Iklan
LATEST TWEET

Hujan dan Macet Parah Senin Lalu, Pemprov DKI Siap Gugat Awan Hujan

August 15, 2014       Kesehatan & Lingkungan      
Kemacetan parah yang terjadi di ruas-ruas jalan ibukota seringkali disebabkan oleh banjir akibat hujan deras. Hal ini mengakibatkan Pemprov DKI mengambil inisiatif untuk menggugat awan hujan yang sering melintas langit Jakarta dan menjadi penyebab hujan dan banjir. (photo courtesy kompas.com)

Kemacetan parah yang terjadi di ruas-ruas jalan ibukota seringkali disebabkan oleh banjir akibat hujan deras. Hal ini mengakibatkan Pemprov DKI mengambil inisiatif untuk menggugat awan hujan yang sering melintas langit Jakarta dan menjadi penyebab hujan dan banjir. (photo courtesy kompas.com)

JAKARTA, POS RONDA – Akibat hujan deras hari senin lalu (11/8) yang menyebabkan kemacetan parah serta beberapa titik tergenang banjir di Jakarta membuat Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI diperkirakan akan menggugat sekumpulan awan hujan sebagai penyebab hujan.

Hujan deras yang berlangsung selama  3 jam dari siang hari hingga sore pada hari tersebut menyebabkan 18 titik tergenang banjir serta membatasi kelancaran lalu lintas.  Ini berakibat kemacetan yang luar biasa di ruas-ruas jalan utama yang ada di Jakarta seperti Rasuna Said, Sudirman-Thamrin, TB Simatupang, dan lain-lain. Dari 18 titik, 16 berada di wilayah Jakarta Selatan. Selain itu, ratusan rumah di wilayah Petogogan dan Mampang Pela juga kebanjiran. Dua wilayah tersebut memang merupakan langganan banjir.

Kepala Sub-bidang Urusan Gugatan Hukum Terhadap Iklim dan Cuaca Pemprov DKI, Haris Pantoding, mengaku bahwa pihaknya telah menyiapkan dokumen-dokumen yang dibutuhkan untuk melaporkan sekumpulan awan hujan yang melewati langit Jakarta senin lalu ke pihak kepolisian. Meski demikian, dirinya tidak yakin apakah awan hujan tersebut masih ada di langit Jakarta atau tidak.

“Untuk menyelidiki dan memburu kumpulan awan hujan yang dimaksud, saya rasa itu adalah ranah pihak kepolisian. Kami sebagai pelapor dan penggugat bertugas mempersiapkan bukti-bukti dan dokumen-dokumen pendukung. Semua sudah siap, kami tinggal melapor saja ke Polda Metro Jaya.” ujarnya saat diwawancarai POS RONDA di Balaikota DKI Jakarta, kemarin (14/8).

Haris juga menyatakan bahwa langkah ini sejalan dan konsisten dengan sikap Gubernur DKI Joko Widodo selama ini yang menuntut pertanggungjawaban iklim dan cuaca, sebagai salah satu dari penyebab banjir di ibukota.

“Ini memang sesuai dengan contoh yang diberikan Pak Gubernur. Awal tahun kemarin, banjir di Jakarta juga disebabkan curah hujan tinggi. Kami sudah kesal, ada dendam apa awan hujan terhadap DKI? Makanya sekarang kami perkarakan saja untuk membentuk efek jera kepada para awan tersebut .” tegas pria berusia 44 tahun tersebut.

Menurutnya, Pemprov DKI tidak hanya menggugat iklim dan cuaca saja. Berkenaan dengan banjir hari Senin lalu, Wakil Gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok juga mengungkapkan bahwa salah satu penyebab banjir adalah lebar Kali Krukut yang hanya 2 hingga 3 meter, sementara idealnya 30 meter. Selain itu, ditemukan juga dinding penyangga (sheetpile) yang dilubangi oleh warga meski belum jelas apa alasan perbuatan tersebut.

Mengenai apakah Pemprov akan menggugat warga yang nakal atau sang Kali Krukut karena tidak melebarkan dirinya sendiri, Haris mengatakan tidak tahu persis karena itu bukanlah bidang yang dipimpinnya. Ia mengaku belum mendapatkan informasi yang lebih mendalam, namun berpendapat bahwa menggugat Kali Krukut akan lebih mudah dibandingkan menggugat warga karena mengurangi resiko konflik dengan penduduk DKI.

Kali Krukut, salah satu sungai yang sering meluap saat hujan deras. Pada hari Senin lalu (11/8), Kali Krukut yang hanya selebar 3 meter meluap dan banjir menggenangi ratusan rumah dikarenakan tembok-tembok penyangga yang dilubangi oleh warga. Meski demikian, belum dipastikan apakah Pemprov DKI akan menggugat warga yang nakal atau menggugat Kali Krukut karena tidak berinisiatif melebarkan dirinya. (photo courtesy Tempo.co)

Kali Krukut, salah satu sungai yang sering meluap saat hujan deras. Pada hari Senin lalu (11/8), Kali Krukut yang hanya selebar 3 meter meluap dan banjir menggenangi ratusan rumah dikarenakan tembok-tembok penyangga yang dilubangi oleh warga. Meski demikian, belum dipastikan apakah Pemprov DKI akan menggugat warga yang nakal atau menggugat Kali Krukut karena tidak berinisiatif melebarkan dirinya. (photo courtesy Tempo.co)

Meski langkah yang akan diambil Pemprov DKI masih dalam perkiraan, rencana tersebut mendapatkan kritik dari Masyarakat Transportasi dan Infrastruktur Nusantara (MASTIN). Kepala Peneliti MASTIN, Hiramus Mulyo, meminta Pemprov DKI untuk tidak terlalu banyak menyalahkan pihak lain dalam pembangunan kultur transportasi dan infrastruktur yang layak.

Menurut Hiramus, menuntut awan hujan dan Kali Krukut tidak akan efektif apabila dibandingkan Pemprov mengambil langkah yang lebih bijak menata sistem transportasi dan infrastruktur ibukota.

“Saya juga mengakui bahwa dari sisi warga sendiri, banyak sekali yang melanggar aturan dan merusak fasilitas infrastruktur. Tapi ya itulah warga. Bukan berarti tindakan mereka dibenarkan, tapi mereka memang harus diedukasi. Kalau ada banjir dan macet lalu menyalahkan hujan, kenapa tidak sekalian saja gugat ruas jalan Kuningan karena tidak menyelesaikan macet dengan sendirinya?” ujar Hiramus berkelakar.

Dibandingkan menghabiskan anggaran untuk menggugat awan hujan dan Kali Krukut, Hiramus menyarankan agar anggaran tersebut dialihkan untuk membentuk puluhan tim blusukan berpakaian preman untuk mengedukasi masyarakat di level akar rumput untuk menyokong program Pemprov DKI.

“Jadi, gubernur dan wakil gubernur tidak perlu selalu blusukan secara langsung. Cakupannya juga bisa lebih luas, dan lebih efektif dibandingkan harus diikuti rombongan wartawan ke mana-mana. Tim blusukan bisa terdiri dari mahasiwa, atau pegawai Pemprov. Bisa juga berisikan relawan, bahkan kalau bisa, preman-preman betulan diberikan reedukasi sehingga bisa jadi agen-agen pemprov dalam tim blusukan.” usulnya. (Sha01)

 

====

 

DISCLAIMER

Iklan

Shaka

Other posts by

FOLLOW US

ARTIKEL LAWAS