Iklan
LATEST TWEET

Ekstra Ramping, Alien Berpotensi Jadi Model Catwalk

August 13, 2014       Ekonomi & Bisnis, Internasional, Sosial, z_Editor's Choice      
New York, Amerika Serikat, salah satu dari kota-kota yang dianggap sebagai pusat perkembangan fashion dunia bersama Paris, Milan, London, dan Tokyo. Di kota-kota tersebut, ide-ide inovatif dan radikal mengenai industri fashion, pakaian, dan modelling seringkali bermunculan. (photo courtesy hilton.com)

New York, Amerika Serikat, salah satu dari kota-kota yang dianggap sebagai pusat perkembangan fashion dunia bersama Paris, Milan, London, dan Tokyo. Di kota-kota tersebut, ide-ide inovatif dan radikal mengenai industri fashion, pakaian, dan modelling seringkali bermunculan. (photo courtesy hilton.com)

NEW YORK, POS RONDA – Permintaan produk fashion pada 2025 diperkirakan akan meningkat 80 persen dari kondisi saat ini. Dengan demikian industri fashion dipastikan akan semakin berkibar di masa depan. Peningkatan industri ini akan menimbulkan efek tingginya kebutuhan model untuk mempromosikan produk fashion. Pengamat berpendapat, efek ini dapat menjadi potensi masalah di masa depan.

Menjadi model bukanlah pekerjaan mudah. Tekanan kerja di dunia model sangat tinggi. Selain itu, profesi ini memerlukan kualifikasi tertentu seperti tinggi dan berat badan. Tubuh yang ekstra ramping menjadi syarat utama padahal mencari orang-orang dengan tubuh seperti ini sangat sulit.

Untuk itulah, World International Fashion Entrepreneurs Association (WIFEA) mengajak anggotanya untuk menggunakan model alien. Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Jenderal WIFEA, Martin Augusto, saat ditemui pada persiapan New York Fashion Week di Lincoln Center, New York, Senin (11/8).

“Industri fashion kini masih sangat memerlukan model-model yang ramping. Selain menghemat bahan baku pakaian dan mempercepat pergerakan pada saat peragaan busana, masyarakat saat ini juga masih menganggap bahwa bentuk tubuh seperti itulah yang ideal. Padahal kenyataannya, tubuh seperti itu hampir mustahil ada. Ya, akibatnya, para model kami harus diet ekstra ketat untuk mempertahankan berat badan yang sebenarnya di bawah ideal tersebut,” ujar Augusto.

Para model melenggang di catwalk. Profesi sebagai model tidaklah mudah, dan dibebani oleh berbagai tekanan dan tuntutan untuk selalu menjaga kualifikasi terutama tinggi dan berat badan. Kebutuhan dunia fashion untuk mencari model yang bertubuh ekstra ramping juga sering dikritik sebagai salah satu faktor pendorong maraknya fenomena bulimia dan anoreksia pada golongan remaja perempuan. (photo courtesy theguardian.co.uk)

Para model melenggang di catwalk. Profesi sebagai model tidaklah mudah, dan dibebani oleh berbagai tekanan dan tuntutan untuk selalu menjaga kualifikasi terutama tinggi dan berat badan. Kebutuhan dunia fashion untuk mencari model yang bertubuh ekstra ramping juga sering dikritik sebagai salah satu faktor pendorong maraknya fenomena bulimia dan anoreksia pada golongan remaja perempuan. (photo courtesy theguardian.co.uk)

Ia mengakui bahwa industri fashion saat ini menerima banyak kritikan karena menggunakan model yang sangat kurus. Gambaran model seperti itu dianggap menyebarkan citra yang salah tentang tubuh perempuan. Anak-anak perempuan menangkap citra tersebut mentah-mentah sehingga terobsesi memiliki tubuh selayaknya model.

“Mereka mulai berdiet ketat sejak dini padahal di masa pertumbuhannya, para gadis ini harus mengasup nutrisi yang cukup. Akibatnya, bulimia dan anoreksia mengancam mereka. Banyak pula yang berakhir di rumah sakit akibat obsesi tersebut,” Augusto menambahkan.

Augusto berpendapat, paradigma seperti ini di industri fashion harus diubah. Jangan sampai anak-anak dan para perempuan membahayakan diri mereka sendiri karena ingin memiliki bentuk tubuh bak model. Inilah yang melatarbelakangi WIFEA untuk merekrut alien menjadi model.

“Para alien sangat ramping dan memiliki tubuh yang semampai secara natural. Mereka akan sangat cocok sekali bila bekerja di industri fashion. Selain itu, kami menyadari bahwa hanya alien-lah yang bisa memiliki tubuh ekstra kurus.  Walaupun mereka makan banyak, mereka akan tetap ramping. Ini dapat menjadi jalan tengah bagi masalah persepsi tubuh perempuan di dunia fashion dan masalah kesehatan. Para perempuan tidak akan iri dengan tubuh para model karena paham bahwa model-model itu adalah alien. Nobody wants to be an alien¸ of course!” katanya dengan semangat.

Ajakan Augusto ini disambut baik oleh Organisasi Industri Fashion Indonesia (OIFI). Ketua OIFI Jakarta, Andreas Jeffrey, saat ditemui di butiknya di kawasan Bunderan HI, Jakarta, mengatakan bahwa wacana mengenai perekrutan alien sebagai model sudah dibahas sejak beberapa tahun silam dan ia berpendapat, ide ini merupakan terobosan yang baik.

“Ide ini sangat baik karena akhirnya model-model kita tidak perlu lagi bersusah payah menjaga kerampingannya dengan diet yang sangat ketat. Selain itu, kehadiran alien akan memberikan edukasi pada masyarakat bahwa tubuh ideal bukanlah tubuh yang ekstra kurus, melainkan tubuh yang seimbang, proporsional, dan sehat,” Andreas menjelaskan.

Tubuh yang sangat ramping merupakan salah satu gambaran figur para alien. Dengan bertambahnya kebutuhan dunia fashion akan tubuh yang semakin ramping hingga tidak dapat dipenuhi oleh spesies manusia, para desainer kini mulai tertarik untuk bekerja sama dengan para alien untuk dijadikan model catwalk. Meski demikian, rencana ini masih terhambat oleh sistem izin kerja antarplanet yang belum diakomodasi di Bumi. (photo courtesy Stockphoto)

Tubuh yang sangat ramping merupakan salah satu gambaran figur para alien. Dengan bertambahnya kebutuhan dunia fashion akan tubuh yang semakin ramping hingga tidak dapat dipenuhi oleh spesies manusia, para desainer kini mulai tertarik untuk bekerja sama dengan para alien untuk dijadikan model catwalk. Meski demikian, rencana ini masih terhambat oleh sistem izin kerja antarplanet yang belum diakomodasi di Bumi. (photo courtesy Stockphoto)

Walaupun sepakat dengan idea WIFEA, namun Andreas berharap adanya kajian lebih mendalam mengenai urgensi perekrutan alien dalam industri fashion. Ia menjelaskan bahwa mempekerjakan alien harus mempertimbangkan banyak hal. Pertama, dari sisi legal, hukum mengenai ketenagakerjaan di wilayah para alien bisa jadi berbeda dengan aturan yang ada di bumi. Kondisi ini tentunya menyulitkan pembuatan kontrak kerja. Kedua, masalah mata uang yang belum ada kesepakatan nilai konversinya sehingga akan menyulitkan dalam melakukan pembayaran honor. Ketiga, masalah transportasi.

“Saat ini transportasi extra terrestrial sangat mahal dan masih dalam tahap riset. Ini tentunya akan sangat membebani biaya produksi di industri fashion,” ujarnya.

Andreas mengatakan bahwa masih ada beberapa solusi untuk mengubah persepsi masyarakat mengenai bentuk tubuh ideal. Salah satu caranya yaitu, memperbanyak model dengan bentuk tubuh beragam. Dengan demikian, masyarakat memiliki referensi yang cukup dalam mempersepsikan citra tubuh yang ideal. (Meg)

====

DISCLAIMER

Iklan

Shaka

Other posts by

2 Responses

  • Griya Kuliner

    on August 14, 2014, 11:00:53

    Bener banget cerita diatas.
    Urusan legal, honor dan transport bikin ribet.
    Hehehe……….

    Reply to Griya
  • Melinda

    on July 10, 2015, 17:14:15

    Artikel satir yang menohok..haha…
    Makanya sekarang udah ada model plus size, tapi kayaknya sih di catwalk eropa masih tetep belum terlalu terpakai. Dan lagi kok saya ngerasa malah obesity/overweight pride berkembang..mereka yang “curvy” (well, more like humongous blob) jauh lebih baik dari yang skinny -_- Padahal yang bener kan ya yang berat ideal toh… >_<"

    Reply to Melinda


FOLLOW US

ARTIKEL LAWAS