Iklan
LATEST TWEET

Jelang Kurban, Panitia Cemas Para Kerbau Lakukan Walk-Out

October 03, 2014       Megapolitan, Politik, Sosial, z_Hot Stuff      
Suasana ricuh dan aksi walkout di sidang paripurna DPR tanggal 1 Oktober lalu dikhawatirkan memberikan inspirasi bagi para hewan kurban terutama Kerbau untuk ikut meniru. Beberapa panitia kurban telah menyiapkan metode-metode tersendiri untuk mencegah aksi walk-out para kerbau. (photo courtesy tempo.co)

Suasana ricuh dan aksi walkout di sidang paripurna DPR tanggal 1 Oktober lalu dikhawatirkan memberikan inspirasi bagi para hewan kurban terutama Kerbau untuk ikut meniru. Beberapa panitia kurban telah menyiapkan metode-metode tersendiri untuk mencegah aksi walk-out para kerbau. (photo courtesy tempo.co)

JAKARTA, POS RONDA – Menjelang hari raya Idul Adha, sejumlah panitia pemotongan hewan di ibukota mengaku resah dengan kemungkinan bahwa sebagian hewan kurban akan berulah dan melakukan walk-out dari wilayah-wilayah penyembelihan yang telah ditentukan.

Chaerul Sodikin, Seorang warga kelurahan Pondok Ranggon, Cipayung, mengaku kecemasan dirinya beralasan. Pada hari Rabu (1/10) malam lalu, ia dan rekan-rekannya sesama panitia kurban menonton sidang paripurna DPR dengan agenda memilih pimpinan lembaga legislatif tersebut. Rupanya, para hewan kurban juga ikut menonton acara yang sama.

Pada saat keadaan menjadi ricuh dan diwarnai aksi beberapa fraksi yang meninggalkan ruang sidang, Sodikin sempat melihat mata para hewan kurban berbinar-binar, terutama para kerbau. Setelah itu, para hewan secara bersamaan memberikan lirikan tajam kepada Sodikin dan rekan-rekannya.

“Saya sampai merinding sampai sekarang, terutama para kerbau itu. Seolah-olah mereka berkata ‘kami akan tiru kelakuan saudara-saudara kami yang berbentuk manusia itu’. Jujur saja, sebagai manusia saya jadi takut sekaligus malu,” ujarnya.

Meski demikian, Sodikin menyatakan bahwa proses pemotongan kurban akan tetap berlangsung. Hanya saja, pihaknya telah menambah jumlah panitia pengamanan agar para kerbau tetap ada di tempatnya dan tidak melakukan walk-out ataupun membuat ricuh suasana hari raya.

“Kalau mereka kabur atau walk-out mungkin masih bisa diperkirakan, karena mereka memang kerbau. Tapi kalau mereka nanti seketika berbondong-bondong menyerbu rumah Pak RT untuk protes ramai-ramai karena akan dipotong, ini yang kami hindari,” tambahnya.

Sementara itu para panitia di kelurahan Lenteng Agung, Jagakarsa, mengambil pendekatan yang lebih bersahabat meski memiliki kecemasan yang sama. Sumarno, ketua panitia pemotongan hewan kurban di salah satu RW, mengatakan ia akan memberikan sedikit keleluasaan kepada para hewan untuk melakukan unjuk rasa dan protes sebelum dikembalikan ke tempatnya dan disembelih secara tertib.

Lebih dari itu, Sumarno bahkan juga akan memberikan kesempatan khusus bagi para kerbau untuk dapat melakukan aktualisasi diri dengan mendirikan posko pijat bagi warga yang membutuhkan layanan tersebut secara cuma-cuma. Tentu saja, para pemijatnya adalah para kerbau.

“Terutama untuk warga yang lanjut usia, seperti kakek-kakek dan nenek-nenek. Memang bukan mereka yang mau, tapi sepertinya para kerbau antusias sekali untuk memijat para lansia. Sebagai panitia yang baik, kami fasilitasi antusiasme tersebut,” papar Sumarno.

Namun, sepertinya keputusan para kerbau untuk walk-out dari agenda pemotongan hewan kurban sudah direncanakan dengan matang dan viral. Ini terlihat dalam kicauan Twitter yang berasal dari Kebo Mingkem (@KeboRulez), sosok yang selama ini dikenal sebagai seekor kerbau yang cukup berpengaruh di kalangan spesiesnya.

Melalui Twitter, Kebo Mingkem berkicau: “Kawan bersiap! Tunggu aba-aba, kita walk-out bersama dari ladang pembantaian! #KerbauWalkOut #BikinRame

Kicauan Kebo Mingkem menyerukan para kerbau untuk walk-out dari agenda pemotongan hewan kurban. Merespon kicauan ini, pihak kepolisian meyakinkan masyarakat bahwa hari raya Idul Adha tetap akan berlangsung dengan aman dan terkendali. (photo courtesy simitator)

Kicauan Kebo Mingkem menyerukan para kerbau untuk walk-out dari agenda pemotongan hewan kurban. Merespon kicauan ini, pihak kepolisian meyakinkan masyarakat bahwa hari raya Idul Adha tetap akan berlangsung dengan aman dan terkendali. (photo courtesy simitator)

Kicauan ini sempat menghebohkan dunia maya dan memperluas kekhawatiran akan terjadinya pemberontakan para kerbau yang berpotensi mengancam stabilitas nasional. Akan tetapi, spekulasi tersebut dibantah oleh pihak kepolisian yang menjanjikan akan memperketat pengamanan dan melibatkan patroli bergilir di tempat-tempat yang menyelenggarakan pemotongan kurban.

Melalu divisi humasnya, Mabes Polri juga menyampaikan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir atas isu pembangkangan para kerbau di hari raya Idul Adha. Pihak kepolisian memastikan acara penyembelihan kurban akan berlangsung lancar, aman, dan terkendali.

Di tempat terpisah, anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Yudian Napihar mengatakan bahwa para kerbau memiliki hak untuk melakukan protes dan walk-out. Menurutnya, itu adalah bagian dari demokrasi akar rumput, apalagi para kerbau memang secara alamiah merupakan pemakan rumput terutama bila warnanya hijau.

Yudian, yang pada saat sidang paripurna lalu juga sempat maju ke depan untuk menginterupsi pimpinan sidang, naik pitam dan menolak saat dirinya disebut sebagai salah satu orang yang memberikan inspirasi bagi para kerbau untuk merencanakan walk-out pada saat kurban nanti.

Ngapain kamu tanya-tanya itu? Itu urusan gue, eh, kebo-kebo itu! Waktu itu gue cuma lihat pimpinan sidang kelelahan. Gue mau bantu pijetin, tapi keduluan teman gue. Terus salah gue? Salah teman-teman gue? Br*****k kalian semua!” hardiknya sambil bergegas pergi. (Sha01)

 

====

 

DISCLAIMER

Iklan

Shaka

Other posts by


FOLLOW US

ARTIKEL LAWAS