photo courtesy prevention.com)

Dalam perhelatan GIM 2014, Indonesia diwakili oleh perusahaan yang bergerak di bidang peternakan siput. Hal ini unik, namun tidak dipermasalahkan oleh para peserta lain mengingat di Indonesia, internet dan siput tidak berbeda jauh. (photo courtesy prevention.com)

Dalam setiap survei, Indonesia selalu terdampar di papan bawah bila diukur berdasarkan infrastruktur dan kecepatan internet. Dibandingkan dengan negara-negara yang tergabung dalam ASEAN, posisi Indonesia berada di urutan ketiga terbawah. Indonesia hanya unggul dari Myanmar dan Filipina, namun kalah jauh dibanding Vietnam dan Thailand. Singapura tak terbendung ada di papan atas, menjadi salah satu negara dengan koneksi internet paling cepat di dunia.

Perwakilan dari Swedia, Hassan Lindqvist, mengaku prihatin dengan kondisi internet di Indonesia. Sebagai salah satu negara yang menjadi tujuan bisnis dan pariwisata terbesar di Asia Tenggara, koneksi internet di Indonesia termasuk buruk.

“Padahal Indonesia adalah anggota G-20 dan menjadi salah satu barometer pertumbuhan ekonomi negara berkembang. E-commerce juga tengah booming di Asia Tenggara. Seharusnya internet di Indonesia lebih baik dari apa yang ada saat ini,” keluhnya.

Salah satu faktor yang menghambat perkembangan internet di Indonesia, menurut Kemkominfo, adalah kondisi geografis serta terlambatnya negara ini mengembangkan infrastruktur internetnya dibandingkan Singapura ataupun Korea Selatan. Namun, banyak netizen (pengguna internet) yang berpendapat bahwa kebijakan Kemkominfo justru menjadi salah satu faktor penyebabnya.

Langkah-langkah kontroversial Kemkominfo dengan melakukan pemblokiran situs-situs yang dianggap negatif seringkali salah sasaran. Pemblokiran dengan mekanisme Trust+Positif sering mendapatkan kritik karena tidak transparan.

Saat menjabat sebagai Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo), Tifatul Sembiring juga sering dikritik dan tidak jarang dianggap berseberangan dengan kebutuhan para netizen di Indonesia. Kontroversi yang paling mengemuka adalah saat Tifatul berkicau di jejaring sosial Twitter dengan menanyakan ‘internet cepat buat apa?’. Tidak diketahui motif Tifatul sebenarnya, namun pertanyaan tersebut sering diartikan sebagai ketidaksetujuannya dalam menyediakan internet berkecepatan tinggi di Indonesia. Tifatul Sembiring secara resmi telah mengundurkan diri sebagai Menkominfo tanggal 30 September lalu.

Walaupun Tifatul telah mengundurkan diri, perseteruan antara para netizen dan Kemkominfo sepertinya masih terus berlanjut. Kejadian terakhir adalah munculnya kabar bahwa Kemkominfo akan memaksa para penyedia layanan internet di Indonesia untuk memblokir Public DNS milik Google. Para netizen mempersoalkan pemaksaan penggunaan DNS lokal yang dianggap lebih lambat dan tidak stabil dibandingkan DNS Google. (Sha01)

 

===

 

DISCLAIMER

Iklan

Shaka

Other posts by


FOLLOW US

ARTIKEL LAWAS