Iklan
LATEST TWEET

Antisipasi Blusukan Jokowi, Paspampres Siapkan Tali Karet Elastis

August 25, 2014       Pemilu 2014, Politik      
Personil paspampres tengah diberikan pengarahan. Menghadapi rutinitas presiden terpilih yang sering melakukan blusukan, pihak paspampres mengaku telah mempersiapkan metode-metode khusus agar Joko Widodo tetap bisa melakukannya dengan aman. (photo courtesy metrotvnews.com)

Personil paspampres tengah diberikan pengarahan. Menghadapi rutinitas presiden terpilih yang sering melakukan blusukan, pihak paspampres mengaku telah mempersiapkan metode-metode khusus agar Joko Widodo tetap bisa melakukannya dengan aman. (photo courtesy metrotvnews.com)

JAKARTA, POS RONDA –Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) menyatakan telah mempersiapkan berbagai fasilitas yang dapat menunjang pengamanan presiden terpilih Joko Widodo – akrab disebut Jokowi –  saat blusukan, diantaranya adalah tali-tali panjang berbahan karet elastis. Hal tersebut dijelaskan oleh staff operasi Paspampres, Letnan Satu Komang Bawena saat ditanyai para reporter Sabtu lalu (23/8) dalam acara halal bihalal antara Jokowi dan para relawan pendukungnya di kawasan Ancol, Jakarta.

Sebelumnya, Asisten Operasi Komandan Paspampres Kolonel A. Budi Handoyono juga telah menyebutkan bahwa pihaknya telah mempersiapkan berbagai macam teknik dan metode khusus yang diperlukan dalam pengawalan, namun yang dikawal tetap dapat merasa nyaman dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari.

Isu pengamanan ini muncul setelah Jokowi – panggilan akrab Joko Widodo – dinyatakan secara resmi sebagai pemenang pemilihan presiden tahun ini. Mengingat kebiasaan Jokowi untuk blusukan, banyak yang mengkhawatirkan kegiatannya ini akan bentrok dengan metode dan protokol yang biasa dijalankan oleh pihak Paspampres, terutama dalam jaminan keamanan.

“Tentu saja, apabila sejak awal lokasi blusukan kami nilai tidak aman, pasti beliau (Jokowi) akan kami beri tahu, sesuai dengan imbauan Laksma Darmanto (wakil asisten operasi panglima TNI) beberapa waktu lalu. Untuk mempermudah pengamanan, kami juga telah siapkan teknik khusus menggunakan tali panjang karet elastis yang akan kami ikatkan kepada Pak Jokowi. “ ujar Komang.

Tali karet elastis tersebut hampir mirip dengan yang biasa digunakan dalam kegiatan bungee jumping, namun didesain dengan gaya daya tahan, elastisitas, dan tarikan yang lebih kuat. Menurutnya, apabila suatu saat Jokowi blusukan terlalu jauh ke dalam kerumunan, pada batas ketegangan maksimal, tali elastis tersebut secara otomatis akan segera menarik tubuh jokowi kembali ke titik aman.

Selain tali elastis, Komang mengatakan bahwa pihaknya juga telah mempersiapkan opsi lain. Salah satunya adalah dengan menggunakan joran pancing yang dimodifikasi dan diperkuat, yang berfungsi sama dengan tali elastis. Saat blusukan terlalu jauh, maka anggota paspampres pemegang joran tinggal menggulung kembali tali yang terpasang di badan Jokowi.

Pelaksanaan blusukan Jokowi yang sering masuk hingga ke tengah-tengah kerumunan membuat paspampres menciptakan opsi pengamanan berupa tali karet panjang atau joran pancing yang dimodifikasi sehingga apabila yang bersangkutan blusukan terlalu jauh sehingga keamanannya beresiko, dapat segera ditarik kembali ke titik aman. (photo courtesy liputan6.com)

Pelaksanaan blusukan Jokowi yang sering masuk hingga ke tengah-tengah kerumunan membuat paspampres menciptakan opsi pengamanan berupa tali karet panjang atau joran pancing yang dimodifikasi sehingga apabila yang bersangkutan blusukan terlalu jauh sehingga keamanannya beresiko, dapat segera ditarik kembali ke titik aman. (photo courtesy liputan6.com)

“Ada juga metode sederhana dengan menggunakan parfum beraroma tidak enak, sehingga warga yang berkerumun di sekeliling terkawal akan mundur dengan sendirinya karena bau yang tidak sedap. Mirip dengan bom bau, hanya saja ini lebih sopan dan lebih berwibawa sesuai dengan jabatan presiden.” paparnya.

Komang mengatakan bahwa dirinya tidak mau bercerita mengenai opsi-opsi lainnya, sebab berhubungan dengan kerahasiaan metode pengamanan. Namun, ia menyatakan bahwa Paspampres akan tetap menggunakan peralatan, perlengkapan, dan metode sesuai standar operasi bila tidak berkaitan dengan blusukan.

Pengamat pemerintahan dari Universitas Tritura (UNTRIT), Rosnaniar Effendy, mengatakan bahwa memang sudah tugas dari Paspampres untuk menyesuaikan metode mereka sesuai dengan kebiasaan yang dikawalnya, dalam hal ini adalah Jokowi dan Jusuf Kalla sebagai pasangan presiden dan wakil presiden yang akan dilantik bulan Oktober nanti.

Meski demikian, ia juga menyarankan kepada presiden terpilih agar juga mampu membawa diri sesuai dengan jabatannya. Ini penting karena apapun yang akan dilakukan oleh seorang presiden pasti akan diawasi oleh media massa baik dalam maupun luar negeri. Dengan pesatnya perkembangan internet dan media sosial, apapun gerak-gerik presiden juga akan mendapatkan perhatian dari masyarakat.

Maka, Jokowi harus bisa membawa dirinya sebagai seorang presiden yang bisa tetap menyokong wibawa jabatan dan negaranya. Rosnaniar mengatakan bukan berarti seorang presiden tidak boleh blusukan. Blusukan itu merupakan deskripsi kerja pejabat negara di tingkat apa pun. Hanya saja, bentuknya yang berbeda.

“Saat Jokowi menjadi presiden, tentu juga akan buruk kelihatannya kalau dia masuk gorong-gorong untuk melihat got mampet. Tapi berbeda apabila ia blusukan ke pulau-pulau terluar dan perbatasan, misalnya. Jadi blusukan seorang presiden harus memiliki sifat strategis, politis, dan diseimbangkan dengan kewajiban administratifnya. Untuk blusukan di bidang lain, ada para menteri, gubernur, pejabat-pejabat terkait, dan staf-staf pegawai negeri. Jokowi harus membiasakan diri untuk melakukan delegasi tugas.” ujar Rosnaniar saat dimintai pendapatnya pagi ini (25/8) di kampus UNTRIT.

Jokowi saat masuk ke dalam gorong-gorong di ruas jalan MH Thamrin. Saat menjadi presiden kelak, aksi ini kemungkinan tidak akan dapat disaksikan lagi mengingat standar keamanan jabatan Presiden. (photo courtesy hollywoodtop99.blogspot.com)

Jokowi saat masuk ke dalam gorong-gorong di ruas jalan MH Thamrin. Saat menjadi presiden kelak, aksi ini kemungkinan tidak akan dapat disaksikan lagi mengingat standar keamanan jabatan Presiden. (photo courtesy hollywoodtop99.blogspot.com)

Untuk itu, Jokowi juga harus senantiasa mendengarkan masukan dan melaksanakan saran dari tim Paspampres. Beban mereka dalam mengawalnya nanti tidak hanya sekedar mengawal Jokowi pribadi namun sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan, sehingga pertaruhan keamanannya menyangkut permasalahan Indonesia secara keseluruhan.

“Karena itu seorang presiden dituntut untuk menurunkan ego-nya dan mendengarkan nasihat para pengawalnya. Karena masalah keamanan tidak hanya menyangkut pribadinya lagi, tapi juga apa yang dipimpinnya. ” tegasnya. (Sha01)

 

===

 

DISCLAIMER

Iklan

Shaka

Other posts by

One Respond


FOLLOW US

ARTIKEL LAWAS