Iklan
LATEST TWEET

Kapitalisasi Tradisi Keras Sepakbola Indonesia, Pengusaha Dirikan Persihajar dan Persigampar

Logo Liga Indonesia, yang dalam kompetisi resmi terdiri dari Indonesian Super League (ISL) dan Divisi Utama. Potensi ekonomi sepakbola dalam negeri membuat sekelompok pengusaha bergabung dalam konsorsium mendirikan dua klub baru sekaligus, Persihajar Metro dan Persigampar Jaya. (pic courtesy of goal.com)

Logo Liga Indonesia, yang dalam kompetisi resmi terdiri dari Indonesian Super League (ISL) dan Divisi Utama. Potensi ekonomi sepakbola dalam negeri membuat sekelompok pengusaha bergabung dalam konsorsium mendirikan dua klub baru sekaligus, Persihajar Metro dan Persigampar Jaya. (pic courtesy of goal.com)

JAKARTA, POS RONDA – Sejumlah pengusaha lokal bergabung dalam konsorsium PT Jaya Sepakbola Kerasindo (JSK) untuk mendirikan dua klub sepakbola nasional yang diresmikan dengan nama Persihajar Metro dan Persigampar Jaya.

Ketua Konsorsium tersebut, Billy Harmanto, menyatakan pendirian dua klub ini murni untuk ikut serta dalam menggarap potensi bisnis sepakbola di Indonesia, sesuai dengan tradisi yang ada.

“Alasan pendirian dua klub ini mudah saja. Kami pengusaha, suka sepakbola, dan pasar untuk sepakbola di Indonesia luar biasa. Pasar domestik ini seringkali luput karena dianggap sangat beresiko, karena itu banyak pengusaha Indonesia yang berinvestasi di klub luar negeri. Bagi kami, semakin tinggi resikonya, semakin tinggi keuntungan yang akan didapat.” paparnya dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Royal Olympian Hotel di areal Senayan,  Jakarta, kemarin (19/8).

Penamaan klub Persihajar dan Persigampar disesuaikan dengan tradisi dan karakter kompetisi sepakbola Indonesia yang keras, baik dari segi pemain di lapangan maupun penonton di stadion. Billy mengaku penamaan tersebut merupakan bagian dari strategi branding sebagai klub anyar untuk menarik suporter dan fans baru. Semakin dekat nama dengan tradisi dalam kompetisi, dipercaya akan lebih menarik minat masyarakat dan membentuk brand loyalty.

Meskipun telah didirikan dan didaftarkan kepada Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) dan PT Liga Indonesia, kedua klub tersebut baru akan dapat bermain di kompetisi resmi pada musim  depan yang akan dimulai di tahun 2015. Belum dipastikan pada tingkat apa Persihajar dan Persigampar akan bermain, namun Billy optimis salah satu dari dua klub akan bermain di level tertinggi, Indonesian Super League (ISL), sementara klub lainnya akan bermain di Divisi Utama.

“Ini ‘kan tergantung dari hasil negosiasi kita dengan PSSI dan Badan Liga. Tapi saya yakin para petinggi di kedua lembaga tersebut pasti akan bersifat sangat kooperatif dan baik hati terhadap klub baru seperti kami, apalagi kami bisa menjamin bahwa klub-klub kami sangat stabil dan bonafid dari segi keuangan dan sponsor.” jelas Billy dengan penuh keyakinan.

Tradisi kompetisi yang keras membuat Liga Indonesia memiliki daya tarik ekonomi dan bisnis tersendiri. Persihajar dan Persigampar didirikan sebagai bentuk kapitalisasi terhadap karakter dan tradisi sepakbola Indonesia tersebut. (photo courtesy vivanews.com)

Tradisi kompetisi yang keras membuat Liga Indonesia memiliki daya tarik ekonomi dan bisnis tersendiri. Persihajar dan Persigampar didirikan sebagai bentuk kapitalisasi terhadap karakter dan tradisi sepakbola Indonesia tersebut. (photo courtesy vivanews.com)

Berbasis di wilayah Jabodetabek – meski belum ada kepastian stadion yang akan dipakai secara resmi untuk pertandingan kandang – kedua klub diperkirakan akan dapat menarik minat para bintang sepakbola dari dalam dan luar negeri untuk memperkuatnya. Meski demikian, konsorsium JSK tetap ingin fokus kepada pembibitan pemain lokal, terutama untuk mempertajam tradisi kompetisi dan permainan yang keras.

Untuk itu, manajemen JSK akan membuka try-out dan open recruitment di berbagai titik di Jabodetabek, namun akan menitikberatkan di wilayah Tanah Abang, Blok M, Cengkareng, Senen, Tanjung Priok, Kalideres, Tanjung Duren, Kembangan, dan Penjaringan. Hasil rekrutmen tersebut akan disebar kepada dua klub milik Konsorsium.

“Rekrutmen pemain kami akan sangat terbuka. Terlepas dari 22 pemain dalam shortlist kami sebagai pemain utama, kami butuh pemain cadangan dan sparring partners untuk latihan. Kebetulan di wilayah-wilayah tersebut, generasi mudanya sudah terbiasa dengan kompetisi hidup yang keras. Itulah yang kami cari: kuat, keras, dan agresif di lapangan.” ujar Billy.

Dirinya juga berharap hadirnya Konsorsium JSK dengan Persihajar dan Persigampar akan mempertajam warna, tradisi, dan karakter kompetisi yang keras di dunia sepakbola Indonesia. Tidak tanggung-tanggung, Billy menyatakan bahwa JSK siap menggelontorkan lebih dari Rp 50 milyar untuk kedua klub tersebut sebagai suntikan dana pertama dari serangkaian rencana tahap awal sepanjang  5 tahun ke depan.

Saat akan dikonfirmasi, seorang petinggi PSSI yang tidak mau namanya disebut menjawab bahwa mereka telah menerima registrasi Persihajar dan Persigampar sebagai klub resmi untuk bermain di musim depan. Namun, sama seperti manajemen JSK, dirinya juga belum bisa memastikan tingkat atau level kompetisi di mana kedua klub akan bermain.

“Itu urusan nanti lah, semua tentu bisa kita mufakatkan selama niatnya baik.” ujar petinggi PSSI tersebut. (Sha01)

====

DISCLAIMER

Iklan

Shaka

Other posts by

One Respond

  • virgo

    on August 22, 2014, 18:39:57

    ntar pas di lapangan instruksinya bukan nendang bola, tp nendang muka wasit sama pemain lawan 😆

    Reply to virgo


FOLLOW US

ARTIKEL LAWAS