Iklan
LATEST TWEET

Kenakan Pakaian Kotak-kotak, WNA Penebang Kayu Diamankan Polisi

July 22, 2014       Ekonomi & Bisnis, Kesehatan & Lingkungan, Megapolitan      
Anggota International Lumberjack Association (ILJA) tengah berpose di depan latar dinding bertema hutan dalam acara pertemuan di Hotel Woodlock, Jakarta, pagi ini (22/7). (photo courtesy flickr.com)

Anggota International Lumberjack Association (ILJA) tengah berpose di depan latar dinding bertema hutan dalam acara pertemuan di Hotel Woodlock, Jakarta, pagi ini (22/7). (photo courtesy flickr.com)

JAKARTA, POS RONDA – Pernyataan calon presiden nomor urut dua Joko Widodo yang meminta para pendukungnya untuk menanggalkan atribut pakaian bermotif kotak-kotak dengan alasan keamanan akhirnya membuat puluhan penebang kayu yang berasal dari luar negeri diamankan polisi.

Pertemuan yang dilangsungkan oleh International Lumberjack Association (ILJA) atau Asosiasi Penebang Kayu Internasional pagi ini (22/7) di Hotel Woodlock Jakarta, di wilayah Kayu Asin, Jakarta Selatan, dihentikan pihak kepolisian. Komisaris Polisi (Kompol) Sudiro Aminjoyo yang memimpin gugus tugas tersebut menyatakan bahwa para peserta seminar dianggap melakukan provokasi dengan menggunakan pakaian seragam bermotif kotak-kotak berwarna dominan merah dan membawa senjata tajam berupa kapak.

“Kami tidak bisa membiarkan sekelompok warga negara asing (WNA) bergerombol dengan membawa-bawa kapak, terutama dengan pakaian bermotif kotak-kotak berwarna merah. Ini bisa meresahkan masyarakat karena mengingatkan mereka pada gerombolan kriminal Kapak Merah.” ujar Sudiro di kantor Polsek Kayu Asin, Jakarta Selatan.

Menurutnya, para WNA tersebut tidak memiliki izin untuk membawa senjata tajam seperti kapak secara bersama-sama di tempat umum.  Lebih jauh lagi, pakaian mereka bisa mendorong adanya salah paham karena dapat dirancukan dengan kondisi politik yang ada, apalagi dikenakan tepat di tanggal di mana KPU akan pengumuman hasil pemilihan presiden.

Sudiro juga menambahkan bahwa saat ini para WNA tersebut hanya dimintai keterangan, namun bukan tidak mungkin akan dikenakan pasal 160 KUHP mengenai provokasi apabila ada bukti yang mendukung.

Jack Stuart, ketua ILJA berkebangsaan Kanada yang sempat diamankan dan dimintai keterangan oleh polisi, menyatakan bahwa kelompoknya tidak melakukan kegiatan yang berkaitan dengan politik. Ia menegaskan bahwa pertemuan ILJA bersifat internasional dan dilakukan dengan misi melestarikan lingkungan dunia.

Pembalakan liar atau illegal logging yang terjadi di Indonesia telah mencapai tahap memprihatinkan. ILJA dalam pertemuan mereka membahas mengenai hal ini, sebelum acara tersebut dihentikan pihak kepolisian. (photo courtesy nefosnews.com)

Pembalakan liar atau illegal logging yang terjadi di Indonesia telah mencapai tahap memprihatinkan. ILJA dalam pertemuan mereka membahas mengenai hal ini, sebelum acara tersebut dihentikan pihak kepolisian. (photo courtesy nefosnews.com)

“Pertemuan ILJA di Jakarta hari ini membahas mengenai konservatisme dalam penebangan hutan. Kami ingin menyerukan untuk kembali menggunakan kapak dalam menebang pohon, bukan dengan gergaji mesin seperti yang sekarang ini menghabiskan hutan-hutan di Indonesia.” terang Stuart didampingi oleh kuasa hukum yang didelegasikan oleh Kedutaan Besar Kanada di Indonesia.

Teknologi penebangan pohon serta illegal logging yang terjadi di Indonesia, bagi Stuart, sudah berlangsung sedemikian parahnya. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh University of Maryland, dalam rentang antara tahun 2000 hingga 2012, Indonesia telah kehilangan lebih dari 6 juta hektar hutan primer. ILJA memperjuangkan penerapan sistem penebangan pohon yang tradisional dan reforestasi yang lebih luas, diantaranya untuk menyelamatkan para penebang pohon sendiri. Dengan semakin tipisnya jumlah hutan di dunia, maka semakin banyak penebang pohon yang ikut kehilangan pekerjaannya.

Mengenai pakaian seragam kotak-kotak yang digunakan kelompoknya, Stuart menampik bahwa seragam itu bermotif politik. Baju kemeja kotak-kotak berwarna dominan merah, menurutnya, sudah menjadi ciri pokok tradisional para penebang pohon.

“Baju kotak-kotak bukan hak milik para politisi. Profesi kami telah menggunakan pakaian ini berpuluh-puluh tahun lamanya, lalu kenapa kami hari ini dilarang mengenakannya?” protes Stuart.

Akibat insiden ini, pertemuan internasional ILJA terpaksa diundur sampai dengan batas waktu yang belum ditentukan. Puluhan WNA yang diamankan, termasuk di antaranya beberapa orang aktivis dan peneliti lingkungan, akan dilepas setelah pemeriksaan lebih lanjut. (NOS)

 

===

 

DISCLAIMER

 

 

Iklan

Shaka

Other posts by

2 Responses

  • supriadi

    on July 23, 2014, 01:49:27

    Wakakakaka….kocak habiss…serius ini?????

    btw, uda ada yg ikut daftar berkenalan.com – https://berkenalan.com kah? itu jejaring sosial baru lokal punya ya, bisa buat kartu nama online trs minta dan beri kartu nama kepada teman2 online jg?

    Reply to supriadi
  • kidzoners

    on July 23, 2014, 11:20:18

    wkk..wkkk… ada2 aja beritanya!

    Reply to kidzoners


FOLLOW US

ARTIKEL LAWAS