Iklan
LATEST TWEET

Pemerintah Indonesia Akan Terima Penghargaan “Country With Best Toddlers on Gadgets”

July 23, 2014       Ekonomi, Kriminalitas & Hukum, Pendidikan, Sosial      
Di seluruh dunia, jumlah anak balita yang mahir menggunakan smartphone dan gadget semakin bertambah, terutama di Indonesia. Ini adalah salah satu alasan bahwa pemerintah Indonesia akan mendapatkan penghargaan dari International Electronics and Gadgets Society. (photo courtesy nyata.co.id)

Di seluruh dunia, jumlah anak balita yang mahir menggunakan smartphone dan gadget semakin bertambah, terutama di Indonesia. Ini adalah salah satu alasan bahwa pemerintah Indonesia akan mendapatkan penghargaan dari International Electronics and Gadgets Society. (photo courtesy nyata.co.id)

JAKARTA, POS RONDA – Pemerintah Indonesia dikabarkan akan menerima penghargaan sebagai negara dengan populasi balita pengguna perangkat smartphone terbaik di dunia. Hal ini disampaikan oleh Herbert Evans, ketua International Electronics and Gadgets Society (IEGS), sebuah asosiasi internasional yang beranggotakan para produsen dan distributor perangkat elektronik dan gadget dunia.

Evans memuji kegigihan para orang tua di Indonesia yang telah berhasil mendidik anak-anak mereka untuk menjadi ahli dalam penggunaan smartphone dan gadget. Bahkan, berdasarkan indeks terakhir yang dikeluarkan oleh IEGS, para balita di Indonesia menempati peringkat teratas dalam keahlian mereka menggunakan smartphone. Ini merupakan dasar dari langkah IEGS untuk memberikan penghargaan kepada pemerintah Indonesia.

“Para balita di Indonesia adalah anak-anak yang berada di garis paling depan untuk memperkaya diri mereka pada dunia melalui internet tanpa hambatan apapun. Ini prestasi yang mengagumkan bagi kami para produsen dan distributor elektronik dan gadget, memastikan bahwa Indonesia adalah pasar terbaik bagi kami. Sudah tentu kami akan memberikan penghargaan kepada para orang tua, melalui pemerintah Indonesia.” ujar Evans melalui siaran pers IEGS kemarin (22/7).

Indonesia, menurut Evans, merupakan negara yang telah bersikap sangat baik terhadap para anggota IEGS. Oleh karena itu, sebagai niat baik untuk memajukan Indonesia, Evans juga mengatakan bahwa pihaknya akan mencoba untuk mendorong pemerintah agar memasukkan penggunaan smartphone dan gadget sebagai peralatan harian wajib bagi para siswa dalam sistem pendidikan Indonesia.

“Ini sangat berguna untuk mempererat persahabatan antara para anggota kami dengan pemerintah Indonesia. Semakin banyak anak Indonesia yang menggunakan smartphone dan gadget, semakin baik bagi kemanusiaan.” tutup Evans dalam siaran pers-nya.

Rencana IEGS ini mendapat kecaman dari Partai Ibu Menyusui (PIM), sebuah partai politik di Indonesia yang mengusung platform kesejahteraan ibu, anak, dan keluarga. Sekretaris Jenderal (Sekjen) PIM, Meliana Tuharea, menganggap bahwa logika yang disampaikan oleh Evans dan IEGS sesat dan keliru.

Penggunaan smartphone dan gadget berlebihan bagi anak-anak tidak akan memiliki dampak yang positif. Anak-anak akan mengalami ketergantungan dengan smartphone, dan seakan melegitimasi bahwa tanggung jawab orang tua bisa digantikan hanya dengan sebuah gadget.

Menipisnya jumlah lahan terbuka karena pembangunan dan makin tingginya angka kriminalitas adalah beberapa dari banyak alasan anak-anak mulai kehilangan hak mereka untuk bermain di luar rumah. (photo courtesy tempo.co)

Menipisnya jumlah lahan terbuka karena pembangunan dan makin tingginya angka kriminalitas adalah beberapa dari banyak alasan anak-anak mulai kehilangan hak mereka untuk bermain di luar rumah. (photo courtesy tempo.co)

Meliana menambahkan bahwa dalam kondisi masyarakat seperti saat ini, para orang tua dituntut untuk bekerja sangat keras demi memenuhi kebutuhan keluarga. Banyak pasangan muda yang hanya mampu membeli tempat tinggal di lokasi yang sangat jauh dari tempatnya bekerja. Ini seringkali menimbulkan fenomena di mana orang tua harus pergi sejak pagi buta dan kembali ke rumah di malam hari.

“Karena minimnya kesempatan bagi orang tua untuk menghabiskan waktu bersama anak-anaknya, maka mereka memberikan fasilitas gadget bagi anaknya. Tapi ini bentuk dari ketidakberdayaan orang tua terhadap tuntutan ekonomi yang terlalu besar. Akibatnya, hiburan utama sang anak menjadi beralih ke smartphone dan gadget, bukan kebersamaan dengan orang tua.” papar Meliana.

Bersamaan dengan itu, Meliana juga menekankan bahwa hak anak untuk bermain di luar rumah juga terkikis. Jumlah Lapangan dan taman terbuka makin terbatas, sementara jalan raya penuh kendaraan bermotor. Bila ingin bermain di luar rumah, orang tua pasti akan khawatir dengan tindakan kriminalitas yang meningkat seperti penculikan dan perdagangan anak.

Kondisi ini menunjukkan bahwa pekerjaan rumah pemerintah masih sangat banyak dalam kaitannya dengan hak serta kesejahteraan orang tua dan anak. Maka, yang harus dilakukan adalah menciptakan kebijakan-kebijakan politik, ekonomi dan sosial yang ramah dan bersahabat terhadap hubungan orang tua dan anak di tingkat akar rumput.

“Maka, negara harus bisa menjamin bahwa orang tua bisa bertemu lebih sering dan lebih lama dengan anak-anak mereka. Tidak ada yang bisa menggantikan peranan orang tua kepada anak, dan ini penting karena merupakan hak anak dan bisa berpengaruh terhadap pertumbuhan mereka hingga dewasa nantinya.” ujar Meliana.

Meliana juga mengungkapkan bahwa pihaknya tidak anti terhadap teknologi, karena perkembangan teknologi juga merupakan tanda dari kemajuan peradaban manusia. Namun, dirinya meminta agar masyarakat menyadari perbedaan antara memanfaatkan teknologi dengan ketergantungan terhadap smartphone dan gadget. (Sha01)

 

*Redaksi POS RONDA mengucapkan selamat memperingati Hari Anak Nasional. Semoga anak-anak Indonesia bisa tumbuh dengan sehat, dan layak hingga menjadi penerus bangsa yang berkualitas dan bijaksana.

 

====

 

DISCLAIMER

Iklan

Shaka

Other posts by

FOLLOW US

ARTIKEL LAWAS