Iklan
LATEST TWEET

Hamtaro Kecam Kicauan Menkominfo Soal Hamster dan Konten Porno

August 05, 2014       Internasional, Politik, Sosial      
Dalam kicauan melalui akun Twitter-nya Jum'at lalu (1/8), Menkominfo Tifatul Sembiring menyatakan akan memblokir situs anime, manga, hentai, dan hamster karena berisikan konten pornografi. (photo courtesy berita.yahoo.com)

Dalam kicauan melalui akun Twitter-nya Jum’at lalu (1/8), Menkominfo Tifatul Sembiring menyatakan akan memblokir situs anime, manga, hentai, dan hamster karena berisikan konten pornografi. (photo courtesy berita.yahoo.com)

JAKARTA, POS RONDA – Setelah Kancil secara pribadi memprotes pernyataan Jusuf Kalla pada debat calon wakil presiden bulan lalu, kini giliran Sindikat Hamster Internasional (International Hamster Syndicate atau INHAMS) mengecam pernyataan Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Republik Indonesia Tifatul Sembiring yang terlontar dalam akun Twitter-nya.

Dalam akun Twitter saat membahas mengenai pemblokiran situs-situs yang dianggap berisi konten-konten negatif, Menteri Tifatul menyebutkan bahwa komik manga, hentai, dan hamster akan diblokir karena memuat konten pornografi secara vulgar.

“…Soal komik manga, hamster, hentai juga diblokir, karena memuat konten dan gambar2 porno secara vulgar. Ini melanggar undang2…” kicau akun resmi Tifatul, @tifsembiring, Jum’at lalu (1/5).

Pernyataan tersebut mengundang banyak reaksi dari masyarakat yang mempertanyakan posisi para hamster yang telah disebut dalam kicauan Menteri Tifatul, atau apakah hamster yang dimaksud benar-benar para hamster yang biasa dijadikan hewan peliharaan oleh manusia. Pertanyaan yang paling mengemuka adalah mengenai jenis konten negatif dan pornografi yang dibawa oleh para hamster, di mana banyak pengguna internet meragukan pernyataan tersebut.

Terdapat pula rumor yang berkembang bahwa para hamster merupakan bagian dari konspirasi pihak asing untuk mempelopori dekadensi moral pemuda di Indonesia.  Ada pula rumor bahwa para hamster sebenarnya adalah para alien yang menyamar untuk menguasa bumi. Namun, rumor-rumor ini belum terbukti kebenarannya.

Kicauan akun @tifsembiring yang mengikutsertakan kata 'hamster' dan 'konten porno' dalam satu kalimat. Kicauan ini juga dikritik oleh para pengguna sosial media, yang mengharapkan agar Menkominfo bisa membedakan antara anime, manga, dan hentai. (screenshot taken from a thread at kaskus.co.id)

Kicauan akun @tifsembiring yang mengikutsertakan kata ‘hamster’ dan ‘konten porno’ dalam satu kalimat. Kicauan ini juga dikritik oleh para pengguna sosial media, yang mengharapkan agar Menkominfo bisa membedakan antara anime, manga, dan hentai. (screenshot taken from a thread at kaskus.co.id)

Duta INHAMS, Hamtaro, datang ke Jakarta untuk memberikan tanggapan atas nama para hamster sedunia. Dirinya menolak dan mengecam pernyataan Menkominfo Tifatul dan menganggapnya menyudutkan para hamster. Menurutnya, para hamster memang sejak awal tercipta tidak menggunakan pakaian, dan kini banyak yang tinggal di dalam kandang menjadi tontonan dan peliharaan manusia.

“Tapi itu bukan berarti kami para hamster adalah vulgar, porno, atau penganut BDSM,” ujar Hamtaro – yang merupakan selebritis dengan acara televisi dan serial manga menggunakan namanya sendiri – dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Jakarta kemarin (4/8). “Seperti manusia yang merasa aneh tanpa pakaian, kami para hamster secara alamiah justru merasa risih dengan pakaian. Dalam acara saya beberapa rekan menggunakan atribut pakaian seperti manusia karena bagian dari tuntutan pekerjaan. Ini tergantung dari peradaban budaya masing-masing, kushi-kushi.”

Hamtaro  mengaku sangat terkejut saat menerima kabar dari para hamster di Indonesia bahwa mereka akan diblokir, terutama dengan tudingan bahwa para hamster terkait dengan konten pornografi.

Hingga saat ini, ia masih berpikiran positif bahwa apa yang dimaksud dalam kicauan Menkominfo bukanlah para hamster seperti jenisnya, namun tetap menyesalkan karena tetap menciptakan prasangka negatif kepada para anggota INHAMS.

“Bisa saja ada yang mencatut nama kami dengan konten pornografi sehingga para hamster di Indonesia yang terkena akibatnya. Namun seharusnya menteri yang bersangkutan tidak asal saja mencantumkan kata ‘hamster’ tanpa menjelaskan lebih jauh apa yang dimaksud. Itu tidak adil bagi para hamster seperti kami, kushi-kushi.” keluh Hamtaro.

Hamtaro, duta dari International Hamster Syndicate (INHAMS). Hamtaro langsung berkunjung ke Jakarta setelah menerima laporan atas kicauan Menkominfo. Hamtaro mengecam ketidakhati-hatian Menkominfo dalam menempatkan spesies hamster sebagai konten pornografi. (picture taken from ask.fm)

Hamtaro, duta dari International Hamster Syndicate (INHAMS). Hamtaro langsung berkunjung ke Jakarta setelah menerima laporan atas kicauan Menkominfo. Hamtaro mengecam ketidakhati-hatian Menkominfo dalam menempatkan spesies hamster sebagai konten pornografi. (picture taken from ask.fm)

Hamtaro dan para hamster mendapatkan dukungan dari beberapa tokoh melalui akun Twitter masing-masing. Salah satunya adalah Kancil yang memperingatkan agar pemerintah belajar membedakan antara anime, manga, hentai, dan hamster.

 “Kasihan #HAMTARO, spesiesnya kena gara2 Pak Menteri ngga bisa bedain hentai sama hamster. Itu beda lho, Pak. Sabar ya, Ham. #SaveHamster”, kicau akun @KancilSukaTimun.

Pakar ilmu komunikasi sekaligus pengamat sosial media dari Universitas Kota Jakarta (UNKOJA), Anton Gophati Rufyat, menyarankan agar Tifatul sebagai seorang menteri berhati-hati dalam mengetik kicuan di Twitter.

“Saya paham bahwa yang dimaksud bukanlah hamster dalam pengertian binatang peliharaan, tapi yang lain. Masalahnya, Menkominfo ini sering sekali kontroversial dalam akun Twitternya, jadi kesalahan sedikit seperti ini bisa menjadi bahan tertawaan atau kritikan.” ujarnya saat dimintai pendapat pagi ini (5/8) di Kampus UNKOJA.

Menurut Rufyat, kapasitas jabatan sebagai menteri seharusnya disikapi dengan bijak oleh Tifatul yang harus selalu melakukan pengecekan ulang sebelum mengeluarkan sebuah pernyataan, baik secara resmi maupun informal di media sosial seperti Twitter maupun Facebook. Pernyataan di media sosial sangat mudah tersebar secara internasional, demikian pula dengan akibatnya.

“Kalau begini, kita juga sebagai orang Indonesia yang malu. Coba misalnya nanti ada koran atau situs berita internasional menjadikan ini sebagai tajuk: ‘Indonesian Minister plans to ban hamsters for inducing porn’.  Apa tidak absurd?” pungkas Rufyat. (Sha01)

====

DISCLAIMER

====

Disclaimer tambahan:

* HAMTARO adalah tokoh rekaan, diciptakan oleh Ritsuko Kawai. Segala hak atas pengakuan intelektual adalah milik Ritsuko Kawai dan para pemegang hak resmi atas karakter tersebut.

Iklan

Shaka

Other posts by

4 Responses


FOLLOW US

ARTIKEL LAWAS