Iklan
LATEST TWEET

Dibeli Buron Kasus Century, Fans Glasgow Rangers Tolak Nama Klub Menjadi Century FC

Stadion Ibrox, markas klub asal Glasgow, Rangers FC. Buronan kasus Bank Century diberitakan telah membeli sebagian saham klub yang berdiri tahun 1872 ini dan ingin mengubah namanya menjadi Glasgow Century FC. (photo courtesy dailymail.co.uk)

Stadion Ibrox, markas klub asal Glasgow, Rangers FC. Buronan kasus Bank Century diberitakan telah membeli sebagian saham klub yang berdiri tahun 1872 ini dan ingin mengubah namanya menjadi Glasgow Century FC. (photo courtesy dailymail.co.uk)

LONDON, POS RONDA – Buron kasus Bank Century Rafat Ali Rizvi dikabarkan telah membeli sebagian saham klub sepakbola asal Skotlandia, Glasgow Rangers FC. Bankir asal Inggris yang kini juga tercantum dalam Daftar Merah Interpol ini diperkirakan telah merogoh kocek lebih dari 5 juta poundsterling untuk menempatkan dirinya menjadi bos klub Rangers. Terdapat rumor lanjutan bahwa Rafat akan mengubah nama klub menjadi Century FC.

Juru bicara Rafat, Imran Ahmad, tidak menolak ataupun melakukan konfirmasi terhadap tuduhan tersebut. Ia hanya mengatakan bahwa Rafat punya hak sepenuhnya untuk membeli apapun yang diinginkannya.

“Kalau Mr. Rivzi ingin membeli klub tua ini, maka jadilah. Ia juga punya hak untuk mengubah nama klub ini menjadi Glasgow Century FC, nama yang menurutnya menguntungkan. Anggap saja klub sepakbola yang sudah ketinggalan zaman ini akan memasuki era baru. Mr. Rivzi adalah seorang bankir terhormat. Rakyat Glasgow seharusnya merasa beruntung klub ini dibeli olehnya.” ujar Ahmad.

Langkah ini menyebabkan para penggemar Rangers berang dan berencana untuk memboikot klub dan menuntut Direksi Rangers Sandy Easdale untuk mundur karena telah menjual sahamnya kepada orang yang bermasalah secara hukum. Mereka menolak nama besar Glasgow Rangers FC akan diubah oleh Rafat menjadi Glasgow Century FC.

“Kami sebagai penggemar klub ini tahu betul rekam jejak Rafat. Seorang buron interpol dan penjahat perbankan tidak pantas menjadi pemimpin klub kebanggaan kami. Kami tidak akan biarkan dia mengganti nama Rangers menjadi Century FC.” ujar Harvey McGregor, seorang pengamat sepakbola Skotlandia yang juga merupakan penggemar klub Rangers.

Menurut McGregor, nama Rangers sudah identik sejak pendiriannya di tahun 1872. Sepanjang sejarahnya, klub yang bermarkas di Stadion Ibrox ini telah memenangkan 54 gelar Liga Skotlandia, 33 kali mengangkat Piala Skotlandia, serta pernah memenangkan European Cup Winner’s Cup satu kali pada tahun 1972.

Meski demikian, Rangers mengalami kesulitan keuangan sejak tahun 2011 dan berlanjut hingga saat ini dikarenakan kesalahan manajemen. Ini juga merupakan salah satu pemicu hubungan yang kurang baik antara dewan direksi klub dengan para penggemar. Kini, dengan munculnya nama Rafat sebagai bos Rangers, kemarahan para penggemar seakan tidak dapat dibendung lagi.

“Orang-orang Skotlandia punya harga diri. Lebih baik klub ini sekarat daripada diserahkan kepada seorang penjahat. Dia terlibat kejahatan besar di Indonesia kemudian lari kembali ke sini untuk mengacaukan klub kesayangan kami. Jelas ini tidak dapat diterima.” tegas McGregor.

Rafat Ali Rizvi (kanan) bersama Direktur Rangers Sandy Easdale saat keluar dari sebuah restoran di kota Glasgow. Keputusan untuk menjual saham kepada Rafat mendapatkan reaksi kemarahan dari para penggemar klub, yang tidak terima seorang buron interpol mengambil alih klub mereka. (photo courtesy dailyrecord.co.uk)

Rafat Ali Rizvi (kanan) bersama Direktur Rangers Sandy Easdale saat keluar dari sebuah restoran di kota Glasgow. Keputusan untuk menjual saham kepada Rafat mendapatkan reaksi kemarahan dari para penggemar klub, yang tidak terima seorang buron interpol mengambil alih klub mereka. (photo courtesy dailyrecord.co.uk)

Masyarakat Indonesia lebih mengenal Rafat sebagai kunci dibalik pencurian aset Bank Century yang akhirnya berujung pada bailout kontroversial oleh pemerintah senilai lebih dari Rp 6,7 trilyun yang berasal dari anggaran negara pada November 2008.

Secara in absentia karena melarikan diri, Rafat dikenakan hukuman 15 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, serta diharuskan mengganti kerugian negara sebesar Rp 3,1 trilyun. Rafat, yang kemudian menjadi buronan interpol, sempat menggugat pemerintah Indonesia melalui forum arbritase ICSID, namun gugatan tersebut ditolak pada tahun 2013.

Bank Century sendiri kemudian berubah menjadi Bank Mutiara, dan pada 12 September 2014 lalu bank tersebut resmi dijual ke perusahaan keuangan asal Jepang, J-Trust Co. Ltd. dengan harga yang jauh lebih rendah dibandingkan dana yang dikeluarkan pemerintah dalam proses bailout.

Kasus Bank Century sempat menjadi perhatian dunia internasional dan beberapa sineas kenamaan Hollywood bahkan pernah mengungkapkan keinginannya untuk membesut film adaptasi dari kasus tersebut. (Sha01)

 

===

 

DISCLAIMER

Iklan

Shaka

Other posts by


FOLLOW US

ARTIKEL LAWAS