Iklan
LATEST TWEET

PBB Angkat Ratu Elsa Sebagai Duta Perubahan Iklim

August 19, 2014       Internasional, Kesehatan & Lingkungan, Pendidikan      
Perubahan iklim merupakan salah satu isu yang berkembang sangat cepat secara internasional. PBB melalui UNFCCC juga berusaha untuk menangani dampak-dampak perubahan iklim, yang juga terkait dengan isu lainnya seperti pangan, energi terbarukan, lingkungan, dan juga pelestarian hewan dan tanaman langka. (photo courtesy spacedoutmagazine.com)

Perubahan iklim merupakan salah satu isu yang berkembang sangat cepat secara internasional. PBB melalui UNFCCC juga berusaha untuk menangani dampak-dampak perubahan iklim, yang juga terkait dengan isu lainnya seperti pangan, energi terbarukan, lingkungan, dan juga pelestarian hewan dan tanaman langka. (photo courtesy spacedoutmagazine.com)

NEW YORK, POS RONDA – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Ban Ki-moon resmi mengangkat Ratu Elsa dari Arendelle sebagai Duta Perubahan Iklim. Pelantikan telah dilaksanakan di markas besar PBB di New York, Amerika Serikat, kemarin (18/8).

Dalam kesempatan tersebut, Sekjen Ban menyatakan bahwa langkah ini diambil untuk memperluas jangkauan pendidikan dan kewaspadaan mengenai perubahan iklim, terutama untuk anak-anak. Popularitas Ratu Elsa di kalangan anak-anak, menurut Ban, akan membuat mereka peduli terhadap perubahan iklim sejak usia dini.

“Perubahan iklim tidak hanya merupakan masalah bagi kita yang hidup sekarang. Ini adalah permasalahan yang mungkin masih akan dihadapi oleh anak cucu kita. Karena itulah, regenerasi menjadi penting sebagai bagian dari usaha berkesinambungan dalam menghadapi perubahan iklim dan dampak-dampaknya.” jelas Ban dalam pidatonya.

Walaupun Ban tidak ingin membebani generasi mendatang dengan masalah perubahan iklim, ia mengaku sadar bahwa kenyataannya perubahan iklim akan menjadi isu yang penting bagi setiap generasi. Dampak perubahan iklim sangat berpengaruh bagi kehidupan manusia di bumi, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Energi yang bersih dan terbarukan, pangan, air bersih, lingkungan, dan pelestarian hewan dan tumbuhan langka merupakan sebagian dari isu-isu utama yang terkait dengan perubahan iklim. Dengan luasnya bidang yang dicakup oleh isu perubahan iklim, maka PBB dan UNFCCC menyadari betapa mendesaknya regenerasi tersebut.

Sekjen PBB Ban Ki-moon melantik Ratu Elsa dari Arendelle sebagai Duta Perubahan Iklim. Dalam pidatonya, Ban menekankan pentingnya regenerasi dalam menghadapi dampak-dampak dari perubahan iklim, dan menerima kenyataan bahwa ini merupakan tugas yang harus diemban setiap generasi di masa depan. (photo courtesy un.org)

Sekjen PBB Ban Ki-moon melantik Ratu Elsa dari Arendelle sebagai Duta Perubahan Iklim. Dalam pidatonya, Ban menekankan pentingnya regenerasi dalam menghadapi dampak-dampak dari perubahan iklim, dan menerima kenyataan bahwa ini merupakan tugas yang harus diemban setiap generasi di masa depan. (photo courtesy un.org)

Ratu Elsa sendiri menyatakan bahwa dirinya merasa sangat terhormat telah menerima penunjukkan sebagai Duta Perubahan Iklim. Ia juga bersemangat untuk menemui anak-anak di seluruh dunia untuk memberikan pengetahuan atas betapa pentingnya untuk peduli terhadap perubahan iklim. Dengan kemampuan menciptakan es yang dimilikinya, sang Ratu yakin bisa menarik minat generasi muda.

“Saya merasa bangga dengan penunjukkan dari Mr. Ban, dan saya yakin bisa bekerja dengan baik untuk menarik minat anak-anak pada perubahan iklim. Mungkin kemampuan saya juga bisa digunakan untuk menolong para beruang di Kutub Utara, dengan mencegah pencairan fjord dan daratan es.” ujar penguasa negeri kecil Arendelle di wilayah Skandinavia ini.

Ratu Elsa mengatakan bahwa ia akan memulai pekerjaan barunya ini secepatnya. Kunjungan pertama akan dilakukan ke komunitas-komunitas Iluit, Yupik, dan Aleut – dulu dikenal dengan sebutan ‘eskimo’ – di lingkar Kutub Utara untuk melihat dampak langsung dari perubahan iklim di wilayah tersebut sebelum menuju Antartika, Afrika, dan wilayah hutan hujan Amazon.

“Saya tidak sabar untuk bertemu dengan anak-anak di berbagai belahan dunia, dan saya juga yakin banyak orang baik di dunia ini yang masih mau menolong orang lain. Terkadang keinginan kita untuk menolong orang lain dihalangi oleh pikiran dan kekhawatiran kita sendiri. Saran saya, just let it go. Jangan menahan keinginan kita untuk membantu dan menolong orang lain yang membutuhkan.” pesan Ratu Elsa.

Keputusan untuk melantik Ratu Elsa tersebut juga mendapatkan dukungan penuh dari Pelaksana Eksekutif Konvensi Perubahan Iklim PBB (UNFCCC), Christiana Figueres. Menurut Figueres, sosok Ratu Elsa dinilai sangat tepat untuk mendekati anak-anak. Selain itu, kemampuannya juga dapat dimanfaatkan di lini terdepan melawan dampak negatif perubahan iklim.

“Menurut saya Ratu Elsa memiliki semua kualitas yang dibutuhkan untuk menjadi diplomat dalam isu ini. Kami di UNFCCC sangat menanti untuk bekerja sama dengan beliau, dan siap mendukungnya secara penuh.” janji Figueres.

Ratu Elsa dari Arendelle (kanan), didampingi oleh sang adik Putri Anna (kiri) saat menghadiri acara pelantikan dirinya sebagai Duta Perubahan Iklim PBB. Kehadiran Elsa dalam upaya menangani dampak-dampak perubahan iklim diharapkan mampu meraih banyak simpati dan respon positif dari masyarakat dan pemerintah di dunia. (photo courtesy disneyscreencap.com)

Ratu Elsa dari Arendelle (kanan), didampingi oleh sang adik Putri Anna (kiri) saat menghadiri acara pelantikan dirinya sebagai Duta Perubahan Iklim PBB di New York, kemarin (18/8). Kehadiran Elsa dalam upaya menangani dampak-dampak perubahan iklim diharapkan mampu meraih banyak simpati dan respon positif dari masyarakat dan pemerintah di dunia. (photo courtesy disneyscreencap.com)

Keputusan Ban menunjuk Ratu Elsa diharapkan dapat mengurangi kritik terhadap PBB dan UNFCCC. Selama ini, lembaga tersebut dinilai kurang maksimal dalam mencapai target dalam isu perubahan iklim meskipun telah mengeluarkan banyak sumber daya untuk berbagai macam pertemuan dan konferensi setiap tahunnya. Dengan status Ratu Elsa sebagai seorang kepala negara dan selebriti, diharapkan duta baru tersebut bisa lebih menggerakan masyarakat dan pemerintah di berbagai negara untuk bersatu menghadapi perubahan iklim secara aktif.

Meski demikian, tetap ada pihak yang mengkhawatirkan bahwa Ratu Elsa terlalu populer, sehingga kunjungannya ke berbagai negara dapat bergeser maknanya menjadi acara jumpa fans besar-besaran dibandingkan upaya untuk menyadarkan masyarakat mengenai pentingnya isu perubahan iklim. (TJ22)

 

====

 

DISCLAIMER

 

====

 

Disclaimer tambahan:

* Karakter Queen Elsa of Arendelle dan Princess Anna adalah karakter rekaan yang diciptakan oleh Walt Disney Company. Segala hak atas pengakuan intelektual dari karakter-karakter tersebut merupakan milik Walt Disney Company beserta pemegang hak lainnya.

Iklan

Shaka

Other posts by

One Respond


FOLLOW US

ARTIKEL LAWAS